Dua kali dalam lima tahun pertama tinggal di Sydney, Australia aku mengalami fenomena alam yang belum pernah kualami sebelumnya yaitu langit yang tiba-tiba berubah warna; tak hanya biru dan kelabu, dua warna yang mengindikasikan cerah dan mendung.
Rabu, 23 September 2009.
Pagi itu seperti biasa aku bangun jam setengah enam pagi. Tapi yang menjadi agak sedikit luar biasa adalah suara angin yang begitu kencang di luar, menderu-deru mengalahkan kicau burung yang biasanya terdengar meriah.
Penasaran lalu kubuka jendela kamar dan astagaaaa? langit menjingga, matahari tak tampak sama sekali meski aku bisa melihat sekeliling yang berarti sinarnya sampai ke permukaan bumi.
Segera kubangunkan istriku, kupikir ini adalah fenomena biasa yang terjadi di Australia namun pertama kali kualami karena waktu itu aku bahkan belum segenap setahun tinggal di sini.
Joyce bangun, melongok ke jendela dan hanya takjub berkomentar, ?Oh my goodness!?
Aku panik meski aku tak ingin menampakkannya ke Joyce yang waktu itu mengandung Odilia, anak pertamaku.
Pikirku, ini kiamat! Tapi otakku bekerja, kalau ini kiamat, harusnya daerah lain di seluruh penujur juga mengalami hal yang sama. Segera kubuka Facebook dan fiuhhh aman? tak terjadi apa-apa di Indonesia.
Aku lalu turun ke bawah, menghidupkan televisi dan mencari berita. Dengan bahasa Inggris yang waktu itu masih jauh lebih buruk dari sekarang, aku mendapatkan informasi bahwa sedang terjadi badai pasir, dust storm. Sekonyong-konyong ada angin super kencang dan berukuran besar yang menerbangkan debu pasir di padang gurun sisi barat daya negara bagian New South Wales menuju ke arah laut Tasmania di sisi timur Australia. Badai itu mengenai tiga negara bagian, ACT, New South Wales dan Queensland. Menariknya, hal ini bukan yang pertama terjadi tapi yang terburuk dalam 70 tahun terakhir.
Hingga sekitar pukul 8 pagi, langit masih pekat meski tak lagi jingga tapi kuning.
Pukul 10, matahari berangsur menampakkan diri, langit masih kuning tapi semakin tipis menyerupai mendung tebal. Jelang tengah hari, warna biru mulai tampak dan pukul 2 siang, langit cerah seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya.
Simak di URL ini untuk keterangan lebih lanjut tentang dust storm yang terjadi waktu itu beserta foto-fotonya.
Kamis, 17 Oktober 2013
Hingga jelang tengah hari, tak ada satupun yang aneh dengan langit, biru, menyenangkan. Tapi keganjilan mulai terjadi sekitar jam 2 siang. Dari arah barat, langit tampak menguning. Kuningnya tak lebih pekat dari dust storm yang kuceritakan di atas, tapi ketika pada akhirnya menyelimuti langit seluruhnya, perasaan ?panik? muncul lagi.
Kubuka situs web berita dan kudapati bahwa langit berubah seperti itu karena kebakaran hutan yang kian meluas di sisi barat kota Sydney. Pengamat menyatakan bahwa ini barulah permulaan karena tingkat kekeringan yang begitu tinggi serta temperatur yang juga diramalkan akan semakin meninggi mengingat ini baru musim semi dan musim panas baru mencapai puncaknya desember – januari serta tiupan angin yang kencang bisa saja memperparah keadaan dalam beberapa waktu ke depan.
Jadi, siapa bilang langit itu biru warnanya?
Alam bisa mengubah-ubahnya dan kita hanya bisa menerima apa-adanya…
Tinggalkan Balasan