Yang aku ingat dari hari itu adalah:
Kami berempat, Aku, Iwan, Valens dan Riza terbangun sekitar pukul 08.00 WIB
setelah malam sebelumnya ngobrol hingga dini hari menjelang 04.00 WIB.
Sejenak membetulkan posisi kursi yang baru saja kami pakai untuk tidur ala kadarnya, segera kami menikmati secangkir kopi sambil ngobrol dan menyalakan beberapa batang rokok.
Lewat sedikit dari pukul 08.00 WIB, terdengar suara mobil menghentikan langkah di muka rumah lalu terdengar suara “beuuuup” pintu dibuka.
Muncullah sosok Wicak dengan stelan kemeja lengan panjang digulung hingga ke siku dan celana kain katun keluar dari mobil milik orangtuanya.
Kami berempat yang mengintip di balik korden baru yang belum tiga hari terpasang itu pun saling bergumam
“Hiiii.. Wicak rapi sekali, kita jadi ngantor beneran ini rupanya hahahaha!” Kami berempat yang masih bercelana pendek dan kaos tidur pun tertawa bersama-sama.
Lalu dunia mencatat, hari itu kami memulai bekerja di kantor kami sendiri, bukan kantor milik orang lain.
Sebuah perwujudan dari mimpi kami untuk tidak bekerja di bawah kaki orang lain kecuali investor tentu saja.
Di atas kami adalah langit, dan dengan kaki-kaki kami, kami berdiri dan mendirikan perusahaan ini, setahap demi setahap.
Hari itu adalah 7 Februari 2000.
Hari dimana kami lima sekawan (meski pada akhirnya Wicak mengundurkan diri enam bulan sesudahnya) memulai kenyataan bahwa kami adalah punggawa perusahaan yang kami tapaki.
Perusahaan itu juga bukan lagi mimpi, makanya aku menulis sebagai kenyataan, karena mimpi adalah sesuatu yang tidak nyata, tapi kenyataan ini, perusahaan ini, dan
pertemanan ini telah menggantikan mimpi-mimpi terindah kami menjadi kenyataan yang paling indah, lebih indah ketimbang yang terindah sekalipun.
Hari ini adalah 8 Februari 2008.
Delapan kali tiga ratus enam puluh lima hari telah kami lewati.
Kami tidak lagi lima sekawan. Tiga puluh hingga empat puluh orang telah bersama-sama dengan kami memperkuat kenyataan supaya tidak jatuh menjadi mimpi lagi.
Mereka semua adalah teman, bukan hanya pegawai bagi kami.
Mereka semua adalah teman, teman yang sesejatinya teman…
Hidup saling menguatkan dan dikuatkan, maju bersama-sama, menopang di kala susah, menyalakan bara di saat dingin menusuk belulang.
Selamat ulang tahun Citraweb, Citranet dan GudegNet.
Sewindu sudah layar terkembang, PANTANG untuk kita surutkan!
Untuk usaha kita!
Untuk tapak-tapak kaki kita!
Untuk persahabatan kita!
Untuk pahit getir dan darah, airmata serta tawa kemenangan kita!
Keterangan foto dari kiri ke kanan:Iwan Santoso, Riza Tantular, Donny Verdian, Wicaksono Cipto, Valens Riyadi. Foto diambil pada 7 Februari 2000.
Tinggalkan Balasan