Seberapa ‘dangkal’ kedalamanmu menyelami kedalamanNya?

24 Mei 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 24 Mei 2017

Yohanes 16:12 – 15
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

Renungan

Salah satu persoalan pelik yang mengemuka hari-hari ini adalah, begitu banyak orang berpikir bahwa mereka telah tahu kedalaman Tuhan!

Padahal adakah Ia terselami?

Kabar Baik hari ini menarik! Yohanes menulis apa yang dikatakan Yesus tentang diriNya, tentang Roh Kudus dan tentang ktidaksanggupan kita untuk menanggung segala hal yang dikatakanNya.

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Hal itu membuatku berpikir dan mengingat apa yang pernah dialami Santo Agustinus, seorang pemikir Gereja.

Waktu ia sedang mematangkan konsep ‘Tritunggal Maha Kudus’, Santo Agustinus berjalan di tepi pantai dan diberi penglihatan seorang anak kecil yang berusaha memasukkan seluruh pasir di pantai itu ke dalam lubang kecil miliknya. Seseorang tak akan mampu untuk mengerti seluruh eksistensi kebenaran Tuhan karena keterbatasan kita sebagai manusia, seperti halnya anak kecil itu hendak memasukkan seluruh pasir pantai ke dalam lubangnya!

Untuk itulah kita diberi Roh Kebenaran yang memungkinkan kita untuk masuk ke dalam seluruh kebenaran itu!

Tapi apakah berarti jika kita taat kepada ajaran Roh maka kita akan mengerti seluruh kebenaran?

Tentu! Tapi justru yang menarik, apa pertanda orang yang mengerti seluruh kebenaranNya? Adakah mereka itu orang yang suka berpakaian agamis? Ataukah mereka yang suka berkoar-koar dan menulis ‘Kabar Baik’ sepertiku?

Bagiku, orang yang mengerti seluruh kebenaranNya adalah orang yang secara terus-menerus membuka diri untuk melakukan kebenaran-kebenaranNya sekujur dan sepanjang apapun hidupnya.

Bagaimana kita mau diubah dan dibentuk olehNya untuk menjadi saksi akan kebenaranNya adalah tanda bahwa orang tersebut semakin masuk ke dalam seluruh kebenaranNya itu!

Dan, masih menurutku, seorang yang semakin masuk ke dalam kebenaran Allah, ia tak akan punya waktu lagi untuk mengaku-aku sebagai orang yang telah mengerti kedalamanNya. Karena ketika ia sombong dan jumawa, bukankah kedua hal tersebut bukanlah termasuk dalam kebenaranNya sendiri?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.