Temukan empat alasan kenapa kita harus memaafkan sesama tujuh puluh kali tujuh banyaknya

26 Mar 2019 | Kabar Baik

Petrus datang kepada Yesus dan bertanya, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” (Matius 18:21)

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.? (Matius 18:22)

Barangkali banyak yang bertanya-tanya kenapa Yesus menyebut demikian? Kenapa tidak lebih? Kenapa tidak kurang?

Menurutku, jawabannya adalah di bawah ini:

Tujuh angka sempurna

Tujuh itu angka baik, angka sempurna dalam beberapa asal budaya. Dalam budaya Jawa misalnya angka tujuh atau ?pitu? berarti pitulungan? atau pertolongan. Tradisi Cina mengenal angka tujuh sebagai angka spiritualitas, kebijaksanaan dan pengetahuan. Dalam tradisi Yahudi, tradisi dimana Yesus dulu hidup, tujuh adalah angka sempurna yang menyeluruh.

Tujuh puluh adalah umur manusia

Tujuh puluh adalah ?usia standard? manusia setidaknya saat Mazmur 90 yang secara tradisi dipercaya ditulis oleh Musa. Dalam Mazmur 90:10, Musa menulis begini, ?Masa hidup kami tujuh puluh tahundan jika kami kuat, delapan puluhtahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan;sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.?

Tujuh puluh kali tujuh?

Maka ketika Yesus berkata tujuh puluh kali tujuh pemaafan, artinya sepanjang umur, manusia dituntut untuk mengampuni orang lain secara sempurna dan menyeluruh.

Tuhan ingin segalanya tuntas

Kenapa mengampuni orang lain itu penting? Karena Tuhan telah mengampuni dosa dan kesalahan kita terlebih dulu. Seperti halnya perumpamaan yang diceritakan Yesus dalam Kabar Baik hari ini, Sang Raja telah mengabaikan hutang seorang warganya yang memohon supaya hutang-hutangnya diabaikan. Tapi apa yang dilakukan orang itu? Sekeluarnya dari istana, ia justru menangkap dan mencekik leher orang yang berhutang kepadanya supaya ia membayar hutang tersebut. Sang Raja pun marah.?

Wah tapi dosa sesamaku itu besar sekali, Don! Dia merebut jabatanku dengan cara yang tidak benar! Gimana mungkin bisa memaafkan?

Tidak mungkin? Tidak mungkin untuk sesama tapi kenapa kalau kamu memohon maaf terhadap Tuhan kamu mengharapkan hal itu dimungkinkan? Apakah kamu yakin dosamu terhadap Tuhan tak lebih besar dari dosa kawan terhadapmu itu?

Sydney, 26 Maret 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.