Sejauh apa perjalananmu? Sedekat apa ke Emaus?

4 Apr 2018 | Kabar Baik

Perjalanan ke Emaus yang dialami dua murid Yesus hari ini bukan semata pengalaman fisik berjalan bersama Yesus yang telah bangkit. Perjalanan ini adalah perjalanan spiritual yang mengajak kita berpikir serta merenungi kebangkitanNya dari perspektif lain.

Keterbukaan untuk ditanya

Perjalanan spiritual dimulai dengan pertanyaan, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” (Lukas 24:17) Perjalanan diawali dengan kesediaan kita untuk diberi pertanyaan olehNya, tentang apa yang mereka percakapkan, apa yang kita pergumulkan.

Kemauan untuk menganalisa

Perjalanan spiritual memberikan kita ruang untuk melakukan analisa sejauh yang kita tahu. Seperti halnya kedua murid itu, mereka mengemukakan pergumulan sejauh yang mereka tahu dan tangkap.

Tentang ?mayat TuhanNya? yang hilang. Keduanya menceritakan hal yang mereka mengerti dalam tataran fisik. Penganalisaan yang mendalam tampak dari cara tutur mereka yang tertata.

?Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.” (Lukas 24:22 – 24)

Keberanian untuk mendalami

Dari analisa di atas itulah mereka lantas diajak Tuhan untuk mengerti lebih dalam.

?Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Lukas 24:23 – 24)

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. (Lukas 24:27)

Kedua murid itu membuka diri terhadap Yesus yang menjelaskan secara detail tentang apa yang tak mereka ketahui terkait hilangnya ?mayat Tuhan?-nya.

Perjalanan spiritual menghendaki kita untuk membuka diri, tak terkungkung pada pengetahuan kita sendiri.

Tuhan yang tak tampak tapi kita rasakan

Kedua murid itu pada awalnya tak bisa mengenali Tuhan karena ??tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.? (Lukas 24:16)

Tapi karena keterbukaan hati, kedua murid tetap menjawab ketika ditanya, mau diajak bicara dan mendengar penjelasan meski mereka tak tahu siapakah Ia.

Kenapa? Meski mata terhalang oleh keduniawian yang terbatas dan semu, perasaan mereka yang terbuka menjadi ?penangkap radar? yang baik akan kehadiran Tuhan.

Hal ini tampak dalam kesan yang diungkapkan, ?Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” (Lukas 24:32)

Perjalanan spiritual adalah petualangan yang mendebarkan, kadang bisa menyesatkan tapi ketika kita pasrah dan menggunakan analisa sebisa yang kita lakukan, yang kita temui dan rasakan adalah Tuhan. Tapi apakah pemahaman tentang Tuhan hanya terhenti pada apa yang kita rasakan saja?

Kunci mengenal Tuhan

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah, ?Tidak!?

Gereja Katolik dengan Sakramen Ekaristi-nya adalah puncak dari segala perjalanan spiritual yang kita lakukan karena dalam Gereja, Tuhan yang bangkit adalah Tuhan yang tak hanya bisa dirasakan tapi juga dilihat dengan mata telanjang meskipun dalam wujud roti dan anggur.

Hal itu tampak dalam hal yang menjadi puncak perjalanan ke Emaus dimana Yesus mengambil roti, mengucap berkat lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikanNya kepada mereka.

Di titik itu, mata yang terhalang menjadi terbuka dan merekapun mengenaliNya sebagai Yesus, Sang Guru.

Ini menjadi pesan yang kuat bahwa sepanjang-panjangnya perjalanan spiritual, mari kita semakin mendekatkan diri ke Gereja Katolik karena melalui Sakramen EkaristiNya, kita akhirnya diperkenankan untuk melihat sosok Tuhan seutuhnya.

Sejauh mana perjalanan spiritualmu? Sedekat apa menuju ke Emaus?

Sydney, 4 April 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.