Zona nyaman dan keberanian kita menilai kinerja pemerintah saat ini

10 Jan 2018 | Kabar Baik

“Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
(Markus 1:38)

Berada di zona nyaman? Move on!?Almh. Mama dan Simbah Putri dulu selalu ngendika, ?Kes?t kuwi bantale setan!? Kemalasan adalah bantal setan. Malas move on karena sudah nyaman adalah memberikan peluang kepada si jahat untuk masuk menggunakan kenyamanan dan keterlenaan kita!

Yesus berada di Kapernaum. Ia begitu memesona banyak orang. Yang sakit disembuhkan, yang kerasukan setan, dilepaskan! Jika mau, Ia bisa saja memutuskan untuk menetap di sana jadi tabib sekaligus pemuka agama pasti ?laku keras?.?Tapi Ia tak mau berhenti di situ. Suatu pagi Ia pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Tak ada yang tahu apa isi doaNya tapi yang kita tahu seperti dicatat Markus hari ini, Yesus mengajak para murid untuk move on, untuk bergerak ke kota-kota lain karena tugasNya tidak untuk berhenti di Kapernaum. Ia juga harus memberitakan Injil ke tempat-tempat lainnya.

Dalam kehidupan modern dewasa ini, keberanian kita untuk berani keluar dari zona nyaman atau setidaknya berani untuk menantang diri sendiri tentang perlu/tidaknya move on amat diperlukan.

Sebagai warga dan kaitannya hidup bernegara, kita juga ditantang untuk keluar dari zona nyaman saat menilai kinerja pemerintah.?Kita tak bisa terlena karena pemerintah bekerja dengan baik. Kita tak boleh diam saat kita tahu ada banyak janji pemerintah yang belum terlaksana.

Tak peduli apakah dulu kita membela atau membenci petahana dalam pemillihan, sikap kritis adalah tanda kita bukan orang yang mudah dininabobokan dengan janji.

Catat janji-janji yang pernah dikatakan saat kampanye lalu periksa apakah yang dilakukan sudah sesuai atau melenceng atau malah tidak melaksanakan janji-janji itu sama sekali. Jangan terkesan mengingkari diri sendiri hanya karena kamu takut/malas untuk move on dari zona nyaman lantas kamu tutup mata atas kekurangan pemerintah. Ingatkan pemerintah sekeras mungkin tapi tetap ada dalam koridor hukum yang berlaku dan pastikan suaramu didengar.

Jika tidak? Menepilah, pergi ?ke tempat sunyi?, evaluasi dan renungkan serta pertimbangkan apa yang hendak kamu lakukan tahun depan. Tetap memilih petahana karena ia telah bekerja dengan benar atau hanya karena kamu malas keluar dari zona nyaman? Berani mencari jagoan baru yang kalian anggap bisa bekerja lebih baik lagi, kenapa tidak?!

Tunggonono tiba-tiba menyeleteluk, ?Atau? nggak usah milih sama sekali aja, Bos?!?

Sydney, 10 Januari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.