Walk on

18 Okt 2010 | Cetusan

Menikah adalah momentum yang mendebarkan, demikian kata sejuta orang.. atau semilyar barangkali…
Tapi tahukah kamu bahwa momentum berada di mobil pengantin sendirian sebelum berangkat ke gereja untuk penerimaan sakramen pernikahan adalah sesuatu yang juga tak kalah mendebarkan dan mengharukan?
Sebagai seorang individu yang hendak ‘disatukan’, momentum tersebut sangatlah penting.
Bayangkan, sepanjang apapun perjalananmu semenjak lahir hingga saat itu, sesusah dan se-menyenangkan apapun jalan hidupmu sebelumnya, se-jaya apapun masa lajangmu serta tak lepas dari berapa puluh ataupun barangkali ratus orang yang telah pernah sanggup kau taklukkan untuk jadi kekasihmu, semuanya akan berakhir saat supir mobil pengantinmu menginjakkan rem untuk menghentikan laju, tepat di depan pintu gereja!
Saat itulah, begitu kau buka pintu dan menapakkan kaki ke halaman gereja, semua orang hadir akan melongok dan melihatmu bukan lagi sebagai kamu yang dulu yang piawai, tapi kamu yang… “Busettt! Ini anak berani bener nikahin anak orang? Pake acara sumpah-sumpah segala di depan Allah!?”
Lalu apa yang kulakukan saat itu, saat di mobil pengantin itu?
Segera sesudah mobil bergerak menuju gereja tempat pemberkatan yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan, dari rumah tante yang dijadikan basecamp di Cibubur, aku merenung ke belakang tentang apapun yang telah kualami dan boleh terjadi sedari lahir hingga saat itu, baik-buruk dan susah-senang. Aku biarkan labirin-labirin otakku berekspresi mengenang semua itu, tak kulibatkan hati sedetik pun supaya secara mekanis, otak benar-benar optimal menghadirkan apa yang tanpa tedeng aling-aling bisa dihadirkan saat itu.
Lalu, kira-kira memasuki paruh akhir perjalanan, kuhentikan kenangan, lantas kudaraskan doa.
Bersyukur atas penyertaanNya melalui orang tua, adikku, kerabat serta sahabat dan semua pihak yang telah menaburkan cinta ke dalam hidupku.
Tak ketinggalan, aku mendoakan mereka yang pernah ‘singgah di hati’, mengucap maaf untuk segala salah yang pernah terbuat sekaligus terimakasih atas kasih mereka pada masa mereka… menatap langit; berharap ia memantulkan itu semua pada mereka.
Masih dalam doaku, aku lalu membayangkan seorang diri sedang menutup pintu hati yang telah lama terbuka, mencangklongkan gembok pada lubang penghubung dahan pintu dengan temboknya, lalu menguncnya. Sesaat sesudahnya kutempelkan sebuah papan pada dahan pintu sebelah kiri dan menuliskan pesan singkat tapi jelas, “Maaf, pendaftaran sudah tutup!” :)
Kira-kira dua lampu lalu lintas menjelang gereja, kukeluarkan pemutar musik digital dari balik saku jas-ku, kusumpalkan corong ke telinga dan kuputar lagu yang telah lama kupersiapkan sebagai bakal ‘lagu terakhir’ yang akan kuperdengarkan sebelum aku masuk ke lembaga pernikahan, Walk On – U2.
And love is not the easy thing
The only baggage you can bring…
And love is not the easy thing…
The only baggage you can bring
Is all that you can’t leave behind

Degup jantungku yang kian menderu itu seolah bersatu dengan suara Bono menyuarakan kisah tentang langkah tegap seseorang dalam menghadapi kehidupan, apapun itu persoalan dan tikungan-tikungan yang menunggu di depannya.
Happy 2nd anniversary, istriku! Mari terus melangkah bersama!

Sebarluaskan!

20 Komentar

  1. Semoga dikaruniai kebahagiaan masbro… happy 2nd anniversary

    Balas
  2. Happy Anniversary Don… semoga nikahmu langgeng. Ojo koyok artis.

    Balas
    • Smoga dibaca istrinya mas DV… romantis euy … di publish diruang publik :D

      Balas
  3. Selamat ya Don…! Lagi2 tulisanmmu bikin aku terharu.. Doaku untukmu dan keluarga.

    Balas
  4. Kenangan yang indah dan memang pantas di kenang Don………..! Debar jantung yang berdegub keras itu karena peristiwa luar biasa yang mau disongsong………..Selamat……..GBU

    Balas
  5. Selamat ultah pernikahan :) GBU & fam.

    Balas
  6. Ahhhh Don. Baru 2 tahun ya. Aku kira sudah mo 3 lho…. ternyata kamu masih termasuk pengantin baru…
    Selamat ya. Semoga langgeng… :)

    Balas
    • Begitupun aku, Saya kira mas DV ini sudah cukup lama.. ternyata baru dua tahun.. Smoga langgeng mas DV :D

      Balas
  7. Selamat anniversary semoga langgeng mas DV dan keluarga :)

    Balas
  8. wah, ternyata tulisan ini dalam rangka 2nd anniversary, selamat untuk kalian berdua, semoga langgeng selamanya.
    btw, pengalaman saya menikah, salah satu momen mendebarkan adalah saat acara meminang. Sesuai dengan agama/adat di daerah saya, keluarga saya akan datang ke mempelai untuk meminang, saat dialog itulah yang sangat mendebarkan bagi saya. :-)

    Balas
  9. Wuuiiih jalan masih panjang… :)
    Moga langgeng sampai akhir hayat. ^__^

    Balas
  10. Mas DV meskipun meskipun baru kunjungan pertama, saya ucapkan selamat merayakan ultah pernikahan ke 2

    Balas
  11. Renunganmu selalu menarik untuk diresapi, Don …
    Selamat ulang tahun pernikahan yang kedua. Semoga berlanjut hingga yang ke tiga, ke empat, dan ke sekian puluh, hingga Tuhan memanggil salah satu dari kalian ke dalam pelukanNya …

    Balas
  12. So sweet :D, Selamat Ulang Tahun Pernikahan ya Don!!
    Semoga Panjang Jodoh. Kudoakan kalian senantiasa sehat, rukun, banyak berkat, dan senantiasa dalam lindungan Tuhan. Salamku untuk Joyce dan Odi.

    Balas
  13. hehehe..mantaf sob..selamat atas ulangtahun pernikahannya sob

    Balas
  14. Suara hati yang sama saya ucapkan untuk orang-orang yang telah memutuskan untuk “diikat” hehehe.. Semoga langgeng, bro!

    Balas
  15. Happy anniversary ya Donny dan Joyce…

    Balas
  16. Selamat ya, buat Donny dan Joice..semoga bahagia sampai kaken ninen
    (maaf telat…udah lama tak sempat BW)

    Balas
  17. happy anniversary ya mas…sampaikan salamku untuk mbak joyce :)
    semoga kalian berdua bahagia sampai sang kekal memisahkan.

    Balas
  18. happy anniversary yo, Mas..
    God bless you and your family :)

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.