Kemarin aku menginstall versi terbaru dari software-software buatan Adobe, CS 5.
Legal? Iya :) Di sini kalau mau illegal agak susah lagi pula perusahaan tempatku bekerja tak ‘membisakan’ nya, jadi ya terima jadi anugerah ini :)
Proses penginstallan yang memakan waktu 25 menit itu lantas menjadi ladang permenungan bagiku dan pikiran ini rasanya seperti terlontar ke beberapa waktu ke belakang ketika aku masih tinggal di negeri nan elok, Indonesia.
Andai, pembajakan hak cipta karya seni budaya termasuk software adalah sebuah tindak kriminal yang dikutuk pemerintah, maka kubayangkan lapak-lapak penjual CD installer software bajakan itu akan lenyap, musnah. Akibatnya, orang jadi tak mudah untuk membeli installer bajakan lalu menginstall software ke komputer karena untuk membeli yang asli adalah mahal, mereka harus berpikir berulang-ulang sebelum akhirnya mau merogoh kocek, kan? Akibat lainnya, para penjual lapak penjual CD memang akan kehilangan pekerjaan, tapi itu pertanda bagus karena sebuah pelajaran hidup tentang pilihan kerja yang salah didapatkannya.
Semakin sedikit orang yang menginstall software, dalam contoh ini adalah software olah design digital, kemampuan mengoperasikan software dan memproduksi karya menggunakan software tersebut akan dihitung semakin mahal. Kenapa, karena orang tidak akan dengan mudah lagi bilang “Ah, mbikin gituan gampang, Mas! Saya punya softwarenya, anak saya kemarin beli cd-nya di pinggiran jalan sana. Dia sudah mulai bisa mbikin macem-macem juga lho!”
Karena kemampuan berproduksi dianggap mahal, maka karya yang dihasilkan otomatis juga terangkat nilainya dan akhirnya upah para designer pun akan meningkat dan meningkat pulalah taraf hidupnya. Tiada lagi keluh kesah semisal “Wah, gimana bisa hidup? Desain kartu nama gw bikin mati-matian aja cuma dihargai tiga bungkus rokok Samsu?” Atau mau yang lebih nylekit lagi “Aku mau mandheg jadi designer, Mas! Mau mbantu Bapak mblantik motor saja di desa, hasilnya jauh dari lumayan!”
Peningkatan nilai uang dalam karya design seharusnya juga merangsang cita rasa seni para designer untuk beproduksi secara lebih baik, efisien dan membawa hasil karya yang lebih ‘nendang lagi!
Karena nilai design yang semakin mahal diikuti hasil karya yang brilian, maka jika ada perusahaan yang membelinya untuk design logo, misalnya, otomatis karya tersebut akan turut meningkatkan citra produk di mata masyarakat. Semakin masyarakat tertarik pada produk berlogo ‘asik’ tersebut, semakin mudah pula bagi perusahaan untuk meningkatkan harga jual per produknya karena mau tak mau impresi yang didapat produk melalui logo itu naik.
Muaranya, pemerintah yang harusnya jeli.
Melihat betapa gelombang ‘gairah’ kenaikan harga tersebut, mereka akan mendapatkan pajak yang lebih besar lagi dari perputaran tersebut.
Pola distribusi pajak yang bersih dan ‘anti-bocor’ dari sebuah pemerintahan yang baik memungkinkan keuntungan dari pajak itu untuk lebih membuat warga negaranya hidup sejahtera.
Dalam tataran yang lebih simple, contohnya, karena pemerintah menyadari bahwa para designer lah yang menjadi mata pusaran meningkatnya kesejahteraan itu, mereka (para designer itu) lantas diberikan kemudahan investasi untuk membeli installer software yang asli baik dalam bentuk pinjaman pengadaan software atau bisa pula pada pengalihan status ‘barang tak dikenai pajak’ untuk pembelian installer-installer tadi.
Ketika semua bisa teratur seperti itu, rasa bangga atas profesi bisa ditemui dalam diri setiap designer, para istri maupun suami juga anak-anak mereka.
Lamunan pun usai seiring selesainya proses instalasi… dan aku kembali pada kenyataan, bumi para manusia! :)
Tag: adobe cs5

Mungkinkah designer digaji mahal?