Tag: christmas

  • Risalah Akhir Pekan LII/2015

    Risalah Akhir Pekan LII/2015

    Jadi bagaimana Natal kalian?
    Iya.. aku bertanya untuk kalian semua baik yang kristiani maupun yang non-kristiani? bagaimana Natal kalian?

    Ini bukan pertanyaan menjebak meski agak retorik. Karena Natal bagiku tak hanya berarti kelahiran Kristus, natal bagiku juga tercipta setiap saat kita merasa mampu untuk memiliki harapan, mampu untuk mengasihi dan bersedia dikasihi serta percaya pada Yang Memberi.

    Wah, jadi natal bisa terjadi bertubi-tubi dong??Benar! Makanya kalaupun kita tidak diselamati Selamat Natal pada hari Natal, kita bisa punya seabreg natal lainnya yang tak kan pernah habis dan berkesudahan!

    Dan inilah natal-natalku minggu yang lalu!

    Natal I, Natal II dan Natal III

    Aku merasakan tiga natal sekaligus pada 20 Desember silam. Salah satu hari terheboh karena ia menanggung tiga peristiwa yang sama-sama peliknya bagiku.

    Pertama, 20 Desember kemarin adalah peringatan tiga puluh delapan aku dilahirkan oleh simbokku. Kedua, 20 Desember 2007 aku merilis Donnyverdian.net itu berarti pada tanggal yang sama kemarin lalu adalah peringatan kedelapan situs tersebut.

    Ketiga, yang terakhir, pada tanggal itu pula, DonnyVerdian.Net kubebastugaskan dan kugantikan dengan situs termutakhir yang kusebut sebagai superblog, DV.FYI ini!

    blog_201215

    Natal IV

    Hingga beberapa hari berikutnya, suasana ke-natal-an atas lahirnya DV.FYI itu masih terus membahana. Sambutan orang luar biasa dan ini memicu natal berikutnya yaitu semangat untuk terus menulis mengagetkan banyak orang yang semula tahunya aku ini blog senin-kamis-sabtu, lalu jadi blogger jam-jaman karena gak sampai dua puluh empat jam aku menerbitkan tulisan lebih dari satu!

    Natal V

    blog_risalah_lii_01

    Aku merasakan natal saat aku mengucapkan selamat kepada kawan-kawanku kaum muslimin dan muslimah terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 24 Desember yang lalu.

    Natal VI, VII, VIII

    Natal-natal berikutnya kurasakan saat aku mengikuti upacara perayaan malam Natal di St Anthony, Marsfield NSW, 24 Desember jam sembilan malam.

    Mendapati tempat parkir lengang adalah sebuah harapan untuk bisa mengikuti perayaan ekaristi sejak dari awal, dan inilah natal ke-6.

    Masuk ke gedung gereja mendapati pemimpin koor, pemusik serta beberapa penyanyi di sana adalah sesama orang Indonesia, hatiku rasanya mongkok antara haru, bangga, senang campur aduk jadi satu. Bayangkan, perayaan di gereja lokal, di hari yang spesial dan petugas koornya didominasi orang Indonesia!

    Natal kedelapan adalah ketika aku dan Joyce serta anak-anak diminta untuk membawa persembahan ke altar. Aku tak kuasa menampik permintaan itu terlebih karena ini adalah gereja yang baru-baru saja kerap kudatangi dan ini perayaan istimewa pula, Natal tepatnya! Semua mata tertuju pada kami? dan kalian tahu kelanjutannya hahaha…

    Natal IX

    Sesampainya di rumah sesudah menidurkan anak, aku membaca berita di kanal siaran televisi lokal bahwa Beatles merilis lagunya dalam bentuk streaming! Artinya, dengan berlangganan Apple Music seperti yang sekarang kulakukan, aku bisa mendengarkan lagu-lagu grup musik yang pernah dideklarasikan oleh John Lennon lebih besar dari Yesus Kristus itu tanpa harus bayar tambahan! Wow!!!!

    Natal X, Natal XI, Natal XII

    Keesokan paginya tepat di hari Natal aku menanggapi undangan makan siang Natal di rumah salah seorang kawan sesama orang Indonesia di sini dan lagi-lagi aku mengalami tiga natal!

    Natal pertama atau yang kesepuluh adalah hidangan-hidangan yang lezat yang dipersiapkan penuh cinta oleh kawan-kawan semua!

    Natal kedua atau yang kesebelas adalah hadiah-hadiah yang saling ditukarkan lalu dibuka dan seluruh atmosfir ruangan penuh dengan kejutan yang menyenangkan.

    Natal keduabelas adalah kehangatan yang kurasakan. Obrolan-obrolan segar khas Indonesia disertai banyolan dan omong-omong serius ?satu-dua? hingga menjelang jam sepuluh malam!

    Natal XIII dan Natal XIV

    Tadi pagi membuka kado bagi Odilia dan Elodia, sehari terlambat karena terlalu letih semalam. Memandangi wajah mereka bahagia atas hadiah yang kami siapkan lalu diatasnamakan Santa Klaus adalah sebuah ke-natal-an tersendiri meski Natal barusan lewat sehari?

