Tidak semua orang miskin masuk surga?

4 Sep 2018 | Kabar Baik

Okay, jangan kaget dulu dengan judul bombastis di atas. Aku menuliskannya karena hari ini kita hendak merenungi Kabar Baik yang ditulis Matius dalam Matius 19:16-22.

Ceritanya ada seorang muda yang kaya. Ia bertanya tentang perbuatan apa saja yang harus dilakukan supaya memperoleh hidup kekal.

Yesus lantas menjawab bahwa untuk memperolehnya, pemuda itu harus melakukan segala perintah Allah.

Pemuda itu lalu berkata bahwa semua perintah termasuk jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, menghormati ayah dan ibumu dan kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Dengan penuh antusias, orang muda itu lantas bertanya, ?”Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” (lih. Matius 19:20)

Lalu Yesus menyarankan,? “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (lih. Matius 19:21)

Pemuda itupun pergi, ia sedih karena hartanya banyak.

Banyak dari kita berpikir bahwa benang merah Kabar Baik ini adalah bagaimana seseorang hendaknya menyerahkan seluruh hartanya untuk bisa memperoleh hidup kekal.

Benarkah? Bagaimana kalau setelah orang itu menjual segalanya dan mengikuti Yesus tapi jatuh dalam dosa perzinahan?

Bagiku, fokusnya ada pada penggalan, ?Jika engkau hendak sempurna??

Kesempurnaan terjadi ketika kita berhasil menjalankan seluruh perintah Allah sesuai yang disarankan Yesus pada pemuda itu. Jika ada yang belum, kita harus menjalankannya demi kesempurnaan itu.

Nah, kebetulan yang belum dilakukan pemuda itu adalah menyerahkan hartanya maka itu pulalah yang disarankan Yesus kepadanya.

Harta bukanlah satu-satunya syahwat yang menentukan jatuh bangunnya iman seseorang kepada Tuhan. Ada seseorang yang pernah kaya. Ia nekad meninggalkan semua kekayaannya dan menyerahkan pada anak-anak dan istri demi bercerai dan hidup bersama wanita idaman lainnya.

Ada juga Robin Hood yang menyerahkan harta yang didapat dari rampasannya untuk orang-orang miskin. Sempurnakah ia? Jika sempurna, tentu ia tidak akan merampas harta dan mencari melalui jalan baik untuk membagikan pada yang miskin.

Sempurnakah kita? Sempurnakah kalian? Sempurnakah saya?

Sydney, 4 September 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.