Santo Antonius dan barang-barang hilang yang tak kunjung ditemukan

13 Jun 2018 | Kabar Baik

Hari ini Gereja Katolik memperingati Hari santo baptisku, Santo Antonius dari Padua. Selain dikenal sebagai pujangga gereja, pria yang asalnya bernama Ferdinand ini juga kerap diminta doanya untuk membantu menemukan barang-barang yang hilang.

Racikan doanya adalah sebagai berikut:

St Antonius, peneladan sempurna Yesus, yang menerima dari Allah kuasa istimewa untuk menemukan kembali barang-barang yang hilang, sudi doakanlah agar aku dapat menemukan kembali?(sebutkan barangmu)?yang hilang. Setidaknya pulihkanlah dalam diriku pikiran damai dan tenang, kehilangan yang lebih menyiksaku dari kehilangan barang materiilku. Bersama permohonan ini, aku mengajukan satu permohonan lain darimu: agar aku selalu memiliki kebaikan sejati yang adalah Allah. Lebih bak aku kehilangan segala barang materiil daripada kehilangan Allah, Kebaikan Tertinggi. Jangan biarkan aku pernah menderita kehilangan harta pusakaku yang terbesar, yakni hidup abadi bersama Allah. (Dipetik dari sini)

Pernahkah kalian berdoa melalui perantaraannya untuk barang yang hilang?

Aku pernah!
Suatu waktu dulu aku kehilangan handphone kesayangan karena lalai entah kutaruh dimana. Sesuai saran kawan akupun mendoakan doa melalui perantaraan St Antonius seperti di atas, setiap malam.

Tapi berminggu-minggu sesudahnya, handphone tak juga kunjung kutemukan. Egoisku muncul dan aku jadi tak percaya lagi pada kuasa doa itu! Aku merasa Tuhan tak berpihak kepadaku, ?Padahal nama baptisku pun Antonius ya?? keluhku pada kawan yang mengajari doa tadi.

Lalu pada suatu malam aku merenungi kenapa doaku tak dikabulkan Tuhan? Hingga tibalah aku pada pertanyaan yang muncul dari kedalaman diriku sendiri,? ?Jangan-jangan yang hilang sejatinya bukan hanya handphoneku?? Sehingga ketika aku meminta supaya handphoneku kembali, Tuhan sejatinya justru memintaku untuk meneliti apakah handphone adalah satu-satunya barang hilang yang layak untuk dipintakan?

Pikiranku mengais-ngais ingatan dan seketika itu juga muncul nama-nama hal yang telah raib daripadaku. Sepatuku?! Jam tanganku?! Beberapa kaos kesayangan dan celana jeansku? Sepedaku? Kekasih-kekasihku dulu yang dicuri orang??!! Kenapa tak ada yang juga dikembalikan?

Beberapa saat kemudian seperti ada yang berbisik, ?Cuman itu yang hilang? Nggak ada lagi yang lain??

Aku menggeleng.
Suara itu muncul lagi, ?Serius? Bo?ong, ah??

Aku menggeleng lagi!
?IKHLAS!?

?Hah??
?Ya, ikhlas! Keihklasan adalah hal yang hilang yang tak kamu cari-cari selama ini, DV!?

A-ha!
Aku seperti mendapatkan lampu penerang! Benar juga! Aku telah kehilangan banyak hal dan baru sadar bahwa rasa ikhlasku telah hilang lebih lama dan aku diam saja!

Ah malunya aku!
Bayangkan mereka yang kehilangan lebih banyak dan lebih besar daripadaku? Orang-orang di daerah bencana yang kehilangan hampir segalanya? Orang-orang di daerah peperangan yang barangkali kehilangan masa depannya? Orang-orang yang kehilangan pekerjaan, ditinggalkan mereka yang dicintai termasuk suami maupun istri, kehilangan kesempatan dan masih banyak lagi?? Sementara aku? aku hanya kehilangan handphone, sepatu, kaos, celana jeans, sepeda dan kekasih-kekasih lama?

Malam itu kubuka lagi carikan doa dan kudaraskan keras-keras! Aku tak lagi menggunakan kata ?handphone? dalam doa itu. Aku mengubahnya menjadi begini:

?sudi doakanlah agar aku dapat menemukan kembali?rasa ikhlasku yang hilang!

Aku merasa plong. Keihklasan kutemukan saat itu juga. Tidurku pulas malam itu. Siang keesokan harinya, saat jam istirahat tiba aku pergi ke ATM. Mengambil beberapa lembar rupiah lalu berkendara ke toko handphone dan membeli handphone baru.

