
Di tengah-tengah ratusan bahkan mungkin ribuan artikel yang mendayu-dayukan semangat kemerdekaan baik itu di media blog, mainstream media massa, hingga tugas mengarang yang diberikan oleh
guru bagi anak didiknya di sekolah-sekolah, pernahkah kita menyadari bahwa terkadang kita agak sedikit kebablasan dalam mengartikan kemerdekaan itu sendiri ?
No!
Saya tidak sedang mencoba menulis yang sinis terhadap gegap gempita agustusan ini, tapi lebih pada pernahkah kita menyadari hal itu sebagai satu hal yang juga terjadi tanpa (mungkin)
kita sadari ?
Terhadap orang-orang yang merokok di kendaraan umum ? Pernahkah kita menyadari bahwa ia dan mereka yang merokok di kendaraan umum adalah orang yang sangat ingin memerdekakan diri dari
segalanya termasuk paru-paru banyak penumpang yang tidak merokok disekitarnya.
Terhadap orang-orang yang ber-ngoeng-ngoeng dengan kendaraan untuk menyambut kampanye, demo, kemenangan tim sepakbola kesayangannya atau apapun yang lainnya?
Pernahkah mereka berpikir bahwa pengendara kendaraan dan pengguna jalan selain mereka pun butuh untuk merdeka menggunakan jalan raya sama layaknya dengan mereka itu sendiri ?
Terhadap para pemasang portal di perumahan-perumahan dan perkampungan ?
Pernahkah mereka berpikir bahwa bagaimanapun juga orang lain memiliki hak melintas yang sama seperti pemilik rumah di kawasan tersebut?
Terhadap orang-orang yang memaksakan keyakinan maupun memangkas semangat kebebasan orang lain untuk beriman terhadap satu hal yang beda dari yang lainnya?
Ah… tak taulah harus berkomentar apa mengenai hal ini.
Ada kalanya, dalam permenungan kemerdekaan yang masih boleh kita rayakan setiap tahunnya di saat-saat seperti ini, perlulah kita untuk memikirkan sudah terlalu merdekakah diri kita sendiri
sehingga keberadaannya merenggut kemerdekaan orang lain yang notabene adalah sebagian lain dari bangsa yang telah dimerdekakan dan diatasnamakan oleh Soekarno-Hatta ?
Anyway, Salam merdeka Bung!
Tinggalkan Balasan