Sesigap apa dunia kerja di Australia menghadapi pandemic Corona Virus (COVID-19)?

14 Mar 2020 | Cetusan

Ada yang berpendapat bahwa dunia sedang ditaklukkan oleh merebaknya Corona Virus (COVID-19) yang sudah masuk level pandemic sejak beberapa hari yang lalu. Setujukah kamu dengan pendapat itu? Aku sih tidak! Bagiku, dunia dan seisinya tidak sedang ditaklukkan tapi sedang beradaptasi dengan hadirnya virus yang berasal dari Wuhan itu.? Kalaupun ada yang takluk oleh karenanya ya lumrah karena hidup kan memang rentan. Tapi bukan berarti lantas seisi dunia takluk, bukan?

Dalam rangka beradaptasi itu, yang lantas menarik untuk diamati adalah bagaimana cara dunia kerja menyikapi pandemic virus yang hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya itu. Karena tinggal di Australia, maka aku akan menceritakan bagaimana dunia kerja di sini menyikapi.

Kerja dari rumah karena corona virus (COVID-19)

Beberapa perusahaan sudah mulai ada yang meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya untuk meminimalisasi penularan Corona Virus (COVID-19) dan melokalisasi (contain) virus seandainya memang ada karyawan yang sudah terinfeksi. Lantas hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk itu?

Bekerja dari rumah bukan berarti sakit dan tak bekerja

Meski keputusan untuk meminta karyawan bekerja dari rumah terkait dengan epidemi corona virus, bukan berarti bahwa kita lantas tak bekerja karena sakit. Maka, ketika sehat, karyawan ya tetap bekerja meski dari rumah. Ketika tak sehat, karyawan mengambil cuti sakit dan tak perlu bekerja.

Pola dan cara berkomunikasi yang baik

Salah satu hal yang membuat banyak kantor memutuskan untuk meminta karyawan bekerja dari rumah adalah tersedianya jalur komunikasi yang baik. Meeting yang biasanya diadakan secara tatap muka, dalam masa ini akan banyak diubah dengan meeting online (conference call) melalui berbagai macam tool yang disepakati. Karena aku bertekun di bidang design dan IT, maka tool komunikasi yang kupilih tidak hanya yang melibatkan suara tapi juga video dan fitur untuk screen sharing sehingga lawan bicara yang ada di rumah mereka masing-masing bisa melihat apa yang sudah dikerjakan dan dibicarakan.

Menentukan target dan memastikan target terpenuhi

Bekerja dari rumah tak membuat semuanya berlangsung lambat. Setiap tim diwajibkan untuk tetap membuat daftar hal-hal apa saja yang bisa dijadikan target untuk tenggat pengerjaan waktu tertentu. Hal ini penting sekali supaya meski tak bekerja dari satu tempat, semua anggota tim tetap dapat berkontribusi dalam pengerjaan hal-hal yang ditargetkan.

Menjaga kesehatan masing-masing dan suntik vaksin flu meski tidak membunuh corona virus (COVID-19)

Bekerja dari rumah bukan berarti tidak ada ancaman penyakit. Setiap karyawan tetap harus mengusahakan yang terbaik untuk menjaga kesehatan masing-masing dan keluarga. Apalagi di Australia, sebentar lagi masuk musim dingin dimana flu biasanya mendominasi masalah kesehatan secara umum.

Para karyawan juga diminta untuk mendapatkan suntikan vaksin anti-flu. Memang vaksin itu tidak membunuh corona virus tapi setidaknya virus-virus lain yang bisa jadi penyabab flu bisa ditangkal juga.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.