Apa yang kamu lakukan ketika doa?
Apa pula yang kamu harapkan di dalamnya?
Aku ingat betul, sekitar empat tahun yang lampau, ketika sedang bersantap malam bersama dengan beberapa teman, salah satu teman dekatku bertanya sinis padaku
“Kamu tuh ngapain mau makan kok pakai acara doa? Biar kelihatan menonjol gitu?”
Terus terang aku terkaget-kaget ketika itu karena tak menyangka ia akan begitu offensive-nya menyerangku, padahal sebelumnya tak banyak masalah yang kudapatkan darinya.
Untuk beberapa saat saya pun bengong tak menjawab, tapi sekitar 2 menit berikutnya aku mencoba menjawab
“Hmmm.. ya bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan atas makanan yang kuterima.”
Lalu sekali lagi, dengan sinisnya, ia pun mencibir dan bicara “Hhhhh.. apa kamu pikir Tuhan ndak tahu kamu sedang makan dan sedang berterimakasih?”
Aku lalu geleng-geleng kepala lagi, entahlah apa maunya teman dekatku itu tadi. Hingga akhirnya sekitar dua tahun yang lampau ketika ia menikah, aku sempat kaget ternyata
ia menikah juga di gereja, karena kupikir ia sudah tidak mau menginjakkan kaki lagi di gereja.
Dan, ehhh.. sekarang pun hampir setiap minggu aku melihat mobilnya diparkir di areal parkir Gereja St Antonius Kotabaru Yogyakarta untuk mengikuti ekaristi mingguan bersama
anak dan istrinya.
Ya, aku hanya bersyukur dan berharap semoga ia sekarang mengerti kenapa dulu aku berdoa setiap menjelang makan :)
Aku berdoa untuk bersyukur, tak lebih.
Aku sangat jarang berdoa untuk meminta, karena Dia telah memberikan aku kelebihan, tak kurang.
Kalaupun aku meminta, aku takut tak dikabulkan dan aku bisa kembali “ilfil” kepadaNya.
Maka lebih baik aku bersyukur aja.. dikasih syukur, nggak dikasih juga disyukurin.
Kalau menurut kamu, berdoa itu untuk apa?
Sekedar stor tampang ke Tuhan?
Meminta sesuatu sesuai keinginanmu?
Meminta sesuatu sesuai kebutuhanmu?
Bersyukur?
Atau apa ?
Tinggalkan Balasan