Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar.
Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.

Satu hal yang kusuka dari kegiatan memotret adalah karena selain bisa “menghentikan” obyek barang sejenak, kita juga seakan diberi “kuasa” untuk memberi warna pada obyek sesuka hati kita.
Dengan “kuasa” itu, pemotret bisa menjadi layaknya Tuhan yang bisa menganggap daun adalah biru atau langit adalah merah…

Secara lebih khusus, dalam soal warna-mewarnai, aku sangat suka pada pemotretan hitam – putih.
Warna adalah media dan kita terbiasa dimanjakan ribuan hingga jutaan jenis di dalamnya. Sehingga, dengan hanya membatasi pada setidaknya dua tone saja, hitam serta putih, disitulah kemanjaan kita terlenyapkan, kreatifitas kita diperas kuat-kuat untuk mendapatkan yang terbaik dan anehnya, justru keunikan yang tercipta.


Melukis Sydney dan sekitarnya dalam nuansa hitam dan putih adalah satu keasyikan dan tantangan tersendiri.
Landskap raksasa ini telah menghadirkan sedemikian banyak perbedaan baik di antara orang-orang yang berjejalan di dalamnya maupun gedung dan bangunan yang didirikan menurut cita rasa masing-masing arsiteknya; namun dengan sekali tekan tombol shutter kamera semua jadi diam sesaat dan harus menurut pada aturan yang telah kita tentukan: hitam dan putih!
Tak lain!

Tinggalkan Balasan