Tentang video ES yang viral itu? Adakah anak domba yang layak bersumpah serapah?

6 Okt 2017 | Kabar Baik

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”
(Lukas 10:16)

Maraknya pemberitaan tentang Video ES yang konon bicara tentang agama-agama lain di luar agamanya sendiri itu memancing reaksi dari kalangan warganet (o well, finally i used this term for the first time! LoL). Aku sendiri memutuskan untuk tak menontonnya karena ada banyak hal lain yang lebih perlu untuk kuperhatikan.

Ada yang membalas pernyataan ES dengan membuat surat terbuka, ada yang melaporkan ke polisi. Kedua hal itu wajar dan sah-sah saja karena sebagai warga negara kita berhak beropini dan melaporkan yang bersangkutan toh ada payung hukum yang bisa digunakan.

Tapi ada juga yang menyumpahserapahi di social media. Adakah hal itu bisa dibenarkan? Aku tak hendak menyalahkan atau membenarkan tapi lebih pada pertanyaan perlukah?

Yesus hari ini mengutuk kota-kota yang tidak menerima perutusan dan menolak para muridNya. Dengan keras Ia mengatakan seperti kutulis di kutipan paling atas renungan ini. Jadi, menanggapi seseorang yang kita anggap tidak menerima atau bahkan mengganggu, kita tak perlu repot buang tenaga dengan bersumpah serapah karena perkara mengutuk dan menghukum itu adalah kuasaNya, urusanNya.

Seperti yang kutulis dalam Kabar Baik kemarin, kita ini adalah anak domba. Mana ada sih anak domba yang layak bersumpah serapah? Marilah kita tidak menjatuhkan harga diri dengan melakukan hal-hal yang tak sebaiknya kita lakukan. Usahakan yang layak, lawanlah dengan elegan lalu biarkan Sang Gembala kita yang menyelesaikannya?

Sydney, 6 Oktober 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.