Total Postingan

3,140

Total Komentar

19,957

Total Kata

2,173,058

Nggak dipercaya orang? Lemesin aja…

Nggak dipercaya itu bisa dipicu oleh beberapa hal. Bisa jadi karena kamu memang pernah melakukan satu kesalahan dan hal itu membuat orang lain jadi tidak percaya bahwa kamu tidak akan mengulanginya lagi di masa depan. Bisa juga mungkin bukan kesalahan yang pernah...

Perjalanan untuk berdikari

Hari Jumat, 11 Februari 2022 lalu menjadi hari yang bersejarah bagi anak bungsuku, Elodia dan keluargaku. Pagi itu untuk pertama kalinya Elodia berani dan kamipun mengijinkannya untuk naik bus umum pergi ke sekolah seorang diri. Kami sudah membicarakan hal ini...

Kamu kaya kalau kamu…

Tulisanku tentang Robot Trading kemarin lumayan banyak dibaca orang.  Barangkali memang tepat waktu saat gonjang-ganjing Robot Trading sedang mengemuka ya…  Tapi tahukah kalian, inti yang kutawarkan dari tulisanku kemarin itu sejatinya sederhana. Kutulis pada...

Robot Trading

Sejak beberapa waktu belakngan, pembicaraan tentang robot trading, meski tak terlalu trending tapi menyelinap senyap di antara banyak hal yang menyeruak dalam percakapan-percakapan yang ada di berbagai media. Awalnya aku cuekin sampai akhirnya seorang kawan lama… lama...

Hadiah dari Pak Yadi, empat belas tahun sesudahnya

Butuh waktu empat belas tahun, tapi aku bersyukur karena Tuhan menolongku untuk memenuhi janji-janjiku dulu kepadanya. Juli 2008, sekitar tiga bulan sebelum pindah ke Australia, aku mendapatkan hadiah kenang-kenangan yang luar biasa dari Pak Yadi. Pak Yadi adalah...

Batu buangan dan batu penjuru

Ada yang bertanya kenapa di profile akun instagramku, BaikTV (@baik.tv) tertulis penggalan ayat  “Batu yang ditolak oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru”(Mazmur 118:22). Kalimat itu tak muncul sekali dalam Alkitab karena selain di Mazmur,...

Pindahan-pindahan

Pindahan rumah itu selalu menghadirkan mixed feeling. Klaten - Kebumen, 1984 Pindahan rumah pertama kali tahun 1984 ketika Mama dan aku (Chitra belum lahir) yang semula tinggal di Klaten di rumah Eyang pindah ke Kebumen, kota di mana Papa bekerja di sebuah bank plat...

Tentang Jogja (25): Akhirnya kerasan di Jogja

Musik adalah sebab-musabab pertama bagiku untuk akhirnya kerasan tinggal di Jogja setelah hampir setahun mendiaminya. Setelah diajak berlatih musik bersama Wiryo, (alm) Catur, Army dan Havid (silakan baca tulisanku tentang ini di sini) di studio musik Columbia di awal...

Serah Terima Rumah dan Pemugaran ‘Rumah baru’ Mama

Salah satu hal yang paling melegakan yang kulakukan tahun lalu adalah memugar makam Mama. Sesuai hitung-hitungan Jawa, Mama yang meninggal pada 7 Maret 2016 seharusnya sudah bisa dipugar makamnya pada peringatan 1000 hari wafatnya yang jatuh sekitar Januari 2019. Tapi...

Catatan Peringatan 25 tahun Lulus dari De Britto

Sebelum angka tahun berubah jadi 2022, rasanya tulisan ini memang harus kupublikasikan sebagai penanda bahwa di tahun ini, 2021, aku dan kawan-kawan SMA Kolese De Britto angkatan tahun 1996 merayakan ulang tahun kelulusan yang ke-25. Syukur kepada Allah! Tapi...

Pindahan…

Setelah kurang lebih enam tahun tinggal di rumah kontrakan, pada 1990, kami sekeluarga akhirnya bisa memiliki rumah sendiri. Rumah itu berdiri di sebuah lahan yang semula sawah. Papa membeli lahan dari seorang pedagang kaya yang tinggal di Semarang, aku lupa namanya....

