Sehidup apa Anak Allah dalam hidupmu?

27 Agu 2017 | Kabar Baik

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15)

Sehidup apakah Yesus dalam hidupmu?

Malam tadi di dalam perayaan ekaristi berbahasa Indonesia, ada sepasang orang tua yang membaptiskan anaknya yang berumur dua tahun. Sekilas biasa, tapi dalam pengantarnya, pastor memberi tahu bahwa anak yang hendak dibaptis itu telah melalui percobaan hidup yang begitu berat karena sejak lahir sudah divonis penyakit serius. “Kedua orang tua ini adalah contoh bagaimana mereka beriman terhadap Yesus!”

Aku merenung.
Anak itu sembuh dan bagi orang tuanya, kesembuhan itu adalah bukti bahwa Yesus adalah Sang Penyembuh. Anak itu dibaptis, dan bagi orang tuanya, pembaptisan itu adalah tanda bagaimana Yesus diimani tak hanya sebagai penyembuh tapi juga sebagai Yang Hidup karena pembaptisan menghidupkan harapan, harapan akan kehidupan kekal.

Sebaliknya, beberapa tahun lalu, seorang kawan memberitahukan keputusannya, “Aku meninggalkan Katolik!”

Aku terperangah!
Ada rasa amarah kenapa hanya karena jodoh lantas ia menyerah meski berulang kali ia meyakinkan bahwa keputusannya pindah agama tak dipengaruhi pacarnya ataupun keluarga pacarnya?

Tapi apapun itu, haruskah aku menjustifikasi bahwa ketika ia meninggalkan Katolik maka ia meninggalkan Yesus juga?

“Yesus ada dimana-mana, Don! Jangan picik!” ujarnya lagi-lagi meyakinkan meski aku juga lagi-lagi tak teryakinkan. Kenapa? Bagiku simple. Menggali makna Yesus sebagai Anak Allah yang hidup itu ya melalui jalur yang ditetapkan sendiri olehNya yaitu yang didirikan di atas Petrus, Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik.

Mari kita berdoa bagi mereka yang telah meninggalkan Gereja. Kita percaya kuasa Roh Kudus lebih luas dari sekat-sekat agama yang ada. Semoga mereka tetap dirahmati dan mau menerima Roh untuk semakin mampu memaknai Anak Allah yang hidup dalam kehidupan ini.

Sydney, 27 Agustus 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.