Sepulang dari sana, aku mampir ke Gereja St. Antonius Kotabaru Yogyakarta, gereja yang kukunjungi setiap minggu untuk mengikuti perayaan ekaristi. Di depan patung St Antonius yang menggendong kanak-kanak Yesus, aku menundukkan wajah dan berdoa,

?Gusti? Maturnuwun!
Melalui perantaraan St. Antonius rasa ikhlasku yang hilang begitu lama telah kembali! Tak hanya itu! Handphoneku yang lama pun telah kutemukan dengan wujud yang jauh lebih baik, lebih canggih dan baru!?

Selamat hari raya, Santo Antonius! Berbahagialah di surga dan doakanlah kami para antonius lain yang masih berkelana di dunia ini.

Sydney, 13 Juni 2018

Sebarluaskan!

4 Komentar

  1. Saya 2 kali dibantu oleh St. Antonius, di detik2 terakhir hrs menyerahkan asli akte kelahiran anak, sdh dibolak balik map2 dokumen, tas2, lemari tdk ketemu. Akhirnya setelah doa kpd St. Antonius yg ketiga kalinya dan saya sdh putuskan utk lapor kehilangan di ktr polisi dan mengurus ke ktr catatan sipil, tetapi ada rasa penasaran utk mengecek sekali lagi map dlm tas yg sdh saya periksa.
    Alhasil ditemukan akta kelahiran yg dicari. Langsung asli akte kelahiran itu saya kirim ke jkt guna keperluan beasiswa anak dari kantornya.

    Yang kedua, atas doa kpd St. Antonius bbrp gram LM antam dan perhiasan milik anak yg sdh dicari sekian lama akhirnya ketemu.

    Puji Tuhan.

    Balas
  2. Puji Syukur kepada Tuhanatas kebaikan yang diberikan melalui doa kepada Santo Antonius dari Padua, setelah berdoa 3x kepada Santo Antonius dari Padua.
    Barang yang telah saya cari selama 3 hari, akhirnya ketemu.

    Saya selalu mencari barang tersebut di lemari yang sama tapi selama 3 hari tidak ketemu dan sudah mengkosongkan isinya. Akhirnya teringat nasehat teman untuk berdoa kepada Santo Antonius dari Padua. Entah kenapa seperti ada dorongan untuk melihat lagi ditempat yang sama dengan sudut yang berbeda dan akhirnya ketemu, ternyata barang tersebut terselip diantara celah lemari.

    Rasanya seperti ada hembusan angin segar ketika barang tersebut ketemu.
    Sungguh Tuhan Baik Hati..

    Balas
  3. Terima kasih Santo Antonius karena belas kasih nya, saya menemukan kembali barang yang amat berharga karena pemberian Eyang putri yang telah dipanggil Bapa di surga, kekuatan doa yang luar biasa, saya sangat bersyukur, puji Tuhan

    Balas
  4. Puji Syukur pada Tuhan dan terimakasih kepada Santo Antonius dari Padua!

    Saya barusan menemukan kembali barang yang saya anggap mungkin sudah hilang, setelah memohon kepada Tuhan, malaikat pelindung dan berdoa kepada Santo Antonius mohon pertolongannya.
    Ceritanya, saya pindahan rumah. Setelah hampir 1 bulan dan karena selama ini sibuk, saya belum sempat mengecek barang2 pribadi saya yaitu perhiasan2 yg saya tempatkan dalam sebuah dompet perhiasan. Setelah mencari2 , sedikit panik, dan yakin tidak ada di tempat2 yg seharusnya, saya cuma bisa pasrah dan memohon pada Tuhan serta berdoa kepada Santo Antonius.
    Dalam hati saya berusaha ikhlas, saya pikir toh selama ini saya jarang pakai perhiasan2 itu juga, dan saya berpikir, masih banyak hal lain yg lebih berharga dalam hidup. Tapi saya tetap penasaran. Entah bagaimana saya ada pikiran untuk ke garasi untuk mencari barang yang lain, dan saya yakin kalau perhiasan tdk mungkin ada disana.

    Dan voila!.. saya menemukan dompet perhiasan itu lengkap dengan isinya di sebuah container bersama barang lain.

    Ini bukan yang pertama kali saya mengalami pertolongan Santo Antonius.

    Puji Tuhan !

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.