Selamat Natal atau Selamat Merayakan Natal?

24 Des 2019 | Kabar Baik

Selamat Natal! Selamat Merayakan Natal!
Jika kamu belum mendapatkan satupun ucapan Selamat Natal dari kawan dan handai taulanmu, semoga ucapanku ini mengobati rasa sepimu. Jika kamu merasa kehilangan satu atau beberapa ucapan selamat dari kawan beragama lain yang biasanya mengucapkan tapi kok tiba-tiba tidak lagi menyalamimu dengan alasan, ?Aku tidak boleh mengucapkan tapi kita tetap temenan. Maaf ya!?, bolehlah ucapan salamku ini menggantikannya.?

Lagipula jika dipikir-pikir, ucapan Selamat Natal itu bagiku tak terlalu penting. Kalau ada yang ngucapin ya bagus dan perlu kita ucapi ?Terima Kasih.??

Tanpa ucapan ?Selamat?, yang dilahirkan pada hari Natal itu adalah Sang Juru Selamat sendiri! Putra Allah yang Tunggal yang namanya Yesus. Adakah ucapan ?selamat? yang lebih menyelamatkan daripada keselamatanNya sendiri?

Jadi kalau tidak di-ucap-i ?Selamat Natal? dengan alasan ?tidak sesuai dengan ajaran mereka? jangan lantas berkecil hati.? Justru berbanggalah karena dengan tidak memaksanya untuk menyelamatimu hal itu berarti kamu sudah membantunya melakukan ibadah terhadap ajarannya secara lebih baik!

Eh? ngomong-ngomong, kalian tau nggak, sebenarnya ada ucapan yang lebih penting dari sekadar ?Selamat Natal.? Ucapan itu adalah, ?Selamat Merayakan Hari Natal.?

Selamat Merayakan Hari Natal

Kenapa? Karena merayakan Hari Natal itu beresiko sehingga butuh ?selamat?.

Nggak percaya?
Bayangkan kamu sedang hendak pergi ke Gereja merayakan Natal. Untuk itu kamu hendak memberi kejutan kepada pacarmu berupa pakaian yang kau kenakan yang menurutmu sudah keren banget!

Saat tiba di gerbang pintu kost-kostan sang pacar, semuanya ambyar karena apa yang menurutmu keren ternyata sebaliknya di matanya, ?Kok kamu pake pakaian kayak gitu? Nggak matching sama sekali!? Pacarmu ngambek lalu memilih pergi ke Gereja bareng kawan-kawan nya saja dan kamu?? Karena sudah suntuk nan bete lalu jadinya malah gak ke Gereja dan nongkrong bareng temen. Nah, beresiko kan?

Bayangkan juga kamu sedang beribadah di dalam Gereja lalu tiba-tiba ada gangguan keamanan yang tak diinginkan dan acara ibadahmu kacau-balau? ?Tidak selamat? bukan?

Bahkan, jangankan merayakan, seorang non-kristiani yang tidak ikut merayakan tapi ikut menjaga keamanan Gereja saat malam Natal pun pernah ada yang ?tak selamat? dan wafat karena terkena ledakan bom yang dipasang oleh pihak yang tak bertanggung jawab!

Makanya, ucapan ?Selamat Merayakan Natal? itu menurutku jauh lebih penting daripada ucapan ?Selamat Natal? itu sendiri.

Selamat melarang perayaan Natal! Selamat membiarkan pelarangan perayaan Natal!

Ucapan ?Selamat Merayakan Natal? juga layak kita berikan pada umat yang tak boleh merayakan perayaan Natal di daerahnya sendiri. Mereka harus pergi ke daerah lain untuk merayakan dan untuk itu mereka harus bisa selamat sampai tujuan. Maka patutlah kita selamati mereka!

Meskipun untuk hal seperti ini ya sejatinya sangat memprihatinkan. Bayangkan! ini sudah tahun 2019! Jaman yang sudah begitu modern tapi pelarangan seperti ini masih berlaku!

Katanya menghargai keberagaman??Katanya hendak membangun bangsa dan negara secara adil dan merata? Tapi ketika dihadapkan pada sekelompok oknum masyarakat yang melarang perayaan lha kok diam saja?

Untuk itu, selain mengucapkan ?Selamat Merayakan Natal? ada dua ucapan ?selamat? yang menurutku perlu kita ucapkan kepada angin dan abab yang berlalu di muka kita,

?Selamat melarang perayaan Natal!??

?Selamat membiarkan pelarangan perayaan Natal?


Entah untuk siapa?
Entah kepada siapa?.

Gaudeamus omnes in Domino, quia Salvator noster natus est in mundo. Hodie nobis de caelo pax vera descendit.

Melbourne, 24 Desember 2019

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Selamat atas adanya pelarangan ucapan natal. Berarti masih dianggap penting :D

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.