Sense

29 Mar 2012 | 150 kata, Cetusan, Indonesia

Keluarga orang tuaku dulu pernah dalam kondisi ekonomi yang mapan, namun dalam sekejap, semuanya berubah. Apa yang semula dipunyai hilang tanpa bekas karena badai ekonomi yang mengimbas.

Pertanyaan yang muncul lantas, apa arti ?kepemilikan? itu sebenarnya?

Apakah karena obyek barang yang kita miliki?
Atau karena perasaan ?memiliki? itu sendiri?

Dalam sebuah tanya jawab di majalah Time, Story Musgrage, veteran astronot ditanya bagaimana rasanya ketika berada di kondisi tanpa gravitasi di luar angkasa, dan inilah jawabnya “Because your limbs aren?t touching anything, you lose sense that you even have them.”

Nah, sense atau perasaan lah intinya. Sesuatu yang ditangkap panca indra yang akhirnya menentukan apakah kita memiliki sesuatu atau tidak.

Seperti negara misalnya, masihkah indra kita merasa memiliki atasnya? Atau kita sudah semakin ?buang badan? karena kepongahan pemimpinnya yang membuat kita terkondisikan untuk semakin tak memiliki ?sense? itu sendiri?

Sebarluaskan!

6 Komentar

  1. bahasa linggisnya “sense of belonging” kah?

    Balas
  2. iya betul rasa memiliki itu yang kurang.. kata kuncinya rasa atau hati yang tulus untuk merasa memiliki.

    Balas
  3. memiliki tanah air, aku masih punya rasa itu dengan kuat, meski carut marut di dalamnya sudah luar biasa..

    Balas
  4. Duerrr………..
    Saya sekarang kepikiran meninggalkan tanah leluhur, ada baiknya mengikuti jejak komentator pertama diatas. Tapi untuk sementara waktu, hingga pemimpin yang benar2 mengerti muncul, akupun siap singsingkan lengan :)

    Balas
  5. Sing penting kan saiki kowe wis serba kecukupan kan, Mbah? Berlebihan malah.. :)

    Balas
  6. Memang susah kalau tidak ada rasa memiliki.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.