Udah bertobat?

1 Feb 2018 | Kabar Baik

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat (Markus 6:12)

Hari ini Kabar Baik menyatakan bahwa kita harus bertobat. Pemakaian kata ?harus? menunjukkan urgensi yang tinggi terhadap pertobatan.

Kenapa bertobat itu harus? Karena kita rentan terhadap dosa. Dosa, menurut Katekismus Gereja Katolik 1440 adalah bentuk penghinaan terhadap Allah dan pemutusan persekutuan dengan Dia. Jadi, kecuali kamu adalah orang yang sudah tidak berdosa lagi maka kita tak perlu bertobat.

Tapi bagaimanakah bertobat itu?
Bertobat bagiku adalah mengakui dan menyesali kesalahan di hadapan Tuhan melalui sakramen pertobatan. Untuk itu kita perlu kerendahan hati untuk mengakui dosa.

Itu saja? Belum selesai!
Aku teringat apa yang dikatakan Yesus pada perempuan yang ketahuan berzinah dan hendak dirajam itu. Seperti ditulis Yohanes, Yesus berkata, ?Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi!? (Yohanes 8:11).? Artinya, pertobatan adalah perjuangan yang dilakukan seumur hidup untuk tidak berbuat dosa lagi. Pertobatan tak?kan pernah dan jangan sampai terhenti sebelum kita mati.

Beberapa hal yang kurenungkan terkait pertobatan adalah seperti di bawah ini:

#1 Yg terpenting adalah memulai

Bertobat butuh awalan, butuh momentum. Momentum identik dengan perubahan nyata. Misalnya seorang hobi masturbasi. Ketika menyatakan tobat, ia memanfaatkan suatu waktu untuk tidak masturbasi lagi.

Pertobatan tanpa awalan adalah NATO alias No Action, Talk Only!

#2 Diri ini lemah, jatuh itu biasa… tapi tak wajar!

Sesudah berhenti bermasturbasi sebulan lamanya, tiba-tiba di dalam bis secara tak sengaja bersenggolan dengan lawan jenis yang seksi. Sampai rumah? duh, masturbasi lagi!

Manusia itu lemah, jatuh itu biasa.

Tapi wajar? Tidak! Jangan mewajarkan kebiasaan karena itu sama seperti meniscayakan bahwa kita ini lemah untuk selamanya. Kalau hidup hanya untuk lemah sepanjang hayat lantas apa gunanya kamu dihidupkan?

#3 Tuhan menguatkan, jadi saat terjatuh ya bangun lagi

Tanpa bantuan tentu kita lemah tapi Tuhan menguatkan. Percuma percaya Tuhan kalau kamu tidak percaya pada kekuatanNya. Percuma kamu sering ke Gereja tapi tak mencoba bangun dari keterpurukan dosamu.

Jadi misalnya kamu jatuh lagi dalam dosa masturbasi bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu menguatkan adalah dengan tidak bermalas-malasan untuk mengambil langkah pertama yang ada di list ini yaitu memulai lagi untuk tidak bermasturbasi.

Berat? Banget! Tapi Tuhan itu Maha Kuat tak ada yang terlampau berat bagiNya?

#4 Tobat tidak akan pernah selesai sampai hidup kita terselesaikan

Pernah dengar orang berkoar, ?Aku sudah bertobat!?

Salah? Tidak!
Tapi yang lebih benar menurutku adalah ?Aku sedang bertobat!? Karena bisa jadi kita jatuh berbuat dosa lagi.?Lalu kalau ada yang tanya, ?Sampai kapan selesainya pertobatanmu?? Jawab saja, ?Doakan supaya aku tak jatuh lagi??

Karena hidup ini pada dasarnya adalah sebuah proses, sebuah ?sedang?.

#5 Tobat itu berdamai dengan Allah. Sudahkah kamu berdamai dengan manusia?

Ketika kamu sudah menerima sakramen pertobatan, kita telah didamaikan dengan Allah tapi sudahkah kamu berdamai dengan manusia?

Misalnya kamu selingkuh lalu pergi ke Gereja untuk menerima sakramen pertobatan atas perselingkuhan yang kamu lakukan. Tapi semuanya tak berhenti di situ. Kamu perlu meminta maaf juga kepada pasangan yang kamu selingkuhi.

?Tapi aku belum omong ke istriku kalau aku dulu selingkuh, Don! Toh Tuhan sudah mengampuni, untuk apa sih ngaku ke istri??

Tuhan telah mengampuni dosa perselingkuhanmu tapi kamu bohong dan kebohongan itu dosa! Jangan sampai bikin dosa berlipat dosa alias dosa kuadrat hanya karena pertobatan yang setengah-setengah?

Sydney, 1 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.