    Natal terakhir, Natal ke-14 minggu lalu jika ingin dikatakan demikian adalah terbitnya risalah ini. Ini adalah risalah terakhir di tahun 2015. Risalah ke-52 ini sekaligus sebagai penanda bahwa aku tak pernah absen barang satu kalipun menuliskan setiap akhir pekan.

    Jadi sekali lagi bagaimana Natal kalian? Menyenangkan?! Sip. Ayo lebih banyak bersyukur, sekali lagi Selamat Natal dan? jangan nakal!

    Dipublikasikan pada Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf, pada pesta nama Santo Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil

  • Bagi mereka yang pernah satu iman

    Bagi mereka yang pernah satu iman

    Di penghujung Natal ini, aku ingat setahun silam di Facebook, aku menuliskan ini:

    Di hari Natal ini saya juga ingin mengucapkan ‘Selamat pernah merayakan Natal’ bagi mereka yang dulu pernah Kristen lalu entah karena alasan nikah, demi promosi jabatan atau mendapat ‘sinar’ lalu meninggalkan gereja.

    Percayalah bro dan sis, natal masih meriah meski tanpa kalian dan Yesus masih sayang kalian apapun agama dan keyakinan kalian…

    Seperti kata Chris Martin dalam Fix You-nya itu, “Light will guide you home…” mari kembali ke Tradisi Roma :)

    Ide tulisan di atas adalah karena begitu banyak kawan yang beralih keyakinan tapi dengan ?pede? nya aku merasa bahwa ada pula begitu banyak kerinduan yang terpendam untuk kembali bisa menjalani Natal sebagai bagian tak terpisahkan dari diri meski agama telah berganti baik dalam status sosial, KTP maupun ?hati?…

    Untuk kalian, semoga masih ada waktu dan keberanian…

    Sumber foto asli

  • Natal di Australia

    Natal di Australia

    Natal di Australia itu tidak seperti natal di ?luar negeri? dalam bayangan kita.

    Natal di sini tanpa salju, nggak ada malam-malam yang dingin lengkap dengan perapian beserta cerobong yang sibuk berasap?

    Natal di sini adalah Natal dengan suhu panas berkisar hingga di atas 40 derajat celcius karena dari Desember hingga akhir Februari, Australia mengalami musim panas saat negara-negara ?luar negeri? seperti Amerika Serikat dan Eropa sedang kedinginan.

    Oleh karenanya budaya yang terbentuk dalam menyambut Natal pun jadi berbeda dan menarik. Di bawah ini adalah diantaranya?

    Christmas Carol

    Parade lagu-lagu Natal klasik dibawakan di atas panggung-panggung mulai dari yang sederhana hingga yang megah di sudut-sudut taman kota. Yang membawakan mulai dari murid-murid sekolah, gereja-gereja setempat hingga penyanyi-penyanyi papan atas Australia.

    Suhu udara yang panas dan usia edar matahari yang lebih lama membuat Christmas Carol menjadi ajang piknik keluarga-keluarga yang tinggal di sekitar. Kami datang membawa kursi malas, menggelar tikar sambil menikmati makanan yang dijual di pinggir arena seperti popcorn, harum manis, softdrink, tak lupa beer dan wine.

    Di bawah ini adalah clip dari acara Carols in the Domain, salah satu ritual Christmas Carol terbesar di Australia. Dami Im, penyanyi Australia berdarah Korea yang?beberapa tahun lalu menjuarai sebuah kontes bernyanyi di televisi menyanyikan lagu Malam Kudus.

    Hiasan rumah/Christmas Light Festival

    Beberapa kawasan daerah pemukiman sibuk menghias diri dengan lampu-lampu warna-warni beserta hiasan tematik Natal seperti Sinterklas, Gingerbread, kereta salju yang ditarik kuda serta patung keluarga kudus Nazareth.

    Ada keluarga yang terbuka, mempersilakan para pengunjung datang dan masuk hingga ke halaman rumah, tapi ada juga yang menutup pagar dan mempersilakan orang-orang menikmati dari luar.

    Sesekali ada orang yang tinggal di sekitar rumah yang dihias itu datang memacak diri sebagai sinterklas lalu memberikan hadiah secara cuma-cuma pada mereka yang datang?

    Oh ya, saking niatnya, ada situs yang digunakan untuk mencari christmas light festival di pemukiman-pemukiman. Simak di sini, siapa tahu tahun depan kalian liburan ke Australia dan ingin menyaksikannya.

    Laser Mapping di St Mary?s Cathedral Sydney

    Serbuan sinar laser yang memantulkan gambar-gambar tematik Natal bisa dinikmati pada dinding depan Katedral Santa Maria, yang terletak di tengah kota Sydney.

    Ini seolah menjadi penggenap dari acara Vivid Festival; laser mapping festival yang diadakan pada sekitar awal musim dingin, akhir Mei hingga awal Juni.

    Foto-foto dibawah diambil dari laman facebook milik Leo Lee atas seijin ybs.

