Welcome Home My Blackberry Bold

17 Nov 2008 | Aku

Weekend nggak weekend, untuk seorang yang belum mendapatkan pekerjaan seperti aku sebenarnya sama saja.
Tapi meski demikian satu hal yang membedakan adalah karena pada weekend, istriku libur bekerja dan kami bisa menghabiskan hari bersama-sama sejenak.

Ada banyak hal yang harus kami lakukan pada hari itu, Sabtu 8 November 2008 yang juga adalah hari ke delapanku tinggal di sini.

Yang pertama adalah mengurus Photo Card.
Photo Card adalah kartu identitas selain SIM yang dikeluarkan oleh RTA. Sebagai warga aku merasa perlu untuk memiliki itu karena di sini dimana-mana, ketika mengurus hal-hal yang berbau administratif, selalu ditanya kartu identitas minimal dua buah selain passport. Maka jadilah kami pergi menuju ke RTA Castle Hill yang jaraknya tak jauh-jauh amat dari rumah.

Proses pembuatannya tak lama ternyata, hanya beberapa menit, si ibu penjaga loket mengisikan informasi form ke dalam programnya di komputer. Setelah selesai ia mengisi form dan memfotokopi passport serta kartu ATM Bank ku, ia memintaku untuk duduk dan difoto. 1.. 2.. 3.. jepret!

Selesai sudah!
Dimintanya aku duduk untuk beberapa saat hingga kemudian,
“Mr Donny Verdian!”
Teriak seorang setengah baya dari balik loket yang lainnya lagi.
Akupun datang dan mengambil kartu plastik yang sudah jadi.

Setelah dari RTA, kami menuju ke RockWood untuk berziarah ke makam anak salah seorang teman dekat kami.
Ia tak sempat lahir, beberapa waktu sebelum dilahirkan, jiwanya telah dipanggil Tuhan kembali.

Ziarah ke makam di sini, khususnya di RockWood, ternyata tak seperti di Indo.
Kami memasuki sebuah pintu gerbang besar lalu berhenti pada sebuah perhentian untuk membeli bunga.
Bunga yang dijual bukan pula bunga mawar merah dan putih yang sudah terpotong-potong begitu.
Mereka menjual berikut tangkainya dan dengan koleksi bunga yang bermacam-macam indahnya.
Mawar merah, putih, merah muda, bunga matahari dan masih banyak bunga yang lain yang aku tak hafal nama-namanya.

Disebelah si penjual bunga itu, masih dalam satu atap terdapat pula coffee shop megah nan luas. Mungkin masih pagi maka baru sedikit yang terisi sementara di sudut sana segerombolan pemuda tampak asyik masyuk berkopi ria.
Setelah membayar, kamipun melanjutkan perjalanan dengan tetap berkendara.
Kompleks makam itu masihlah sepi meski tak berarti kami sendirian. Ada beberapa mobil terparkir di setiap blok pemakaman. Makam di situ dikelompokkan menurut keyakinan masing-masing. Kenapa kubilang keyakinan dan bukan agama, karena pada ujung jalan nanti kami juga menemukan makam yang tak beridentitaskan agama tapi berkeyakinan universal.

Makam si Jo, anak teman kami tadi itu, terletak di pemakaman Katolik yang agak menjorok ke dalam.
Setelah memarkir mobil, kamipun segera mengambil air ke dalam ember yang telah kami bawa untuk membersihkan makamnya.

Oh ya, cara orang-orang di sini memperlakukan makam sangatlah menarik.
Makam tak melulu identik dengan bunga. Mereka meletakkan banyak hiasan pula di sini.
Ada yang memasang kincir angin mainan, rosario, robot-robotan, patung-patung dan masih banyak lagi.
Selain itu, pada batu nisannya yang lebar-lebar itu mereka menuliskan banyak hal. Ada yang mengharukan ada pula yang menggelikan meski itu sebenarnya ekses dari ungkapan yang terlalu mengharukan dibungkus dengan hal yang berbau komedi.

Selesai ke makam si Joe kami beranjak ke Macquarie Center.
Tujuan kami adalah Vodafone Center untuk mengambil Blackberry Bold-ku. Tapi setelah capek-capek jalan ke sana kami harus kecewa karena ternyata mereka kehabisan paket Blackberry Bold.
Well, kami lalu memutar arah ke Parramatta.

Sebelum sampai ke Westfield, kami mampir sebentar ke McDonalds untuk sarapan.
Satu hal yang paling menyenangkan di sini adalah karena McDonalds memiliki paket sarapan yang sangat menyenangkan dan mengenyangkan dengan harga yang relatif murah. Selain itu, satu hal yang tak pernah dan tak bakalan pernah terjadi di Indonesia tampaknya, yaitu bahwa aku bisa menemukan beacon babi di McDonalds sini! So, pagi itu ditemani langit yang membiru dan angin bertiup sepoi, suhu berkisar di 25 derajat dan burung-burung yang memberikan salam selamat pagi, kami menyantap dengan lahap dan menikmati hingga tandas….

