Semoga Jost Kokoh tetap kokoh

26 Feb 2019 | Kabar Baik

Salah satu kebanggaan menjadi umat Katolik adalah karena Gereja Katolik itu satu-satunya gereja yang didirikan langsung oleh Yesus Kristus. Hal ini setidaknya sesuai dengan tulisan Sdri. Ingrid Listiati dari Katolisitas.org.

Ingrid yang adalah master di bidang Teologi di Universitas Ave Maria – Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat mengatakan bahwa dasar pemikiran itu  adalah seperti yang ditulis Matius dalam Kabar Baik hari ini,

?Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.? (Mat 16:18)

Batu Karang

Aku tertarik dengan penggunaan kata ?Batu Karang? dalam sabda Tuhan di atas. Ada yang menyebut bahwa ?Batu Karang? yang dimaksud adalah Petrus karena baik Petrus maupun ?Batu Karang? keduanya dalam bahasa Aramic adalah kefas.

Batu karang itu kokoh karakternya, ia tak mudah dihempas ombak. Sering ketika aku pergi ke pantai berkarang, banyak burung bertengger di atasnya untuk melepas lelah setelah terbang seharian mencari ikan. Begitulah jiwa kita di dalamNya, tenang karena berada di atas tempat yang aman.

Kekokohan karang juga harusnya terpatri dalam sikap hidup kita seperti Petrus yang juga kokoh. Petrus tak lepas dari dosa. Bahkan ia mengkhianati Tuhan dengan menyangkal tiga kali banyaknya. Tapi kedosaan tak membuat ia menghilang. Ketika Yudas memilih untuk bunuh diri, Petrus tahu kemana pengampunan dan kasih bisa didapatkan. Ia kokoh karena ia kembali berjalan di jalanNya. 

Kekokohan kita tak hanya terhadap tantangan hidup yang berat tapi juga kokoh terhadap godaan dunia yang melenakan. Karena meski kesannya membuat nyaman, keterlenaan terhadap materi membuat kita lembek dan untuk membuat keras dan kokoh butuh usaha yang tak kecil dan waktu yang tak sebentar.

Kemarin sebagian dari kita barangkali terkejut setelah muncul surat edaran dari Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Dalam surat tersebut, Josaphat Kokoh Prihatanto yang biasa dipanggil ?Romo Jost Kokoh? dinyatakan tidak lagi menjadi imam diosesan KAJ.  Kuasa tahbisan (imamat) tak lagi diserahkan kepada yang bersangkutan dan KAJ tidak lagi bertanggung jawab atas tindakan yang bersangkutan selanjutnya.

jost kokoh
Surat Edaran Keuskupan Agung Jakarta

Kabar kabur pun berlalu lalang terkait alasan kenapa Jost Kokoh diberhentikan.

Tapi lebih baik tak usah memperburuk keadaan dengan menjadi biang gosip seperti itu. Memprihatinkan, tapi kita tahu dan percaya Gereja kita sekuat karang. Ia tak kan tergoncang meski ombak menghempas tepianNya.

Lebih baik mengikuti anjuran surat KAJ untuk tetap memohon kasih dan penyertaan Tuhan untuk perjalanan hidup dia selanjutnya.

Semoga Kokoh tetap kokoh?

Sydney, 26 Februari 2019

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Semoga dengan surat edaran dari KAJ itu beliau dapat memetik hikmah di Tahun Hikmat ini. Amien.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.