Sudah se-katolik apa kita ini hingga harus diselamatkan?

15 Okt 2019 | Kabar Baik

Baru-baru ini di sebuah Facebook Group kristiani terjadi sebuah diskusi menarik terkait topik yang memang selalu menarik untuk didiskusikan, EENS. Diskusi tentang EENS selalu menarik karena bicara tentang siapa yang akan diselamatkan. EENS, kependekan dari Extra Ecclesiam Nulla Salus adalah sebuah ajaran Gereja Katolik yang menyebut bahwa tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik.

Dari pengamatanku sebagai peserta maupun pengamat diskusi tentang ini di banyak forum sejak dekade silam, reaksi yang biasanya muncul ada tiga macam.

Pertama, rasa bangga sebagai orang Katolik karena merasa sudah pasti diselamatkan oleh ajaran tersebut.

Kedua, rasa ingin tahu apa yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan yang non-Katolik.

Ketiga, rasa tak percaya bahwa Gereja Katolik memiliki ajaran seperti itu karena bagi yang tidak percaya, lantas muncul pertanyaan semacam ini, ?Kalau begitu bagaimana dengan nasib sanak saudaraku yang beragama lain? Adakah mereka nanti tidak diselamatkan??

EENS, yakin diselamatkan?

Pandanganku pribadi tentang diskusi? pun berubah-ubah. Pernah aku ada di posisi pertama, lalu ke posisi kedua dan tak jarang aku berada di posisi ketiga. Pernah juga aku ada dalam posisi di luar dari ketiganya. Posisi yang kunamakan sebagai EGP alias Emang Gue Pikirin!? :)

Hari ini aku menemukan relasi tentang diskusi EENS dengan apa yang ditulis Lukas.

Dalam perikop singkat, Lukas menulis bagaimana seorang perempuan yang saking terpananya berkata kepada Yesus, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”

Tapi Yesus menjawab, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Menjadi ibu dari seorang Anak yang adalah Yesus tentu amat membanggakan. Begitu halnya kita, menjadi umat Gereja yang didirikan langsung oleh Yesus, Putra Allah, adalah suatu kebanggaan. Tapi adakah kebanggaan itu menyelamatkan dan membahagiakan?

Menjadi katolik dan keselamatan

Ternyata tidak!
Pun Bunda Maria diselamatkan serta diangkat ke surga bukan hanya karena ia adalah ibu Yesus. Bunda diangkat karena selain jadi ibu Yesus, ia juga konsisten untuk setia dalam mendengarkan dan memelihara Firman Allah hingga paripurna. Ia mengikuti Yesus, menuruti apa yang diperintahkan bahkan saat Yesus disalib, Bunda menemani hingga kesudahanNya.

Jadi jika ingin diselamatkan, pun tercatat jadi umat Katolik itu tidak cukup. Tak juga hanya dengan rajin pergi ke Gereja dan ke acara-acara bina iman. Ada hal-hal lain yang harus diikuti dan dijalankan sebagai satu senarai cerita yang berkesinambungan: mendengarkan firmanNya dan membawaNya dalam hidup sehari-hari.

Sudah se-katolik apa kita?

Maka kalau dikembalikan ke dalam tiga wujud reaksi ketika berdiskusi tentang EENS, aku akan bangga menjadi yang diselamatkan kalau aku telah benar-benar menjadi seorang Katolik, bukan sebagai identitas tapi sebagai jalan hidup yang dipraktekkan.

Jika belum bisa benar-benar begitu, mengikuti diskusi EENS menurutku akan menjadi sesuatu yang sangat menakutkan.

Takut kalau tidak diselamatkan. Takut kalau diri ini sudah sok merasa selamat padahal belum semata karena kita tak bisa? menemukan lagi batas-batas yang jelas adakah kita sudah cukup Katolik untuk bisa diselamatkan?

Sydney, 15 Oktober 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.