Tergerak dan bergerak oleh tanda

1 Des 2017 | Kabar Baik

Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
(Lukas 21:31)

Tiap pagi dan sore, pergi dan pulang kantor aku menggunakan kereta. Ada banyak hal yang kulakukan selama 45 menit perjalanan dan ketika kereta hampir sampai tujuan, para penumpang diberi tanda. Tanda itu tersuarakan lewat corong yang terpasang di gerbong.

Tapi pernah suatu waktu aku terlelap dan tak mendengar tanda maka stasiun tujuan pun terlewatkan. Begitu bangun langsung panik dan berdiri, turun di stasiun berikut dan mencari kereta arah balik.

Kabar Baik hari ini, Yesus bicara tanda. Tanda tak melulu soal kapan kiamat datang karena dalam hidup sehari-hari pun, tanda tak lepas ada di sekeliling kita.

Tanda perlu diperhatikan, tanda perlu direspon?

Seperti misalnya bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah selatan Jogja beberapa hari belakangan. Kejadian itu adalah tanda.

Bagi yang peduli pada hal-hal ?mistik?, bencana itu dijadikan tanda bahwa alam sedang marah atas polah tingkah manusia. Kita tak bisa menyalahkan orang yang mempercayai hal itu, bukan?

Ada juga yang peduli pada lingkungan dan berpikir bahwa seharusnya kalau kita tak membuang sampah sembarangan banjir tak akan terjadi. Sebetulnya kalau kita tak menebang pohon di lereng pegunungan, longsor bisa terhindari. Banjir dan tanah longsor dijadikan penanda untuk hidup berlingkungan secara lebih baik. Sah? Sah!

Tapi ada sekelompok anak muda yang membaca bencana itu sebagai tanda yang memicu bahwa ada manusia-manusia yang kemalangan dan perlu dibantu bebannya. Mereka lantas turun tangan dan mengerjakan apa saja bagi saudara-saudari yang terdampak bencana. Mereka tergabung dalam posko-posko kemanusiaan dan salah satunya adalah Posko Mangkubumi yang kemarin kutuliskan di sini.

Mereka tergerak, mereka bergerak karena tanda. Sudahkah kita tergerak hari ini? Mari bergerak!

Suasana Posko Mangkubumi semalam.

Suasana Posko Mangkubumi semalam.

Seorang dokter muda menyiapkan obat-obatan yang disumbangkan di Posko Mangkubumi untuk dikirim ke lokasi bencana

Seorang dokter muda menyiapkan obat-obatan yang disumbangkan di Posko Mangkubumi untuk dikirim ke lokasi bencana

(Video di atas adalah pemandangan adik-adik angkatanku di SMA Kolese De Britto Yogyakarta, bernyanyi mars sebelum berangkat bekerja membantu korban bencana)

Aku masih tetap memohon keluangan rejeki kalian untuk membantu para korban banjir dan tanah longsor itu dengan mengirimkan bantuan baik uang maupun logistik. Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini.

Sydney, 1 Desember 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.