Tentang Jogja (15): Lustrum IX SMA Kolese De Britto Yogyakarta

19 Agu 2020 | Cetusan, Digital

Lustrum IX SMA Kolese De Britto Yogyakarta yang diadakan pada tanggal 20 – 21 Agustus 1993 adalah acara ?hore-hore? sekolah pertama yang kuikuti di Jogja.

Waktu itu aku masih dalam periode ?belum kerasan? dan masih begitu terkaget-kaget menerima perlakukan ?bully? di Wisma yang pernah kuceritakan di sini

Seharusnya aku bergembira mengikuti acara tersebut. Tapi nyatanya meski ada sisi gembiranya tapi ada juga sisi ketar-ketir, sisi insecure yang membaur meski tak menyatu benar.

Ingatanku tentang acara itu sudah cukup kabur, tapi beberapa hal yang bisa kuingat, ada baiknya kutulis dalam bentuk butiran di bawah ini.

#1 Diadakan di lapangan sepak bola SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Salah satu hal yang membuatku bangga waktu itu adalah karena sekolahku memiliki lapangan sepakbola sendiri. Di atas lapangan yang membujur utara-selatan di sisi timur kampus itulah kegiatan lustrum diadakan. Sebuah panggung besar dibangun di sisi utara lapangan menghadap ke selatan. Lalu di sekeliling lapangan, stall/stand didirikan.

#2 Stand Stece yang ramai benar?

Salah satu stand/stall yang paling ramai dikunjungi adalah stand milik SMA Stella Duce I Yogyakarta yang saat itu juga sama-sama merayakan lustrum IX. Waktu itu aku jadi salah satu dari keramaian tersebut. Mendatangi stall mereka, aku hanya memiliki satu alasan, penasaran dengan para siswi-nya, seperti apa wujud mereka. 

SMA Stella Duce I atau yang akrab disebut Stece adalah sekolah homogen wanita, sekolah yang selalu dipasang-pasangkan dengan De Britto. Masuk akal karena keduanya lahir dari ?rahim? yang sama, di tanggal dan tahun yang sama pula. Banyak kegiatan formal/non-formal yang diadakan antar-keduanya. Banyak juga yang akhirnya menemukan jodoh melalui kegiatan-kegiatan tersebut, tak sedikit yang kemudian, meski tak berjodoh, tapi tetap berkawan erat hingga jangka waktu yang lama.

#3 Band JB berlatih?

Sabtu siang, saat pengunjung belum terlalu banyak, band JB (John De Britto) berlatih sekaligus sound check sebelum acara manggung di malam harinya. Dalam latihan tersebut kuingat mereka membawakan dua lagu, Bed of Roses (Bon Jovi) yang lagi ngetop banget waktu itu dan Orion, sebuah nomer instrumentalia dari supergrup Metallica!

Suara Andre Jemb*t, sang vokalis, luar biasa kerennya di lagu itu! Dengan perawakan cukup kekar dan rambut yang nyrodhog-nyrodhog (makanya dipanggil jemb*t), ia tampak luar biasa? waktu itu hahaha!

Saat membawakan Orion, aransemennya keren betul. Bagian solo bass terasa begitu sama dengan yang pernah dibawakan oleh alm. Cliff Burton, bassist Metallica.

Penampilan mereka menjadi lebih lagi karena rambut gondrong para personilnya. Hal ini jadi keunggulan karena sekolah kami memang mengijinkan para siswanya memanjangkan rambut.

#4 Hanya bayangan ada di depanku?

Anton Ismael, yang kini menjelma menjadi fotografer papan atas Indonesia adalah kakak angkatanku yang sekaligus jadi pendamping grup saat aku menjalani masa inisiasi (mospek) di De Britto. Dari dulu ia memang sudah suka motret. Sabtu siang itu, ia tampak sibuk hilir-mudik membawa peralatan kameranya dan jaga stand DPC (De Britto Photography Club) bersama salah satunya alm. Kristupa Saragih yang tak kalah kesohor itu. Lalu saat ia lewat stall di mana aku nongkrong bersama kawan-kawan, tiba-tiba Profit (kakak kelasku) menyanyikan Hanya Bayangan milik U-Camp, ?Hanya bayangan, ada di depanku?? 

Aku dan Anton Ismael saat reuni De Britto, 27 Desember 2018 silam…

Kami sontak tertawa dan Anton hanya manyun tersenyum. Lagu itu tentu ditujukan untuk Anton, seorang berperawakan hitam legam yang berjalan di depan kami?

#5 Membeli kaos lustrum

Aku dan Heribertus, kawan sekamar di Wisma, membeli kaos Lustrum. Kaos kepunyaanku sekarang entah hilang ke mana. Beberapa bulan lalu, Heribertus mengirim foto-foto di bawah ini! Setelah dua puluh tujuh tahun, kaos itu masih disimpannya dengan baik. Ia mengenakan lalu difoto oleh anaknya di depan cermin yang kami beli di tahun itu juga!

Heribertus bersama cermin yang kami beli pagi itu di Gelael
Heribertus bersama cermin yang kami beli pagi itu di Gelael

Her, betapa bersyukurnya kamu punya niat baik untuk menyimpan kenangan tak hanya dalam memori tapi dalam wujud barang aslinya!

#6 Acara puncak di malam hari

Acara puncak di malam harinya benar-benar hingar-bingar. Musik diputar dalam volume kencang, para kakak kelas berpakaian hitam legam, berambut gondrong menggoyang-goyangkan kepala dan mengibaskan rambutnya di muka panggung sambil menikmati musik. Dari mulut tercium aroma wangi alkohol bercampur asap tembakau?

Aku memilih untuk minggir, ketakutan. 

Heri mengajak, ?Ayo ikut headbang, Don!?

Aku takut ketahuan kalau aku ketakutan.

Spontan kujawab ajakan itu, ?Di sini aja aku, Her! Rambutku belum gondrong dan lebih suka menikmati musiknya?? 

Heri yang akrab disapa Gorgom itupun meninggalkanku dan ikut mengayun-ayunkan rambutnya yang belum gondrong benar waktu itu?

Selamat ulang tahun ke-72, 19 Agustus 2020, SMA Kolese De Britto, almamaterku tercinta. Tetap jaya untuk selamanya!

Sydney, 19 Agustus 2020

*Tentang Jogja adalah caraku melawan lupa atas kenangan-kenangan indah yang terjadi selama aku tinggal di Jogja sejak 1993-2008.

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. LuVVar biasaah.. ingatanmu iseh jreng.. hahaaa

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.