Tag: coldplay

  • Karena harga tiket konser tak semurah semangkuk soto

    Karena harga tiket konser tak semurah semangkuk soto

    Ada perasaan aneh yang selalu datang menyergap beberapa saat sebelum datang ke pertunjukan musik. Dan hal itu terjadi lagi pada sabtu lalu, menjelang konser Coldplay digelar.?Ketika panggung tengah dipersiapkan dan aku menyemut bersama ribuan penonton lain yang mengantri masuk ke dalam stadion, mendadak aku merasa begitu rugi mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli tiket pertunjukan itu!

    Kenapa harus bayar mahal kalau harus antri begini?
    Kenapa harus bayar mahal kalau yang ditonton juga adalah manusia?
    Hey, bukankah kamu bisa muter lagu-lagu mereka di perangkat digital playermu sendiri berkali-kali dan gratis?

    Tapi uniknya, ketika pertunjukan berakhir, perasaan-perasaan itu lenyap tak berbekas tergantikan dengan perasaan puas yang tak jarang malah ingin melakukannya sekali lagi dan lagi!

    Nah, mumpung euforia konser sabtu kemarin sudah mulai berkurang, semalam kuberanikan diri bertanya lagi pada diri sendiri, ?Iya, ya! Bego banget sih! Emang kenapa harus bayar mahal untuk sebuah konser yang dalam beberapa jam juga sudah kelar??

    Dan inilah jawabanku.

     

    Artis/Grup band

    Artis dan anggota grup band memang sama-sama manusia, seperti kita kodratnya. Tapi mereka memiliki sesuatu yang kita kagumi melalui karyanya.

    Bukan berarti kita tak memiliki karya seperti mereka, tapi soal karya itu kan bukan soal perbandingan milik kita dan milik mereka; melainkan saling mengapresiasi. Nah, membeli tiket pertunjukan adalah salah satu bentuk apresiasi itu sendiri. Siapa tahu kalau kita bisa berkarya di bidang lain dan menurut mereka baik, justru mereka yang ?membayar? kita untuk karya-karya kita tentu saja.

    Perkara kenapa pada beberapa pertunjukan artis lebih mahal/murah ketimbang yang lainnya, kupikir simply itu terjadi karena pertimbangan analisa bisnis saja karena bukankah kalau sudah bicara soal uang, variabel yang paling ?punya kuasa? adalah keuntungan? Tentang bagaimana mendapatkan revenue sebanyak-banyaknya?

     

    Crowd

    Mungkin pengertianku salah, tapi bagiku, dalam penjelasan yang concise, crowd kuartikan sebagai riuh-rendah yang berhasil/gagal diciptakan penonton sebuah konser.

    Crowd tak hanya menghitung jumlah penonton yang hadir tapi juga bagaimana tingkat responsifnya mereka dalam ?mengikuti? konser.

    Contoh.
    Anggaplah dalam sebuah konser grup rock (What! rock??) Coldplay sabtu kemarin. Bagiku crowd yang ada di konser itu luar biasa, baik dari sisi jumlah maupun responsifnya.

    Allianz stadium, tempat digelarnya acara yang berkapasitas 44 ribu orang itu penuh sesak dan sepanjang konser, nyaris tak ada satupun penonton yang duduk meski ia ada di kelas bertempat duduk sekalipun!?Mereka.. eh kami bernyanyi bersama Chris Martin sang vokalis hampir di semua lagu yang disajikan.

    Selain itu crowd yang ?asik? juga adalah crowd yang terdiri dari penonton yang saling menghormati dengan penonton yang lainnya, tidak rusuh dan bersahabat.

    Nah, untuk hal-hal baik seperti inilah yang membuat kita harus semakin maklum kenapa kita harus membayar mahal sebuah tiket pertunjukan.

     

    Materi pertunjukan

    Yang kumaksud dengan materi pertunjukan adalah semua hal yang dihadirkan untuk mendukung pertunjukan menjadi semakin prima.

    Misal, tata panggung, penggunaan teknologi mutakhir untuk mendukung jalannya konser serta bintang tamu dan bintang pembuka konser adalah hal-hal yang juga memberikan ?nilai tambah? untuk harga sebuah tiket.

    Ambil contoh kasus superband U2. Kalau mereka tak memikirkan betul tata panggung, penggunaan teknologi serta tak menyertakan artis-artis pembuka dan bintang tamu yang tak kalah ?nendang? nya, tentu susah untuk menjual tiket yang tiket kelas teratasnya hingga menyentuh angka 350-an dollar!

