Tiga cara untuk mendengarkan firman-Nya

25 Sep 2019 | Kabar Baik

Di depan orang banyak, termasuk Ibu dan saudara-saudaraNya sendiri, Yesus berkata keras, ?Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.? Hari ini kita diajar Yesus untuk mengerti tentang apa dan bagaimana mendengarkan firman-Nya.

Hal yang kerap kita dengar dari permenungan terkait ayat di atas biasanya begini, ?Jadi, meski kamu rajin ke Gereja tapi kalau tak melakukan kebaikan di masyarakat dan dalam hidup sehari-hari, maka kamu bukan termasuk sebagai Ibu dan saudara-saudaraNya!?

Benar?
Benar!
Mendengarkan firman saja, tidak cukup untuk masuk dalam kategori Ibu dan saudara-saudara-Nya.

Melakukan firman saja, cukup?

Tapi bagaimana sebaliknya? Adakah hal itu berarti bahwa sejak sekarang kita nggak perlu ke Gereja lagi, gak perlu melaksanakan ritual peribadatan lagi yang penting melakukan kebaikan di masyarakat dan dalam kehidupan sehari-hari?

Ya nggak benar juga!
Meski tidak menutup kenyataan bahwa banyak orang yang tidak pergi ke Gereja tapi tetap melakukan perbuatan-perbuatan kasih terhadap lingkungan dan sesama. Banyak yang tak seiman tapi perbuatannya mencerminkan apa yang Yesus inginkan.Bahkan ada yang mengaku sebagai atheist tapi begitu bersahaja terhadap yang miskin dan welas asih terhadap yang sangat membutuhkan.

Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini?

Ya nggak perlu gimana-gimana. Tak perlu juga menghakimi apakah mereka termasuk sebagai Ibu dan saudara-saudaraNya karena itu adalah otoritas Allah semata pada akhirnya.

Hal lebih baik yang bisa kita lakukan justru bersyukur. Mensyukuri kuasa dan kemurahan hati Tuhan yang luar biasa besar. Bayangkan, meski mereka memilih untuk tak percaya baik padaNya maupun Gereja tapi Tuhan masih berkenan supaya mereka mendapatkan peran dalam pekerjaan kasihNya di muka bumi ini!

Selebihnya mari kita kembali pada apa yang dikatakan Yesus dalam ayat di atas bahwa mendengar tetap satu hal yang perlu dilakukan supaya kita dianggap sebagai ibu dan saudara olehNya.

Mendengarkan firman-Nya, bagaimana?

Lalu apakah mendengarkan firman Allah itu?

Bagiku mendengarkan firman Allah mencakup tiga poin penting.

Pertama, kita harus memiliki keterbukaan sikap. Tanpa hal itu maka firman Allah akan berlalu seperti iklan di televisi saja! Ia datang bukan lagi untuk kita dengarkan tapi terdengar saja oleh kita.

Kedua, kemauan untuk mencerna. Firman Allah yang sudah sampai di hati dan pikiran kita perlu dicerna dengan jalan dipahami dan dimengerti menggunakan akal dan budi kita. Di fase ini kita diajak untuk merenung dan meletakkanNya dalam konteks hidup dan pelayanan kita masing-masing.

Ketiga, ambil keputusan. Setelah dicerna dan dimengerti, kita diajak untuk memutuskan, apa tanggapan kita terhadap firmanNya.

Semoga melalui tulisan singkat ini kita jadi mengerti esensi ?mendengarkan firmanNya? dan lebih hirau karena hal tersebut tidak kalah pentingnya dengan ?melakukan firmanNya.?

Sydney, 25 September 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.