    [tabs slidertype=”images” auto=”yes”] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/12375277_10153835157448588_8587277292313428626_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/12374810_10153835154738588_1609761593767274835_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/10714350_10153835153823588_1601461414932452869_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/10714350_10153835153823588_1601461414932452869_o-1.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/10553870_10153835156483588_4740646280707510206_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/10259251_10153835153498588_8297193585728790302_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/12375277_10153835157448588_8587277292313428626_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/10014969_10153835157128588_6644522323852107167_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/12375277_10153835157448588_8587277292313428626_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/1965625_10153835153238588_6911859402326314804_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/12375277_10153835157448588_8587277292313428626_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/1606318_10153835156818588_2247748912314165346_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/12375277_10153835157448588_8587277292313428626_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/774888_10153835155918588_7943346128002936325_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/12375277_10153835157448588_8587277292313428626_o.jpg[/imagetab] [imagetab width=”800″ height=””]https://superblogger.id/wp-content/uploads/774876_10153835156243588_3446499094391533673_o.jpg[/imagetab] [/tabs]

    Christmas Lunch

    Makan siang Natal biasanya diadakan dalam keluarga serta kerabat masing-masing di rumah. Masakan yang khas adalah seafood dan barbeque; panggang-panggangan daging.

    Setiap Natal, pasar ikan Sydney di kawasan Pyrmont diserbu pengunjung dan sudah menjadi tradisi untuk mereka buka bahkan hingga 36 jam tanpa henti!

    Pantai

    Snowman on holidays made out of sand instead of snow. Concept could be used for Global Warming & Christmas Cards
    Snowman on holidays made out of sand instead of snow. Concept could be used for Global Warming & Christmas Cards. Link to original photo

    Australia memiliki budaya pantai sangat kuat. Orang-orang selepas lunch memilih pergi ke pantai untuk menghabiskan hari istimewa sepanjang tahun itu di sana; kebetulan seluruh mall juga tutup pada hari itu dan baru buka keesokan paginya pada Boxing Day yang pernah kutulis di sini detailnya.

    Ke Gereja

    Sebagai negara yang dibangun di atas kultur yang dibawa Eropa, gereja masih cukup laku untuk dikunjungi di sini. Kalau biasanya gereja sepi pada minggu-minggu biasa, pada perayaan malam Natal dan Natal, keluarga-keluarga banyak pergi ke gereja mengikuti ritual peringatan yang paling hakiki dari semua makna-makna Natal yang diimbuhkan kemudian; kelahiran Yesus Kristus Juru Selamat Dunia!

    Jangan lupa! Sinar matahari terik di sini terlalu berbahaya tanpa kita menggunakan perlindungan...
    Jangan lupa! Sinar matahari terik di sini terlalu berbahaya tanpa kita menggunakan perlindungan…

    Selamat merayakan Natal!
    Gloria in Excelsis Deo!

  • So this is Christmas…

    So this is Christmas…

    And so this is Christmas
    For weak and for strong
    For rich and the poor ones
    The world is so wrong

    Entah apa yang ada di dalam benak John Lennon saat menuangkan ide atas lagu di atas. Akankah ia berpikir literally tentang Kristus atau tentang Natal tanpa harus memikirkanNya?

    Yang pasti, penyanyi yang sempat berujar bahwa band-nya, Beatles, lebih besar dari Yesus itu telah dimaafkan Tahta Suci Vatikan atas pernyataannya 40 tahun kemudian?

    Natal memang untuk semua, apapun agama dan kepercayaannya, terlepas apapun suku dan bangsanya karena tak satupun dapat ditolak oleh Tuhan meski kalian mungkin berusaha mati-matian untuk mengingkari dan tidak mempercayaiNya.

    Natal adalah penanda bahwa kegelapan, kesendirian dan kesuraman dipecahkan oleh terang dan cahaya yang bertajuk harapan dan dua ribu tahun silam mewujud melalui pribadi Yesus.

    Jadi, selamat Natal untuk semuanya saja.

    Rehatlah dari pekerjaan dan berkumpulah dengan keluarga serta kerabat dekat. Reguk cinta dari mereka dan berikanlah kasih sebagai balasnya.

    Salam dariku, DV, untuk mereka semua. Tuhan berkati!

    [youtube id=”S84RLgnz7Rs” width=”690″ height=”400″ position=”center”]

  • Natal

    Natal


    Yang selalu menarik dari perayaan Ekaristi Natal adalah, meski label acaranya tentang kelahiran, namun pada saat yang bersamaan, utamanya di bagian Doa Syukur Agung, Imam mengingat dan mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan orang yang sedang dirayakan hari lahirnya itu.
    Ambigu? Menurutku bukan!
    Lebih pada pemaparan kenyataan tentang aliran kehidupan saja.
    Bahwa ketika kita berada di hulu, kita tahu bahwa kita sedang menuju ke hilir dan ketika telah sampai di hilir, kita pun ingat dulu pernah mengalir dari hulu. Adapun hilir yang sekarang, bisa jadi adalah hulu yang lain untuk aliran selanjutnya dan hulu yang sekarang adalah kelanjutan hilir dari yang sebelumnya.
    Selamat Natal untuk semuanya, tanpa terkecuali!