Tuhan, kita, sesama dan cinta

6 Nov 2018 | Kabar Baik

Mari tak bosan-bosannya bicara cinta karena Tuhan kita Yesus Kristus adalah sosok yang mempromosikan cinta menjadi kekuatan dalam hidup kita. 

Ada dua hukum utama yang diutarakan Yesus dan kedua-duanya menyoal cinta kasih.

Pertama, kita diminta mengasihi Tuhan Allah dengan dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan. (lih. Markus 12:30)

Kedua, kita diminta mengasihi sesama manusia seperti halnya kita mengasihi diri sendiri. (lih. Markus 12:31)

Ada hubungan yang begitu menarik dalam konteks ini. Kita, Tuhan dan sesama diikat dalam Cinta. Kita dan sesama ciptaan Tuhan demikian juga cinta berasal daripadaNya.

Sehingga ketika kita mencintai Tuhan, tak mungkin bagi kita untuk tak mencintai sesama. Cinta untuk keduanya adalah cinta yang sama dan sesama kita asalnya sama dengan kita,  daripadaNya.

Demikian juga ketika kita merasa mampu mencintai sesama tapi tak menghormati bahkan cenderung tak mengakui Tuhan itu sama tidak mungkinnya karena bagaimana mungkin kita mencintai kalau kita tak mengakui sosok yang menciptakan cinta di dalam hati kita?

Jadi kalau ada orang yang merasa tak perlu untuk mengakui Tuhan asalkan ia bisa melakukan yang terbaik bagi sesama, hal itu patut kita jadikan permenungan dan bersikap adakah hal itu bisa kita jadikan contoh baik atau tidak.

Atau sebaliknya, ketika ada orang yang mengaku cinta mati kepada Tuhan (dan agama) tapi rela untuk menyerang, mengutuk, mengkafirkan bahkan membunuh sesama karena dianggap tak sama, adakah kita perlu mengikutinya?

Mencintai Tuhan dan mencintai sesama tidaklah mudah, penuh tantangan dan kadang kita merasa gagal melakukannya. Kedua hal itu bagai palang salib yang dan sepanjang hidup kita harus bertekun memanggulnya.

Jangan takut untuk gagal dan kalah karena sudah ada sosok yang hingga mati memanggul salib tanda cintaNya kepada Bapa dan sesama manusia. Sosok itu adalah Yesus, Sang Cinta itu sendiri yang hari ini mengingatkan betapa utamanya mencintai Tuhan dan sesama kita.

Sydney, 6 November 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.