Setan aja mengakui Ia Anak Allah, kamu kapan?

24 Jan 2019 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini menarik! Markus dalam Markus 3:7-12 seolah ‘memberi ruang’ kepada setan untuk menyuarakan pendapatnya tentang siapakah diri Yesus. Saat itu Yesus dan para murid menyepi di Danau? Galilea. Di tengah orang-orang yang disembuhkanNya dari sakit, sesekali waktu roh jahat melihat Yesus dan tersungkur sambil berteriak, ?Engkaulah Anak Allah.? Tetapi setiap mendengar teriakan itu, Yesus melarang keras untuk memberitahukan siapa Dia.

Apa yang bisa dipelajari dari situ?

Setan aja mengakui Ia Anak Allah

Kenapa setan mengakui keilahianNya??

Begini.
Rencana Allah untuk menurunkan Yesus adalah rencana yang sudah ada sejak dunia belum dibentuk, baca Yohanes 1:1-3. Di sisi lain, Lucifer menurut tradisi, sebelum menjelma menjadi setan karena tidak setuju dengan rencana Bapa dulunya adalah salah satu malaikat sehingga ia tentu tahu tentang Yesus. Setelah menjadi setan dan berkawananan, mereka turun ke bumi dan menggoda serta mengganggu manusia. Dari sini mereka jadi semakin tahu bahwa apa yang direncanakan Allah terhadap Yesus kian kemari kian menjadi nyata melalui warta yang dibawakan para nabi.

Sehingga ketika mereka bertemu Yesus dan diusir dari tubuh orang-orang yang dirasuki, spontan mereka berteriak menyebut namaNya untuk meminta ampun. Kalau mau membayangkan seperti yang kubayangkan, berpikirlah tentang scene sebuah film kriminal saat seorang penjahat ketakutan dicokok di tempat persembunyian oleh pak polisi. Mereka gemeteran, minta supaya tidak ditembak dan diampuni dan berkata, ?Ampun, Pak!?

Kabar Baik hari ini patut disyukuri karena kalau setan aja percaya bahwa Ia itu Anak Allah, kenapa kita yang berasal dan akan kembali kepadaNya tidak mengakui?

Tapi kenapa Yesus melarang keras untuk memberitahukan siapa Dia?

Nah ini pertanyaan menarik! 

Kenapa Yesus melarang keras para setan untuk memberitahukan siapa Dia? Jawaban yang paling tepat tentu hanya Yesus yang tahu. Tapi tiba-tiba pagi ini ketika sedang jalan kaki dari rumah ke stasiun untuk berangkat kerja, aku merenungi sesuatu. Jangan-jangan Yesus melarang setan itu karena Ia tak mau diganggu, pelayananNya belum usai dan Ia tak ingin pengakuan bahwa Ia adalah Anak Allah datang dari setan. Kenapa? Yang hendak diselamatkan itu manusia bukannya setan!

Pengakuan yang Tuhan inginkan adalah pengakuan seperti yang diungkapkan Simon Petrus yang ketika ditanya siapakah diri Yesus dan menjawab ?Mesias? dari Allah? (lih Lukas 9:18-22). Atau seperti kepala pasukan yang mengeksekusi penyaliban Yesus. Orang yang sekaligus menikam lambung Yesus dan bernama Longinus itu bersaksi, ?Sungguh, orang ini adalah Anak Allah? (Markus 15:39).

Jadi?
Mari semakin mencari, mengolah dan akhirnya menemukan identitas Yesus sebagai Anak Allah bukan melalui buku-buku dan ?kata orang? saja tapi juga melalui pengalaman-pengalaman hidup sehari-hari hingga akhir nanti.

Sydney, 24 Januari 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.