Tanda Kasih dan cara kita menanggapiNya

13 Mar 2019 | Kabar Baik

Yesus mengatakan bahwa Yunus adalah tanda bagi orang-orang Niniwe, sama halnya Ia adalah tanda untuk ?angkatan ini?.

Apa yang dimaksud dengan tanda? Siapa pula ?angkatan ini? tersebut?

Tanda

Yunus adalah tanda untuk orang-orang Niniwe karena melalui dia, Allah menyampaikan pesan pentingNya.

“Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” (Yun 3:4)

Pesan yang menakutkan itu ditanggapi secara positif. Karena percaya pada Allah, orang-orang bahkan raja Niniwe memutuskan untuk berpuasa empat puluh hari lamanya sebagai tanda tobat.  Tujuannya? Supaya Allah melihat pertobatan mereka itu hinggamereka tak jadi dibinasakan. (lih. Yunus 3:9). Niatan itu dikabulkanNya. Allah menghargai pertobatan yang dilakukan. Niniwe tak jadi dijungkirbalikkan.

Angkatan ini

Yesus pun tanda bagi ?angkatan ini?. Siapakah ?angkatan ini?? Tentu orang-orang Yahudi saat Yesus berziarah di muka bumi, 2000 tahun silam. Seperti halnya Yunus, Yesus pun menyampaikan pesan mahapenting dari BapaNya kepada orang-orang Yahudi yaitu bahwa Allah mengasihimereka. Kasih itu muncul lewat mukjizat-mukjizat, pengajaran hingga sapaan-sapaan Yesus terhadap masyarakat kala itu.

Tapi apa yang dilakukan orang-orang Yahudi?

Tak semuanya menerima. Malah para petingginya mempertanyakan ke-mesias-an Yesus bahkan karena merasa terdesak oleh eksistensiNya, mereka menyudutkan, mengadili dan menghukum mati Yesus!

Angkatan kini

Bagaimana dengan ?angkatan kini? kita semuanya di jaman ini? Masihkah Yesus relevan dianggap sebagai tanda? Adakah tanda lain yang lebih besar dari  Yesus yang menyatakan bahwa Allah mengasihi kita semuanya?

Yesus, dulu, sekarang dan selamanya adalah tanda terbesar bahwa Allah mengasihi kita. Hal itu mewujud dari pengorbananNya di atas kayu salib. 

Lalu bagaimana cara menanggapinya? 

Adakah semua menerima? Itu bukan urusan kita. Tapi sebagai umat yang percaya, cara menanggapi kasih adalah dengan mengasihi kembali. Maka mari senantiasa mengasihiNya karena kita telah dikasihi terlebih dahulu. Kita juga diminta untuk menularkan pengalaman ?dikasihi Allah? itu kepada sesama seperti halnya kita mengasihi diri sendiri.

Dan terlebih pada masa Pra Paskah ini, kita diajak untuk pantang dan puasa seperti yang dilakukan orang-orang Niniwe. Kalau mereka bertobat untuk menghindari ?penjungkirbalikan? kota, kita bertobat sebagai tanda penyesalan atas dosa-dosa yang kita lakukan sekaligus menunjukkan kesungguhan hati kita dalam menjalani ajaran kasihNya.

Sydney, 13 Maret 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.