Tongseng Jamu

14 Des 2023 | Cetusan

Tongseng jamu, sejauh yang kutahu dan kualami adalah hal yang tak asing di kalangan anak-anak De Britto. Dulu, di jamanku, kalau ada acara kumpul-kumpul bareng kawan sekelas entah itu karena menang adu sepakbola dengan kelas lain atau syukuran, makanannya ya tongseng jamu.

Apa yang ditongseng kok jadi jamu? Daging anjing.
Rasanya? Enak! Sangat enak! Adakah berkhasiat daging itu maka disebut sebagai jamu? Iya nggak tahu selain bahwa khasiat tertingginya terletak pada rasa nikmat yang hadir apalagi kalau ditambah merica dan irisan cabe!

Tapi apa semua anak De Britto menyantap tongseng jamu? Tidak! Ada yang memang tidak doyan. Ada yang menganggap bahwa menyantap daging anjing adalah berlawanan dengan prinsip keagamaannya. Ada pula yang tidak menyantap karena alasan bahwa dia memelihara anjing dan tak tega kalau harus menyantap daging dari hewan yang disayanginya itu.

Alasan terakhir ini pula yang akhirnya pun membuatku berhenti untuk menyantap daging anjing pada 2003. Sejak tahun itu, kedua orang tuaku memelihara anjing, aku jatuh hati pada anjing dan membuat keputusan besar untuk berhenti makan daging anjing sejak saat itu hingga sekarang.

Tapi ketika memutuskan berhenti makan daging anjing, aku toh tetap menghargai kawan-kawan yang tetap menyantapnya. Aku tidak memaksa apalagi merengek kepada mereka untuk berhenti menyantap karena alasan “Kan kasihan! Coba deh kamu datang ke rumahku dan kamu akan melihat betapa cutenya mereka. Lebih cute dari kamu, Su!” Tidak pula dengan alasan “Jangan makan daging anjing nanti kamu kena rabies loh!”

Kenapa?
Karena aku berpandangan bahwa tubuh itu dikelola oleh jiwa sang pemilknya. Tubuhku dikelola jiwaku, tubuh kawanku dikelola kawanku. Aku tak berhak mengatur apa yang tubuh kawanku hendak konsumsi sebagaimana aku juga nggak mau ada kawan yang melarangku makan itu atau ini. Semua harus berasal dari kesadaran diri kecuali kalau memang secara aturan negara menuliskan secara lebih spesifik.

Jadi misalnya suatu waktu negara melarang warganya untuk makan daging anjing dan babi tanpa terkecuali, kita pun harus menaati. Tapi kalau tidak, mari saling menghormati .

Akhir-akhir ini, ramai kontroversi terkait munculnya menu tongseng jamu dalam draft poster Manuk Pulang Kandang (MPK), reuni tahunan SMA Kolese de Britto yang akan diadakan 27 Desember 2023 ini.

Jadi ceritanya ada komunitas penyayang anjing yang keberatan jika dalam acara itu dihidangkan tongseng berbahan baku daging anjing. Bagiku, apa yang mereka lakukan itu tidak salah. Mereka punya hak untuk bersuara dan berkeberatan.

Tapi adakah respon dari panitia bahwa kemudian menu tongseng jamu dihapuskan dari daftar hidangan adalah jawaban terbaik? Ah, lagi-lagi aku tak berhak menilai.

Memang, dalam surat edaran, panitia menyatakan bahwa penarikan menu tongseng jamu katanya diputuskan jauh sebelum ada protas-protes itu?

Jika memang demikian, wahai para panitia yang juga adalah adik-adik angkatanku itu, doakanlah supaya Tuhan memberiku rasa percaya sehingga akupun bisa manggut-manggut tanda percaya bahwa alasannya memang demikian :)

Sebagai balasannya, aku akan mendoakan supaya tahun depan kalau masih ada MPK dan pihak sekolah masih mengijinkan MPK diadakan di kampus maka tidak ada komunitas penyayang sapi, komunitas penyayang kambing, komunitas penyayang ayam yang protes dan kita semua pun pada akhirnya jadi vegetarian.

Aku ingin menutup tulisan ini dengan memberi selamat kepada kawan-kawan yang hendak ber-reuni. Reuni ada untuk mengenang masa lalu. Kenanglah masa lalu ketika kita masih bisa dengan gagah memekik semangat “Tidak takut, Tidak malu Tidak malas” karena siapa tahu tiga hal itu benar-benar sudah jadi kenangan karena nyatanya sekarang kadang kita sudah terlalu renta untuk tahan menerima desakan dan tekanan kanan-kiri lalu atas nama “daripada ribut dan daripada tambah musuh ya kan?” trus kita pun menurutinya begitu saja?

Bagi Tuhan dan bangsaku!

DV
Alumni De Britto ’96.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.