Takut di era disrupsi nanti? Bukankah kita lebih dari burung-burung itu?

23 Jun 2018 | Kabar Baik

Pimpinan perusahaan tempatku bekerja mengumumkan rencana dan strategi bisnis yang mencakup jangka waktu tiga tahun mendatang. Di hadapan media Australia, bos perusahaan telco itu mengungkapkan salah satu dari implementasi strategi itu adalah dengan memangkas 8000 pekerjaan hingga 2021. Artinya, hingga saat itu nanti, akan ada 8000 karyawan dirumahkan! Ini rekor terbesar dalam sejarah perumahan karyawan di Australia.

Strategi itu banyak dikaitkan dengan dimulainya era disrupsi, era dimana akan ada banyak pekerjaan yang dianggap ?tak sesuai jaman? ditiadakan di seluruh penjuru dunia.

Banyak kawan kerjaku kaget dan tak tenang karena pemberitaan itu. Kami berkirim kabar lewat WA, email dan apapun.

?Menurutmu gimana, Don? Apa kita akan ?kena??? tanya salah satu dari mereka.

?Aku tak tahu. Aku bukan pemilik perusahaan hahaha?? jawabku ringan.

Kawan tadi heran kenapa aku tak takut. ?Kamu tak takut karena kamu sudah kaya?? tanya kawanku penasaran. Aku pun tertawa lebih kencang lagi?

Sebagai manusia normal apalagi sudah berkeluarga, ancaman perumahan tentu tetap harus diperhatikan. Tapi aku memang tidak takut. Ada beberapa alasan dan beberapa diantaranya kusampaikan di sini.

#1 Sudah pernah

Ya! Aku menggunakan alasan ?sudah pernah? sebagai alasan pertama. Aku pernah dirumahkan dalam kondisi yang masih benar-benar ?memprihatinkan?.

Kejadiannya di tahun 2010. Waktu itu aku bekerja di perusahaan pertama yang menerimaku di Australia dan anak pertamaku, Odilia, masih empat bulan umurnya sementara Joyce, istriku, sudah terlanjur keluar dari kerja.

Takut? Banget!

Bingung? Parah!

Tapi rencana Tuhan sungguh indah. Tak sampai dua minggu setelah pengumuman aku mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan yang lebih besar, letaknya hanya sekitar 10 menit dari rumah dengan gaji yang lebih besar pula!

Dari situ aku belajar bahwa takut tak ada gunanya?

#2 Pekerjaan hanyalah sarana

Dulu aku sering meminta Tuhan supaya diberi pekerjaan di perusahaan yang bonafid. Tapi sekarang mimpiku bukan lagi itu. Semakin lama aku semakin sadar bahwa perkara rejeki, aku tak perlu bermimpi karena Ia selalu menepati janjiNya untuk memberikan kita rejeki setiap hari seperti yang tertuang dalam doa Bapa Kami.

Pekerjaan hanyalah sarana bagiNya untuk memberi rejeki kepada kita. Kalau demikian jangan sampai kita ragu padaNya. Tuhan pasti kaya akan sarana jadi kalaupun, nggak minta sih, kalaupun harus dirumahkan, disyukuri itu artinya akan datang sarana baru dariNya untuk menyampaikan rejeki pada kita.

#3? Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Hal yang terjadi di era disrupsi adalah karena model-model pekerjaan lama dianggap usang dan tak dibutuhkan. Kenapa harus takut sementara Tuhan memberi kita akal dan budi?

Di titik inilah, Kabar Baik hari ini menjadi kontekstual.

Yesus dalam kotbah di atas bukit berkata, Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (lih. Matius 6:26).

Titik beratnya bukan pada bagaimana burung-burung itu diberi makan tapi pada bagian terakhir, ?Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu??

Dengan bekal akal dan budi, kita menunjukkan sebagai makhluk dengan tingkatan tertinggi dan mulia dibandingkan burung. Kita bisa senantiasa belajar hal yang baru untuk menggerakkan hidup.

Makanya mari tidak bermalas-malasan! Mari terus belajar tentang hal-hal baru, tidak takut gagal dan jatuh kecuali kamu memang nggak lebih dari seekor burung hahaha?

Nah, berbekal tiga hal itu, sebagai umat Kristus, kita harus sepakat bahwa era disrupsi bukanlah era untuk ditakuti. Era itu adalah era yang harus dihadapi dengan optimisme yang tinggi.

Hidup tak pernah mudah tapi harusnya kita tak perlu takut menjalaninya. Apa masih ada kamus takut dalam hidupmu? Cari tombol ?Delete? jika kamu masih ragu lalu mari sama-sama menghapusnya karena Tuhan selalu beserta kita!

Sydney, 23 Juni 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.