Selamat merayakan Paskah tanpa perlu bertanya ?Pas kah??

21 Apr 2019 | Kabar Baik

Dalam sebuah puisi yang diberi judul ?Celana Ibu?, Joko Pinurbo memberikan pemaknaan baru tentang ?Paskah? melalui kelihaiannya mengulik kata-kata.

Berikut puisi selengkapnya:

Celana Ibu

Maria sangat sedih menyaksikan anaknya mati di kayu salib tanpa celana dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah.

Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati, pagi-pagi sekali Maria datang ke kubur anaknya itu, membawakan celana yang dijahitnya sendiri.

?Paskah?? tanya Maria.
?Pas sekali, Bu,? jawab Yesus gembira.

Mengenakan celana buatan ibunya, Yesus naik ke surga.

(2004)

Menggelitik nan unik. Aku tak kuasa untuk merenunginya dalam Paskah tahun ini.

Paskah: momentum menimbang dan memutuskan

Seperti halnya Yesus yang mencoba dan memutuskan apakah celana yang dijahit Sang Ibu itu pas, Hari Raya Paskah sejatinya adalah juga momentum untuk menimbang dan memutuskan hal-hal yang selama ini kita lakukan: adakah hal-hal tersebut masih pas untuk kita atau malah kedodoran dan saatnya untuk mengganti yang baru yang lebih pas!

Masih pas kah kita untuk menjalankan hidup yang penuh foya-foya?

Masih pas kah kita untuk hidup dalam perselingkuhan dengan orang ketiga?

Masih pas kah kita untuk terus-menerus berkubang dalam kegiatan korupsi dan praktek-praktek bisnis tak jujur?

Masih pas kah kita untuk hidup gontok-gontokan dengan sesama hanya karena beda pilihan capres dalam Pilpres yang baru lalu?

Jika masih pas semuanya, sejatinya kita tak pernah mengijinkan Yesus untuk lepas dari tiang salib yang memakuNya. Pengorbanan Tuhan seharusnya membuat kita mau untuk melepaskan diri dari hal-hal tersebut!

Cara hidup yang lebih baik sesuai kehendaknya adalah ?celana yang pas? untuk kita. Kenakan dan mari melanjutkan hidup yang lebih baik.

Selamat merayakan Paskah tanpa lagi perlu bertanya ‘pas kah?’

Sydney, 21 April 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.