Walk the talk

26 Agu 2017 | Kabar Baik

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:3)

Kesalahan orang-orang Farisi dan ahli Taurat tampak jelas dalam perkataan Yesus di atas. Mereka dalam istilah masa kini adalah orang-orang yang nggak mau ‘walk the talk‘, nggak mau menjalani apa yang mereka katakan.

Orang-orang tersebut adalah orang-orang bertipe sok bos alias bossy. Bos menggagas perintah dan aturan lalu meminta anak buahnya untuk mengerjakan, ia sendiri ongkang-ongkang kaki, “Toh gue dibayar untuk bikin aturan bukan untuk menjalani!”

Jadilah pemimpin karena pemimpin mengajak anak buahnya untuk bersama-sama mengerjakan. Pemimpin dibayar tak hanya untuk bikin aturan, tak hanya untuk menjalani aturan tapi juga untuk menjadi pemimpin!

Tapi aku bukan pimpinan dan bukan pula bos! Aku hanya pegawai biasa jadi aku tak perlu bersepakat dengan ‘walk the talk’ itu, Don!

Menurutku semua orang adalah pemimpin karena selama hayat dikandung badan kita dipercaya Tuhan untuk setidaknya memimpin diri kita sendiri.

Bagaimana kita membawa diri ini untuk berada di jalurNya adalah bagaimana sebuah kepemimpinan yang menjalani apa yang kita katakan, ‘walk the talk’ diaktualisasikan.

Contoh paling gampang adalah saat kita mengucap doa Bapa Kami. Pada penggalan ‘…dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami’ banyak orang yang gagal menjalankannya.

Kedua frase itu berhubungan, jika mau diampuni Tuhan, ampunilah kesalahan orang lain. Mudah! Mudah? Susah! Sudahkah kita melakukannya? Atau jangan-jangan kita enggan untuk memaafkan orang yang bersalah tapi ngarepin Tuhan ngampuni kesalahan kita?

“Gimana mau memaafkan, dia sendiri nggak merasa bersalah kok?” atau “Memaafkan? Tunggu 1000 tahun deh baru kumaafkan!” seolah ia akan hidup seribu tahun lagi ya? Hehehe…

Menjadi seorang yang mengikuti Yesus adalah menjadi seorang pemimpin sepertiNya. Yesus adalah Anak Allah, Ia sehakikat dengan Bapa. Ia membuat segala aturan tapi Ia sendiri yang merelakan diri, sudi turun ke bumi untuk memberi contoh kepada manusia tentang bagaimana cara mengikuti aturan-aturan tersebut dengan jalan menjalaniNya sendiri.

Sydney, 26 Agustus 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.