Solusi persoalan zaman now, dukun atau Tuhan?

13 Des 2017 | Kabar Baik

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
(Matius 11:28)

Masih relevankah untuk mencari solusi persoalan kepada Tuhan di zaman now? Kawanku memilih pergi ke dukun saat berat menghadapi persoalan. ?Dukun lebih bisa diajak omong, Don! Kalau Tuhan??

Tuhan memang tidak tampak fisik tapi Ia bukan sosok imajiner. Tapi tetap saja kawanku berkeras bahwa mencari solusi, menemukan kelegaan, pergi ke dukun!

?Lagipula ke dukun itu menurutku nggak dosa, Don! Dukun itu juga mendapatkan kemampuan dari Tuhan kok. Jadi ya kita campur aja, ke Gereja ok, ke dukun pun juga ayo?? begitu kilahnya.

?Apa kamu sendiri nggak bisa mengusahakan dan tidak dapat kemampuan dari Tuhan seperti yang dimiliki dukun?? tanyaku lagi.

?Ya bedalah! Dukun itu ?weruh sakdurunge winarah?, tahu sebelum terjadi??

Aku terdiam. Percuma untuk berdebat kalau sudah demikian. Tapi apa sih kata Gereja Katolik tentang praktek perdukunan?

Mari simak dua isi Katekismus Gereja Katolik (KGK) terkait perdukunan di bawah ini:

KGK 2117 Semua praktik magi dan sihir, yang dengannya orang ingin menaklukkan kekuatan gaib, supaya kekuatan itu melayaninya dan supaya mendapatkan suatu kekuatan adikodrati atas orang lain ? biarpun hanya untuk memberi kesehatan kepada mereka ? sangat melanggar keutamaan penyembahan kepada Allah. Tindakan semacam itu harus dikecam dengan lebih sungguh lagi, kalau dibarengi dengan maksud untuk mencelakakan orang lain, atau kalau mereka coba untuk meminta bantuan roh jahat. Juga penggunaan jimat harus ditolak. Spiritisme sering dihubungkan dengan ramalan atau magi. Karena itu Gereja memperingatkan umat beriman untuk tidak ikut kebiasaan itu. Penerapan apa yang dinamakan daya penyembuhan alami tidak membenarkan seruan kepada kekuatan-kekuatan jahat maupun penghisapan orang-orang lain yang gampang percaya.

KGK 2116 Segala macam ramalan harus ditolak: mempergunakan setan dan roh jahat, pemanggilan arwah atau tindakan-tindakan lain, yang tentangnya orang berpendapat tanpa alasan, seakan-akan mereka dapat ?membuka tabir? masa depan (lih. Ul 18:10; Yer 29:8). Di balik horoskop, astrologi, membaca tangan, penafsiran pratanda dan orakel (petunjuk gaib), paranormal dan menanyai medium, terselubung kehendak supaya berkuasa atas waktu, sejarah dan akhirnya atas manusia; demikian pula keinginan menarik perhatian kekuatan-kekuatan gaib. Ini bertentangan dengan penghormatan dalam rasa takwa yang penuh kasih, yang hanya kita berikan kepada Allah.

Nah? Jadi gimana baiknya?
Hidup ini adalah pilihan jadi terserah apa yang akan jadi keputusan kalian. Bagiku, seberat apapun persoalan hidup yang kuhadapi aku mencoba untuk menyerahkan masa depan dengan penuh kepercayaan kepada penyelenggaraan ilahi. Meskipun, untuk terus-menerus mengimani bahwa Tuhan itu memberikan kelegaan juga adalah hal yang tidak mudah.

Sydney, 13 Desember 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.