Harusnya para capres-cawapres itu mengenakan stelan hitam daripada kemeja putih seperti sekarang.
Seorang pemimpin itu mudah kotor.
Entah itu kotor dalam arti sesungguhnya bagi pemimpin yang mau turun ke bawah terkena kotoran pasar dan sawah, maupun kotor dalam arti kiasan, entah itu main uang, wanita, wewenang ataupun darah!
Kalau pakaian putih, kena kotoran sikit pasti terlihat bahkan itu kalau diamati dari seberang lautan oleh orang yang berada di belakang gajah. Tapi hitam? Tentu lain soal karena kotoran bisa terlindungi pekatnya pada warna hitam.
Pakaian hitam identik dengan peracik kopi alias barista.
Tugasnya mulia, memberikan suntikan energi pada para buruh pekerja tiap pagi yang mengantri membeli kopi sehingga hawa ngantuk sisa tidur semalam menguap bersama ruapan aroma kopi terkena mentari pagi.
Seorang pemimpin haruslah seperti barista mampu menyuntikkan semangat giat bekerja bagi warga negaranya.

Tinggalkan Balasan