
Apa cerita manis yang akan selalu tersisa dari ribuan bahkan jutaan cerita kehidupan yang tengah disajikan?
Salah satunya adalah persahabatan!
Sahabat, sobat, kawan, teman, konco, kolega atau apapun itu namanya…
Tunas-tunas cinta yang tersirat diantaranya adalah jiwanya.
Persahabatan bagai sesuatu yang tak akan pernah lalu menjadi puing!
Ia bukan pula debu juga asap yang hilang meruap!
Ialah udara yang selamanya ada!
Itulah beberapa baris kata yang sempat kutulis pada 20 Juli 2008 pukul 19.03 WIB di Notes handphoneku
sembari meresapi suara laju kereta api Turangga yang kutumpangi perlahan meninggalkan Bandung menuju Yogyakarta
sekaligus mengakhiri seminggu yang penuh makna, makna persahabatan.
Abba!
Terimakasih untuk Windy, Daniel Mahendra, Handoko, Remon dan semua teman serta kawan yang pernah Kau jadikan sahabat bagiku.
Tak terhingga terimakasih pula untuk waktu yang Kau berikan untuk mewadahi pertemanan itu!
ps: Silakan buka Flicker Set (klik di sini) untuk melihat foto-foto selama weekend di Bandung kemarin dan satu foto lainnya yang kuambil ketika hang out ke Kaliurang bersama Remon dan Endoch.
Foto: DV di depan Gedung Sate Bandung, difoto oleh Daniel Mahendra.
Tinggalkan Balasan