Tuhan hilang? Adakah yang menyembunyikan?

22 Jul 2017 | Kabar Baik

“Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
(Yohanes 20:13)

Aku pernah bahkan sering merasakan betapa tiba-tiba Dia menghilang! Ia hilang dari mata-hatiku.

Saat isu restrukturisasi di kantor berhembus kencang lalu berusaha bertubi-tubi mencari pekerjaan baru tapi tak ada satupun yang nyantol..

Saat berusaha untuk bekerja dan melayani Tuhan di persekutuan tapi anggota lain seolah tak mengindahkan apa yang kukerjakan dan tak pula membantu…

Atau dulu, saat mbak pacar tiba-tiba meninggalkanku tanpa alasan lain selain karena menemukan pria baru yang lebih tampan dan badannya gak bau campuran asap knalpot dan keringat tengik karena tak punya mobil melainkan motor…

di titik-titik itu aku merasakan kehilangan Tuhan…

Tapi adakah sejatinya Tuhan itu hilang?
Tidak!

Tuhan tampak hilang karena kita terlalu fokus pada hal-hal yang kita anggap selalu ‘identik’ denganNya.

Seperti Maria Magdalena yang hari rayanya jatuh pada hari ini. Di hari minggu pagi, tiga hari setelah Yesus wafat, ia datang ke makam Yesus dan kaget menemukan kuburan kosong.

Pikiran Maria adalah pikiran manusia. Karena ia tahu pada hari jumat sebelumnya, Yesus dimakamkan di situ maka ketika ia datang untuk menjenguk, ia berpikir bahwa Yesus pasti ada. Ketika tak ditemui jenasahnya di situ, Maria kebingungan lalu bertanya-tanya, kemana hilangnya Tuhanku? Siapa yang mengambilNya?

Kita juga sering demikian. Terlalu fokus pada hal-hal yang kita identikkan dengan Tuhan.

Misalnya, kita terlanjur mengidentikkan Tuhan dengan kepenuhan rejeki, hidup yang tak pernah gagal, hidup yang disekitari orang-orang sepelayanan yang punya semangat yang sama.

Tapi ketika kita dihadapkan pada rejeki yang mungkin sedang seret, kita menghadapi kegagalan dan ditolak bahkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai anak-anakNya, kita kelimpungan dan bertanya-tanya, kemana hilangnya Tuhan? Siapa yang mengambilNya?

Kita perlu belajar dari Maria.
Sesaat setelah ia kebingungan, suara yang dikenalnya yang tak lain adalah suara Yesus berseru di belakang Maria memanggil namanya. Maria berpaling dan mendapati Yesus berdiri di depannya.

Tuhan tak pernah hilang karena Ia tak bisa untuk tidak diketemukan!

Ketika merasakan betapa Ia tak ada di tempat dimana biasanya Ia ada dan identik, kita sejatinya ditantang untuk lebih melihat sekeliling karena sapaan Tuhan bekerja secara luar biasa tanpa bisa kita batasi.

Saat kita ketakutan pada pekerjaan, siapa tahu Ia menyapa melalui pengemis jalanan karena dari sana Ia ingin menunjukkan betapa beruntungnya kita dibanding mereka?

Saat kita ditolak oleh tim-tim pelayan, ajaklah mereka yang lain yang selama ini tak masuk hitungan, siapa tahu Tuhan justru ingin kamu memberdayakan mereka supaya mereka juga punya kesempatan untuk menjadi seorang pelayan?

Saat cinta ditolak hanya gara-gara kita nggak pakai mobil, tetaplah tegar dan jangan kecil hati karena kita yakin ada banyak yang belum punya pacar yang justru ingin memeluk dan menyandarkan tubuhnya ke tubuh kerempengmu nan bau itu dari belakang di atas jok sepeda motor butut warisan bapakmu?

Sydney, 22 Juli 2017
di Hari Peringatan Wajib St. Maria Magdalena.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.