Si Mata Empat, diet yang nggak perlu ikut MLM

10 Jan 2017 | Cetusan

Sepertinya belum ada program diet yang se-religius programku ini!

Kunamakan sebagai Si Mata Empat karena terinspirasi dari Matius 4 ayat 4 (Mat 4:4, Mat4 Empat)!

Ayat itu begini bunyinya,

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Vulgata: qui respondens dixit scriptum est non in pane solo vivet homo sed in omni verbo quod procedit de ore Dei)

Ayat itu lantas kukaitkan dengan penggalan doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya? (Vulgata: panem nostrum supersubstantialem da nobis hodie) (bdk: Matius 6:11) maka kubaca sebagai, karena hidup tak hanya berasal dari roti saja, maka makanlah seperlunya!

Jadi? Makanlah seperlunya sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Sejak Desember 2016 silam aku memulai program diet ini. Program diet yang untuk mengikutinya tak perlu ikut MLM, tak perlu beli suplemen-suplemen mahal dan tak perlu juga meminjam istilah-istilah medis untuk menguatkan argumentasi bahwa program diet ini adalah yang paling baik menurut pakar A, menurut penelitian universitas B dan segala macamnya.

Patokan dasar dari program diet ini adalah mengenali rasa ‘cukup kenyang’ dan menghindari ‘kenyang banget’ apalagi ‘lapar’ karena inti dari program diet ini adalah supaya kita tetap hidup.

Lalu apa yang kumakan sehari-hari? Apa saja asalkan tidak membuat terlampau kenyang, secukupnya dan seperlunya.

Berikut jadwal makanku.

  • 8 pagi : segenggam multigrain dicampur susu sapi + kopi tanpa gula
  • 10 pagi: segenggam kacang almond tanpa olesan bumbu penyedap apapun
  • 12 siang: satu buah apel dan protein milkshake
  • 2 siang: satu buah alpokat dan yoghurt
  • 4 sore: satu buah pisang (sebelum berolahraga) + kopi tanpa gula
  • 6 sore: tiga lembar roti gandum plus ikan salmon kemasan kaleng dicampur saus penyedap (aku biasa pakai saus sambal plus mayonaise)
  • 8 malam: segenggam kacang + teh hijau tanpa gula

Kalau kalian amati, aku menghindari gula (dari dulu memang tak suka gula) dan nasi putih. Kenapa nasi putih? Apakah karena struktur karbohidratnya sesuai pola-pola diet di luar sana? Tidak. Alasanku hanya satu karena kalau makan nasi putih aku gampang kenyang lalu ngantuk. Kalau aku ngantuk aku tak bisa bekerja. Kalau aku tak bisa bekerja lantas bagaimana aku bisa menghidupi hidupku dan keluargaku?

Tapi apakah kita lantas melupakan menu-menu makanan enak seperti babi panggang, steak, ayam goreng pedas, kwee tiaw dan lain-lainnya, Don??Nggak juga. Setiap akhir pekan aku mengubah aturan tak lagi makan makanan yang kubutuhkan tapi makan makanan yang kuinginkan. Ya, akhir pekan adalah saatnya wisata kuliner bagiku dan keluarga.

Tapi, biasanya karena selama hari kerja sudah terbiasa makan makanan seperti di atas, saat akhir pekan pola makan pun jadi tak berubah banyak karena sudah gampang kenyang. Lagipula, apa sih definisi makan enak itu? Bukankah setiap orang memiliki referensi mana yang enak dan mana yang tidak? Jadi, kenapa kita tidak mere-definisi kata ‘enak’ itu sebagai makanan-makanan yang menyehatkan?

Lalu apakah program diet ini menawarkan keberhasilan?
Jelas! Setiap kamu menjalankan program diet ini, saat itu juga kamu berhasil. Kukatakan demikian karena tujuan utama diet ini bukan untuk mengurangi berat badan supaya langsing tapi untuk bisa ‘menggenapi’ apa yang tertulis dalam kitab di atas yaitu untuk makan secukupnya bukan sekenyang-kenyangnya.

Tapi kalaupun pada akhirnya digunakan untuk mengurangi berat badan ya nggak papa juga. Aku yang sejak bulan Desember 2016 menerapkan sistem ini, sekarang sudah turun 7 kg dari bobot semula. Bukan hanya karena program diet ini tentu saja tapi karena aku berusaha untuk giat berolahraga setiap hari. Dalam sehari, rata-rata aku berjalan 12 km jauhnya. Jarak sejauh itu kudapat dari aktivitas olahraga cardio selama 40 menit ditambah lagi dengan jalan kaki saat berangkat dan pulang kerja.

Jadi, bolehkah aku mengikuti program-mu ini, Don?
Kenapa tidak? Asal resiko apapun yang muncul terkait sebagai imbas dari program ini ada dalam tanggungan kalian sendiri. Go for it!

Sebarluaskan!

3 Komentar

  1. Haha.. betul betul. Diet yang sesuai kebutuhan. Aku ga menghindari nasi putih atau gula ( msh prl tenaga ekstra buat mengatasi keaktifan kedua krucil) tapi membatasai diri..

    Blm bs kek kamu, Don. Msh suka kangen nasi putih hahahaha..

    Balas
    • Hahaha… sebenernya sih tenaga ekstra bisa didapat dari karbohidrat lain selain nasi putih :)

      Balas
  2. Foto before-after donkkkk ^_^

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.