Catatan tahun ke-44

Meski sudah mengulanginya selama empat puluh empat kali tapi toh hingga kini hari ulang tahun bagiku tetaplah istimewa. Selalu saja ada rasa deg-degan yang tak tahu sebab-musababnya. Selalu ada rasa penasaran tentang siapa orang pertama, selain istri, yang akan...

Ternyata kita bisa hidup tanpa TV

Sekitar bulan September 2021 lalu, di area tempatku tinggal mengalami pemadaman listrik secara terencana.  Sesuai pemberitahuan, pemadaman terjadi sekitar delapan jam di siang hari. Ketika akhirnya listrik kembali menyala, kami mendapati televisi kami nggak...

TAMIYA SUPER ASTUTE Jr.

Sebagai anak yang dibesarkan dalam rahim waktu 90an, Tamiya adalah mainan yang menemaniku dan banyak anak-anak seusia di awal era emas itu. Bahkan waktu duduk di bangku SMPN 1 Kebumen (1990 - 1993), pernah ada masanya  hidup bagiku hanya diisi dengan tamiya dan...

Cinta, beda rasa meski bentuknya sama

Seminggu lalu ada seorang kawan bertanya, “Apakah cinta harus disertai baper (bawa perasaan) dan apakah semua yang baper itu pasti cinta?” Aku gak menemukan jawaban tapi penggal pengalaman yang barangkali bisa kalian jadikan acuan. Jadi ceritanya minggu lalu aku pergi...

Levi’s 501

Selain Sepatu Sketchers, aku mengenakan celana jeans Levi’s 501 saat pertama kali datang ke Sydney, Australia, Februari 2008. Dan seperti halnya sepasang sepatu yang kuceritakan minggu lalu itu, celana ini kubeli di Centro, Ambarrukmo Plaza dan hingga kini masih...

Tentang Jogja (24): Latihan Musik di Columbia

Tahun baru 1994, tapi semangatku untuk kembali ke Jogja dan melanjutkan studi di De Britto nggak baru-baru amat. Usai liburan Natal di Kebumen yang menyenangkan, main bareng teman-teman dan berkumpul dengan Papa, Mama serta Chitra, waktunya kini kembali ke Jogja. Mama...

Sepatu Sketchers

Hingga saat tulisan ini kurawi, aku masih menyimpan sepatu yang kukenakan ketika pertama kali terbang dari Jogja ke Sydney untuk nikah sipil, Februari 2008. Sepasang sepatu ini ber-merk Sketchers. Ide membeli Sketchers datang dari Momon, kawan lamaku. September 2007...

Tentang Jogja (23): Nonton di Empire 21 atau Regent 21?

Empire 21 dan Regent 21 adalah dua nama bioskop yang letaknya sebelah-menyebelah di Jl Urip Sumoharjo alias Jl Solo. Keduanya dulu dikenal sebagai gedung pemutar film-film box office Hollywood berlabel 21 yang mula-mula di Jogja. Kehadirannya, terutama Empire, adalah...

Cangkir Blirik

Cangkir blirik kupakai setiap hari khusus untuk menyesap kopi. Di toilet, di meja kerja, di depan TV, di mana saja. Kopi yang kutuang kepadanya bisa apa saja. Mau sachet-an, mau bijian pokoknya hitam, pahit, wangi: hajar! Cangkir blirik bagi sebagian orang Jawa...

Mengukur panjang usia pengalaman berduka di masa pandemik

Waktu Papa meninggal tahun 2011, rasa berduka tertinggal di hati cukup lama. Barangkali karena dia pergi begitu mendadak. Sebelumnya Papa sehat-sehat saja hingga malam sebelum meninggal ia terkena serangan stroke. Ketika Mama meninggal lima tahun sesudahnya, rasa duka...

Makan maksimal 20 menit. Ada apa dengan menit ke-21?

Aturan tentang durasi makan di warung atau rumah makan yang maksimum 20 menit itu bagaikan pakan ikan yang disebar di blumbang penuh ikan; dilahap ramai-ramai oleh netijen yang budiman! Dari sekian banyak yang ku-skip-scroll, satu postingan yang menarik adalah yang...