Pukul 11.00 am lebih sedikit, Westfield pagi itu belum terlalu ramai, kamipun bersigap cepat menuju ke counter Vodafone yang berada di lantai 3 superstore Parramatta itu.
Dan untungnya mereka masih memiliki satu blacberry bold yang belum terjual, yup tinggal satu! Bayangkan!
Setengah jam kami dijelaskan tentang banyak hal hingga akhirnya segala persyaratan selesai pada menit ke 45 kira-kira. Maka… aloooohaaaa akhirnya Blackberry Bold di tangan. Itu berarti akses email ada di genggamanku.

Waktu tak terasa telah bergulir ke 12 siang, kamipun segera pulang ke rumah.
Seusai makan siang kami lantas beristirahat hingga sore menjelang.

Seperti halnya minggu lalu, sabtu dan minggu ini kami berencana ngumpul lagi di rumah Rinda dan Paul di Newtown sana. Pukul 06.30 pm kami sudah berkendara menuju ke kota.
Sebelumnya kami mampir terlebih dahulu ke restaurant Chinesse food untuk membeli bakmi. Irna, teman dekat kami kebetulan berulang tahun maka tak salah kami membawakan mie karena menurut tradisi Cina, makan mie pada saat berulang tahun itu adalah sebuah pengharapan untuk umur panjang, sepanjang mie yang memang panjang-panjang itu.

Karena ini malam minggu jalananpun macetnya ampun-ampunan. Terlebih menjelang Harbour Bridge, kemacetan cukup parah melanda dua lane yang tersisa untuk arah ke kota.
Aku berusaha untuk tidak temperamental menghadapi kemacetan seperti itu. Kulayangkan pandanganku ke udara dan pemandangan sekitar dan wowww! Begitu indah!
Matahari sudah condong ke barat, sinarnya menyentuh ujung-ujung atas Harbour Bridge, bangunan-bangunan pencakar langit di CBD sana serta dedaunan di ujung pohon teratas. Langit biru dan permukaan air laut di teluk yang mengemas berkilauan. Dahsyat!

Temaram pukul 07.30 pm sampailah kami di rumah Paul.
Paul, Rinda, Irna, Jaya dan si kecil Geri telah berada di sana.
Aku didaulat untuk memimpin doa bagi ulang tahun si Irna dan selebihnya kami MAKAN!!!!

Di meja, selain mie tersedia juga babi goreng, cumi goreng, ayam goreng dan sayuran serta bulatan-bulatan cokelat yang dalamnya terisi sedikit liqueur. Selesai makan kamipun bersantai ria sambil berkaraoke.
Lagu-lagunya? Ya apalagi kalau bukan lagu-lagu Indonesia! Aku, Jaya dan Joyce, kami nyanyi bareng-bareng sementara Rinda, Irna dan Paul sibuk menyimak foto-foto pernikahan kami oktober lalu lewat laptop.

Malam semakin menggagahi, tak terasa pukul 11.30 pm.
Kami bersama Irna dan Jaya berpamitan untuk pulang karena keesokan harinya kami janjian ke gereja pagi bareng-bareng.
Jalanan di city semakin malam ternyata semakin macet. Banyak orang bersuka ria di pub-pub serta club-club di sepanjang jalan. Mereka bahkan sampai rela mengantri masuk, dan sembari mengantri mereka pun tetap bercanda ria di pinggir jalan.

Menyenangkan?
Iya. Tapi ada juga rasa jengkel melihat semua itu karena mereka seperti lupa bahwa mereka ada di jalan, public facility yang tetap dipergunakan oleh orang lain yang bukan rombongannya.
Lalu lintas pun menjadi macet karena ramainya orang melintas dan mobil-mobil yang lewat.

Setelah mengantar Irna dan Jaya pulang dan selepas Harbour Bridge, barulah lalu lintas menurun intensitas kemacetannya dan berangsur-angsur menyepi.

Kembali kami berada pada situasi yang sangat kusukai. Sepi, mendengarkan musik-musik Indo genre 80-90an dan ngobrol banyak hal dengan Joyce.

“Ada gosip ngga dari Indo?” tanya Joyce tiba-tiba.
“Gosip apa nih?”
“Ya gosip anak-anak persekutuan doamu atau temen-temen lainnya gitu…”
“Oh banyak.. aku banyak dapet dari chatting seminggu kemarin bareng mereka hahaha”

Kamipun lantas bergosip ria dan berketawa ketiwi meski tak sampai terbahak-bahak hingga tiba di rumah.

