
Hari minggu kemarin, 1 November 2009, tak lama sesudah bangun tidur aku menuju ke ruang belajar, menghidupkan komputer, membuka inbox lalu menemukan sebuah email lama dari David, temanku yang kuterima sesaat sebelum aku pergi meninggalkan tanah air, tepat setahun silam.
Begini bunyi pesan itu
Slamat jalan, Don! Semoga kamu sukses di Sydney!
Berjuang untuk lebih maju itu sama halnya dengan kita memanjat pohon.?Pada mulanya kamu butuh tangga untuk naik hingga ranting terendah yang cukup kuat.?Segera sesudah sampai di ranting tersebut, tendanglah tangga itu jauh-jauh sehingga tak kan ada jalan untukmu turun lagi dan mau tak mau kamu harus terus naik dan naik dan naik!
Satu-satunya cara untuk turun adalah terjun dan itu berarti bunuh diri… mati!
Perkara sebenarnya hidup ini bukan menyoal pada naik dan turun tapi pada maju atau mundur.
Aku tak pernah tahu apakah aku sedang berada dalam tataran hidup yang terus naik atau malah turun, tapi satu hal yang pasti hidupku berjalan maju ke depan dan tidak akan pernah bisa untuk mundur lagi.
Setahun sudah aku di Sydney…
Hari masih terlalu pagi untuk mengatakan bahwa tidak akan ada topan badai hari ini, tapi satu hal yang pasti, seburuk apapun topan itu dan seriang apapun tempik sorak kemenanganku, semuanya akan kulalui di dalam Tuhan yang selalu memeliharaku.
David, hari ini kugenapi petuahmu…
Tinggalkan Balasan