    Contoh lain adalah bagaimana kreatifnya Coldplay yang membagikan gelang warna-warni ke setiap penonton konsernya sabtu kemarin.

    Awalnya aku tak tahu untuk apa gelang itu, tapi ketika konser dimulai, dalam kegelapan malam, gelang itu menyala dan 45 ribu orang, masing-masing terwakili dengan sinar yang kelap-kelip.. aku sampai kehabisan kata-kata untuk melukiskannya.. entah itu sebagai neon, bintang atau kunang-kunang?

    Yang pasti menarik dan jelas sangat memperhitungkan faktor teknologi! Info lengkap tentang XYLOBANDS, demikian gelang itu disebut bisa dilihat di sini (http://xylobands.com). Dan pemandangan tentang bagaimana meriahnya ketika gelang-gelang itu menyala silakan simak video di bawah ini.

    http://youtu.be/b_qPLfxa2Iw

    Pengalaman unik

    Selain hal-hal di atas, bagiku, alasan kenapa kita membayar mahal tiket pertunjukan adalah karena menonton pertunjukan seidentik apapun itu dengan yang pernah kita tonton meski dari artis/grup musik yang sama, hal itu adalah pengalaman unik yang terjadi sekali seumur hidup.

    Beda dengan kalau kalian muter lagu melalui cd player ataupun digital music player yang bisa diulang-ulang begitu saja…

    Nah kalau sudah begini, tak ada deh perasaan menyesal untuk membayar tiket konser yang mahal. Yang ada justru sebaliknya, sering-sering buka situs penjual tiket pertunjukan untuk memastikan kapan grup band/artis kesukaan akan mampir ke kotamu dan selebihnya bekerjalah semakin giat dan banyak menabung karena harga-harga tiket itu tak pernah semurah harga seporsi soto ayam, sarapan kesukaanmu!

    Oh ya, sesuai janjiku, di bawah ini adalah clip yang kurekam ketika Fix You dinyanyikan Coldplay.

    Dan sebagai bonus, kurekam juga Sweet Disposition yang dinyanyikan Temper Trap, band pembuka Coldplay. Yang istimewa dari Temper Trap, selain musiknya adalah vokalisnya, Dougy Mandagi yang adalah orang asli Indonesia.

    Bangga dong!

    http://youtu.be/syIm0AfbJ9M

    http://youtu.be/IR0Xp45GG3U

  • Coldplay concert, sabtu ini!

    Coldplay concert, sabtu ini!

    Jika tak ada aral melintang, hari sabtu besok aku akan nonton konser Coldplay yang kedua kalinya. Yang pertama kali kutonton adalah ketika mereka melakukan promo tour untuk album Viva La Vida Maret 2009 silam yang liputannya bisa kalian baca di sini.

    Oh ya sebelum Coldplay, Temper Trap akan membuka pertunjukan. Temper Trap adalah band asal Melbourne (Australia) yang ?mendunia? lewat lagu Sweet Disposition. Yang menarik, vokalis Temper Trap adalah seorang Indonesiam, Dougy Mandagi namanya.

    Sempat ada yang tanya, kenapa sih aku nonton konser seorang artis/grup band yang sama lebih dari sekali? Apa ada bedanya?

    Jawabku, banyak! Banyak banget bedanya! Jangankan nonton Coldplay dengan jeda tiga tahun antara konser pertama dan kedua, pernah suatu waktu di akhir 2010 silam, aku nonton konser U2 dua malam berturut-turut dengan urutan lagu yang nyaris sama, tapi tetap berbeda. Aku bilang sih unsur emosi yang membedakan. Emosi yang ditunjukkan para pemain band-nya dalam membawakan lagu per lagu dan karena musik adalah faktor jiwa, maka emosi memegang faktor yang penting.

    Tiket konser untuk hari sabtu ini (atas) dan tiket konser tiga tahun silam (bawah)

    Aku tak tahu apakah aku akan menulis ‘liputan’ konser di blog ini seperti yang sudah-sudah, tapi yang jelas, sejak akhir minggu lalu aku telah menawarkan ‘jasa baik’ untuk merekam dalam format video pada salah-satu lagu ketika Coldplay manggung.

    Pilihlah mana yang kamu suka di?online survey yang telah kubuat, yang terbanyak akan jadi?pemenang dan pada suatu hari sesudah hari sabtu, aku akan tayangkan hasilnya di sini.