Sumpah loe?

15 Jun 2019 | Kabar Baik

Mengenai boleh-tidaknya kita untuk mengucapkan sumpah, Yesus hari ini berkata, ?Janganlah sekali-kali bersumpah!?

Jangan bersumpah!

Alasannya? Secara panjang lebar, begini Yesus beralasan, ??Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.? (lih. Matius 5:34-36)

Konteks mengenai apa yang dikatakan Yesus di atas sebanarnya adalah sebuah protes dan sindiran halus pada kaum Farisi. Waktu itu, mereka begitu mudah mengucapkan sumpah sekadar untuk meyakinkan orang banyak bahwa dengan bersumpah terhadap Tuhan, Yerusalem atau apapun maka ia layak dipercaya.

Dalam bahasa yang kucoba untuk sederhanakan, kenapa kita tidak boleh mengucapkan sumpah adalah karena kita ini rentan untuk melanggar apapun yang kita ucapkan sendiri termasuk sumpah.

Dan ini banyak terbukti kan sekarang ini?

Ada berapa banyak pejabat publik yang ditangkap KPK lalu dijebloskan ke dalam penjara karena kasus korupsi padahal dalam sumpah jabatannya tertera jelas larangan untuk tidak korupsi?

Pejabat atau profesional Katolik tidak mengucapkan sumpah?

Wah, kalau begitu lantas bagaimana dengan para pejabat publik atau tenaga profesional yang beragama Katolik padahal dalam melakukan tugas harus mengucap sumpah?

Setiap orang tentu punya pandangan sendiri-sendiri terkait hal ini. Tapi bagiku, ada tiga pendekatan untuk memahaminya.

Yang pertama, aku meletakkan situasi ini dalam konteks yang pernah dikatakan Yesus terkait ?Berikanlah apa yang menjadi hak kaisar? (Markus 12:17).?

Artinya?
Ketika sumpah jabatan adalah menjadi kewajiban yang harus dilakukan mari kita mentaati dan mengembannya secara sungguh-sungguh. Seperti ketika para murid diwajibkan Yesus untuk membayar pajak karena pajak adalah hak dari kaisar, orang yang lebih tinggi kedudukannya di dunia.

Yang kedua, pekerjaan adalah sarana untuk memuliakan Tuhan dengan menggunakan talenta kita. Bayangkan kita adalah calon dokter. Sekian tahun belajar lalu saat tiba kesempatan untuk disumpah, tiba-tiba kita mundur karena kita dilarang untuk mengucapkan sumpah. Padahal menjadi dokter itu adalah profesi keren yang bisa menolong banyak orang yang memerlukan bantuan, kan?

Atau misalnya seorang presiden, kebetulan beragama Katolik, adakah ia juga harus membatalkan diri menjadi presiden hanya karena tidak boleh mengucapkan sumpah?

Eh ngomong-omong, kalian pernah nggak sih berani bermimpi memiliki seorang presiden yang beragama Katolik?

Sydney, 15 Juni 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.