Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya
(Lukas 2:19)
Selamat Tahun Baru 2018!
Marilah di hari yang oleh Gereja Katolik diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia ini kita berjanji untuk memperlambat gerak jari-jemari dalam men-share konten di akun-akun social media kita!
Kata seorang kawan, sebagian dari kita biasa men-share konten menggunakan jari-jemari lebih cepat dari pikiran dan hati kita sendiri.
Ada konten lucu, share!
Ada konten membahayakan dan mengerikan, share!?Ada konten yang menceritakan jagoan politik kita, share!?Ada konten yang menjelekkan jagoan politik kaum sebelah, share!
Share! Share! Share!
Benar tidaknya? Nanti dulu yang penting share!?Pantas tidaknya? Nggak usah gubris yang penting share!
Share! Share! Share!
Lho apa hubungannya men-share konten di akun media dengan Hari Perdamaian Dunia?
Bayangkan, kalau konten yang kita bagikan itu sejak dari sananya memang dibuat untuk memecah belah? Akan ada berapa mata dan telinga yang membaca serta mendengarkan yang kita share? Ada berapa hati dan pikiran yang teracuni? Dan? ada berapa jari-jemari yang lantas ikut-ikutan kita untuk share-share dan share?
Tidak men-share secara sembarangan adalah turut menjaga perdamaian dunia mulai dari lingkungan kita sendiri. Dan untuk ini kita bisa belajar dari Bunda Maria yang bukan kebetulan oleh Gereja Katolik juga diperingati hari ini sebagai Bunda Allah.
Bunda Maria tentu tidak ber-social media tapi ia paham prinsip untuk berdamai dan kupikir cocok dipraktekkan dalam social media sekarang ini. Seperti ditulis Lukas, Bunda Maria menyimpan perkara di dalam hati dan merenungkan. Dua hal itulah kuncinya.
Keduanya tidak sama dengan pasif dan diam serta mengalah.
Esensi dari menyimpan perkara dalam hati dan merenungkan adalah memberi jeda atau tidak tergesa-gesa bereaksi. Memberi waktu kepada hati dan pikiran, untuk mengolah dan menggunakan iman yang kita percaya untuk mempertimbangkan keputusan dan reaksi yang akan kita lakukan.
Apa akibatnya jika kita share??Adakah hal itu membawa manfaat bagi sesama??Atau? jangan-jangan membawa mudharat bagi para pembaca dan pemirsa? Menimbulkan pecah semakin tajam dan jurang perbedaan semakin lebar?
Mari belajar untuk tidak tergesa-gesa sebelum men-share konten di social media. Pikirkan dan renungkan untung-ruginya sebagai bantuan yang barangkali kecil tapi bermakna bagi perdamaian dunia.
Salam Damai!
Sydney, 1 Januari 2018