Sesaat sebelum tidur kami mengajak Simba keluar ke kebun belakang untuk berak dan kencing.
“Wah nggak terlalu dingin ya sekarang, Hon..” kataku pada Joyce.
“Cieee.. yang udah mulai terbiasa…” sahut Joyce sambil tersenyum.

Aku membalas senyum, termangu memandang bulan yang tampak kinclong tanpa terhalang awan ditemani bintang-bintangnya yang berkedipan kemayu.

Ah indahnya kehidupan!

WestFields
Terminal dan Stasiun Parramatta!
Yang di seberang itu adalah papan nama Westfield Superstore meski sebenarnya letak pertokoannya di seberang dari situ. Banyak orang menunggu bis di seberang maupun di sebelah sisiku berada. Ya namanya juga terminal

Simba and I
Inilah Simba, anjing lucu yang menjadi sahabat baruku!

BBB
BBB? No, bukan Bukan Bintang Biasa nor Bawang Bombay Busuk tapi BlackBerry Bold!

Sebarluaskan!

40 Komentar

  1. my fav burger: Bacon Lettuce Tomato Burger…ada ngga di sana? heheheh
    makan babi mulu ntar ndut loh. hihihi

    Balas
    • Kayaknya ada sih di sini…
      Gendut? Tenang, jarak rumah ke gym ngga terlalu jauh kok hahahah!

      Balas
  2. wah, lama2 baca postingan2mu, aku bisa apal posisi jalan dan tempat di situ, don.
    yah, untuk sekarang sih yg nyantol baru parramatta, hehe….
    ngomong2, kira2 ada gak ya, orang ostrali yg ke indonesia, terus nggawe semarang, seratus hari pertama, aku penasaran, mesti isine pisuh2an thok, sampah lah, angkot semrawut lah, banjir lah, hahaha….

    Balas
    • Hahaha ide menarik kuwi…
      Kowe kawin karo wong Ostrali wae njuk dikongkon pindah semarang ;)
      Piye? Setuju? Heeh ?!?

      Balas
  3. wah, agaknya mas donny sudah mulai bisa beradaptasi di lungkungan yang baru. semoga makin kerasan di negeri seberang, mas donny, kan nilai kesetiaan, kenyamanan, dan kebahagiaan sudah ada di sini, hehehe …

    Balas
  4. kayaknya enakan strawberry deh mas :D atau blue berry. atau acai berry .. jiakaka

    Balas
    • Paling enak ya Meriem Berrina :)

      Balas
  5. setelah kerasan sekarang sudah mulai merasakan “indahnya kehidupan” yaa ?
    btw, jadi penasaran, … makam dengan hiasan robot-robotan .. seperti apa yaa ?

    Balas
    • Ya makam biasa tapi di atasnya ditempel robot-robotan gitu, Mas…

      Balas
  6. Duhh asyiknya yang dapat BBB….
    Sidney macet ya malam Minggu?…..
    Saya pernah mendengar kalau makan mie, sebaiknya jangan dipotong-potong, karena mengharapkan usia panjang seperti usia mie itu. Tapi Donny, jauh2 ke Sidney, makannya mie?
    Saya sempat seminar seminggu di Brisbane, tiap siang makanannya bervariasi…..dan khas makanan Queensland…enak dan mirip makanan di Jawa. Ada salad yang daunnya entah apa aja namanya, tapi semua makanan tsb enak….dan yang ga tahan semuanya dalam porsi besar..lha iyalah kan orang Aussie rata-rata tinggi besar.

    Balas
    • Sama seperti di Jakarta dan kota-kota besar manapun di dunia, kemacetan pun melanda Sydney, Bu..
      Cuma bedanya, tingkat penanganannya yang cukup terstruktur dengan baik di sini sehingga macet itu bukan berarti berhenti tapi jalan pelan-pelan.
      Istilah Jakartanya Padat Merayap :)
      Saya hampir tiap hari makan masakan Indonesia, Bu :) Hehehehe…

      Balas
    • Hehehehe, matur nuwun Pak Dosen!

      Balas
  7. gimana? setelah diuji coba, worth buying ga? soalnya aku mau beli yang pearl 8110 udah ga ada, disuruh pesen yang bbb ini (n katanya itu juga waiting list nya panjang) Aku ga jadi pesen soalnya ga ada yang warna biru :p

    Balas
    • Sangat wort buying!
      Ngga ada nyesel-nyeselnya dah!
      Keyboard yang convenient to use, blackberry service yang stabil dan yang pasti genggamannya enak ;)
      Ayo beli!

      Balas
  8. Hari yang menyenangkan! O ya, Semoga segera dapat kerjaan biar punya kesibukan.

