Sisi-sisi wajahNya

22 Apr 2018 | Kabar Baik

Tulisan yang kurilis kemarin dan berjudul ?Ketika satu per satu dari mereka meninggalkan Gereja?? banyak mendapat tanggapan dan betapa aku mensyukuri hal itu.

Salah satu yang mengesankan adalah tanggapan dari seseorang. Begini katanya,

Mas DV,
kawanku ada juga yang meninggalkan Gereja Katolik.

Ketika kutanya apa ia tak rindu dan kehilangan sosok Yesus kalau pindah nanti, jawabnya mengejutkanku. Ia bilang bahwa dalam agamanya yang baru nanti, sosok Yesus dikenal juga di sana?

Yesus barangkali dikenal dengan berbagai nama dan pangkat dalam keyakinan lain. Tapi bagi kita, orang Katolik, Ia adalah juru selamat. Yesus kita kenal bukan hanya nabi, bukan hanya guru. Ia sosok yang menurut Konsili Kalsedon tahun 451 adalah Yesus yang sungguh Allah dan sungguh manusia.

Dan hari ini, Yohanes kembali mencatat apa yang dikatakan Yesus tentang diriNya sendiri. Sesuatu yang semakin memperkaya khazanah kita terhadapNya bahwa Ia adalah gembala yang baik bagi domba-dombaNya. Gembala yang baik yang memberi nyawa bagi domba-dombaNya, gembala yang mengenal domba-dombaNya. (Yohanes 10:11-18)

Melalui Gereja yang dibangunNya sendiri, Gereja Katolik, wajah Yesus utuh dalam banyak sisi. Wajah yang kita sendiri sejatinya tak akan pernah mampu mengenali secara utuh benar-benar hingga nanti saat kita akhirnya bertemu muka dengan muka denganNya. Kapan? Dalam hidup abadi setelah peziarahan di dunia ini terakhiri.

Memandang Yesus dalam wajah yang utuh itu kurenungi seperti halnya? sinar matahari dan pelangi.

Ketika seorang bertanya apakah warna sinar matahari, putih adalah jawaban yang tidak bisa disangkal lagi karena memang begitulah yang kita lihat setiap mendongak ke atas bukan? Tapi bagi seorang pecinta sunset dan sunrise, sinar matahari tak hanya putih. Ia adalah jingga karena matahari saat terbit dan menjelang tenggelam adalah matahari yang menjingga.

Tapi menurutku, tak ada yang lebih lengkap dan kaya dalam menggambarkan warna sinar matahari selain tetesan hujan yang membiaskannya membentuk pelangi.

Dalam pelangi sinarnya tak hanya tampak putih saja, tak pula melulu jingga. Sinar matahari membias menjadi begitu kaya menjadi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Begitulah juga dengan kita dan GerejaNya. Melalui kuasa Roh Kudus, wajahNya tampak begitu kaya dari berbagai sisi dan warna dan kita diijinkan untuk mengenaliNya semata karena kita ini domba yang digembalakanNya.

Kawan, tulisan ini kutulis dan terbitkan pada hari Minggu pagi yang ceria. Semoga tulisan ini mencerahkan kalian dan membuat semakin bersemangat untuk pergi ke Gereja mengikuti perayaan ekaristi hari ini. Sadarlah bahwa menjadi seorang Katolik adalah sebuah kebanggaan sekaligus anugerah yang tak kan pernah habis kita syukuri!

Sydney 22 April 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.