Tuhan itu ada, tapi adakah Ia selalu beserta kita?

25 Mei 2017 | Cetusan

Kabar Baik Hari Ini, 25 Mei 2017

Matius 28:16 – 20
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Renungan

Tuhan naik ke surga!

Dalam ayat terakhir yang ditulis dalam kitabnya, Matius mengungkap sabda pamungkas Yesus, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

Tapi, benarkah demikian? Benarkah Ia menyertai kita?
Benar, Don! Kan ada Roh Kudus, roh penghibur yang mengajar kita untuk selalu ada di jalanNya.

Benar! Tapi pernahkah kamu mengalami satu kejadian lalu kamu tiba-tiba bertanya, “Tuhan, dimanakah Kamu berada?”

Percaya bahwa Tuhan ada itu memerlukan usaha yang bernama ‘mengimani’. Percaya bahwa Tuhan (yang kita percaya ada) menyertai kita, butuh mengimani yang lebih dan lebih lagi!

Aku sering berada di dalam posisi bahwa meski Tuhan itu ada, tapi barangkali Ia sedang tidak menyertaiku. Barangkali Ia sedang bersama kawan-kawan lain yang lebih membutuhkanNya.

Misalnya ketika aku merasa dikalahkan dan diperlakukan tidak adil, aku kerap menuduhNya sebagai pribadi yang tak menyertaiku dan kadang aku berpikir bahwa Ia berada di pihak yang menzolimiku!

Lalu bagaimana caraku kembali sadar dan percaya bahwa Tuhan sejatinya memang benar-benar tak pernah meninggalkan kita?

Ketidakpercayaan adalah emosi

Ketidakpercayaan itu adalah emosi, ketika emosi terluapkan, percayalah kita! Jadi? Luapkan emosi dengan jalan positif sehingga semuanya luruh dan kita kembali bisa percaya. Ambil jalan positif untuk meluruhkannya seperti berolahraga, berlibur, membaca buku atau… menulis sepertiku!

Setelah luapan ketidakpercayaan hilang dan emosi terkontrol, kita tahu bahwa jati diri kita adalah makhluk yang percaya bahwa Ia selalu bersama kita. Kenapa? Karena kita semua berasal dariNya dan karena Ia mencintai kita!

Keberpihakan Tuhan

Tuhan itu Maha Kuasa! Sifat ke-maha-anNya ini menurutku tak hanya karena Ia bisa dan mampu melakukan apa saja tapi juga karena segala kuasa kebaikan yang ada di dunia ini berasal daripadaNya!

Bahkan pada saat kita merasa pada titik terjauh dariNya, kuasa itu menjangkau dan merengkuh kita! Jadi masihkah kita berpikir bahwa kita sanggup untuk hidup barang sepersejuta detik pun tanpa penyertaan dan keberpihakanNya?

Duh kok jadi berat gini topiknya? Selamat liburan dulu deh! Terus terang saya iri karena di Australia ini Hari Raya Kenaikan Tuhan tidak libur sama sekali :)

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.