    Balas
    • Trims dan AMIN untuk doanya, Pak!

      Balas
  9. wah mudah mudahan makin kerasan mas dan foto pas dimakam nggak ada mas he
    tapi ngomong macet tapi nggak separah jakarta kan om
    tidak lupa selamat untuk 3B nya hahaha bukan bawang bombay busuk hahaha ada 2 aja mas

    Balas
  10. Umm, saya baru tau pemakaman disana begitu unik, apa ada kuncen juga seperti di Indonesia?

    Balas
    • Ada, tapi pengelolaannya tidak perorangan tapi terstruktur dan kita tidak perlu memberikan tips setiap kali nyekar karena pungutan biaya adalah per periode oleh kerabat yang dimakamkan disitu.
      Begitu setahuku…

      Balas
  11. Ehmmm … kapan ya punya blackberry… :)

    Balas
  12. Uhui!
    Si Donny sudah menemukan iramanya.. Apalagi ditemani dengan istri tercinta, Simba sahabat baru, BBB, dan menu babi di McDonalds!
    What a wonderful world ya, Don! hehe…
    Glad to hear that youre doing just fine…
    Btw, I have something for you… Check di blog aku ya, Don…

    Balas
    • Waduh ada artis blog baru ngirim komen hahahah!
      Makasih Jeung hadiahnya, nanti semoga bisa dikirim secepatnya ke Sydney oleh ortu atau adikku…
      Skali lagi, matur nuwun!

      Balas
  13. Wah, kantor pelayanan publik buka pada saat weekend, cepat pula pelayanannya? Kapan ya disini bisa setertib itu?
    NAh, gitu dong.. udah ada foto-foto lokasinya, ditunggu yang lainnya yah !
    Have a nice day !!

    Balas
    • Ndak semuanya buka sih Mbak tapi rata-rata yang penting-penting buka… atau kalaupun di satu tempat ndak buka biasanya ada list di lokasi lain dimana yang bisa kita catch up dengan mudah :)

      Balas
  14. Selalu saja say ngiri bila membandingkan pelayanan di negeri ini dengan negeri orang lain. Tapi gmana pun I LOVE INDONESIA

    Balas
    • Saya menulis tidak untuk mencari mana yang terbaik tapi justru bagaimana caranya supaya apa yang tampak baik diambil indonesia dan tidak baik ya ditinggalkan saja.
      Gimme Five! Aku juga cinta Indonesia.. sangat.. sangat!

      Balas
  15. clingak-clinguk di sini, maaf pendatang baru pengen kenalan :D

    Balas
    • Sini, sini.. duduk sini…
      Salam kenal ;)

      Balas
  16. Lengkap dong sekarang B1, B2, B3
    :mrgreen:

    Balas
    • Waduh… kalau B2 saya rajanya.. B3 saya juga as long as itu adalah BlackBerry Bold.. tapi B1? Aih, saya pecinta anjing, ndak mungkin makan dagingnya :)

      Balas
  17. oh iya mas dapat salam dari mas Taufik MH dan kawan 2 teknisi mikrotiknya UIINET

    Balas
    • Salam balik Mas buat Mas Taufik dan team.
      Loh anda teamnya juga tho..?
      Wah nanti kalau saya balik Indo smoga bisa ketemuan.
      Gayeng ketoke!

      Balas
  18. nomor PIN blackbery messengernya berapa ? he he

    Balas
  19. beli? padahal dollar sekarang 12 ribu? ntar deh hehe *lagi merenungi diri sendiri yang boros, balik belum 2 bulan udah beli lebih dari 20 buku =)) lho, kok malah curhat, OOT lage :p *

    Balas
    • Hayah… beli buku aja cuma bisa buat dibaca hahaha

      Balas
  20. keren tuh foto BBB nya

    Balas
  21. Kowe kok mangan lemak terus tho? Olah raga po ra? Aja nganti aweke dewe ketemu kowe wis nyaingi bojomu lho. Hehe.

    Balas
  22. We sell all brand and latest Electronics such as Mobile phones, Pda, Laptop, Notebook, iPods, Digital Camera, GPS, Plasma Television, Games at affordable and competitive prices.
    Our BONANZA are:
    Buy 2 units and get 1 unit FREE.
    Buy 5 units and get 2 unit FREE including shipping.
    Our products are Brand New ( Mobiles are Unlocked ) with complete accessories and it comes with 18 months international Warranty and 8 months Return Policy.
    We make shipment through reliable Courier Service ( FedEx/ UPS / DHL ) it deliver within 2days directly to you at your door step.
    For further Inquiry and Order Placement, Contact us as below :
    Email: globatechltd@gmail.com
    Email: globatechltd@hotmail.com
    Msn: globatechltd
    Skype: globatechltd
    Tel: +447035956749

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.