Sam Ardi: Berita di TV saja, kalau mau iklan bilang-bilang kok!

4 Nov 2013 | Cetusan, Harblognas

Masalah yang paling mendasar ketika kita mencoba mengingat dan menuliskan sejarah adalah ketika kita harus melakukan penelitian dan memutuskan menurut kita, siapa yang menjadi pertama melakukan ini dan itu ketimbang lainnya.

Lalu, biasanya, orang buru-buru mengklaim dirinya yang lebih dulu melakukan. Di saat yang bersamaan, pihak lain akan bilang bahwa dialah yang jadi pemula bukan yang satunya bukan yang lainnya. Akhirnya sejarah punya banyak cabang tergantung siapa yang menuliskan dan siapa pula yang mempercayainya.

Suatu waktu pernah aku bertanya di lini masa, siapa blogger termula-mula di Indonesia? Yang menjawab waktu itu ada beberapa. Mulai dengan menunjuk dirinya sendiri dan ada pula yang merefer ke orang lainnya.?Lalu munculah nama Sam Ardi, demikian aku memanggilnya. Ia, ditunjuk kawan lain sebagai blogger termula-mula di negeri ini, sekitar akhir 1999.

Tentu ini bukan data yang sahih karena dengan mudah orang lain bisa menyanggah ngeblog sejak sebelum itu meski definisi blog itu sendiri seperti apa, entahlah.?Tapi bagiku, ya Sam Ardilah orangnya! Terlebih ketika melihat situs webnya, http://samardi.wordpress.com/, kutemui arsip tertua memang benar-benar dari tahun 1999 meski tentu itu adalah hasil migrasi dari blog sebelumnya karena WordPress belumlah muncul waktu itu.

Pria asal kota Malang yang sehari-harinya bergelut dengan banyak persoalan di ranah cybercrime ini menyaguhi wawancara yang telah kusetup sejak lama sebenarnya dan berikut petikannya.

Kapan kamu ngeblog pertama kali?
Seingatku sekitar akhir 1999.

Bagaimana awalnya kamu tertarik ngeblog?
Aku dulu sering nulis diary. Lalu teman bilang ada diary, tapi ‘memakai’ internet. Setelah diberi tahu, aku jadi tertarik tapi karena dulu aku gaptek, aku minta dibuatkan.

Sampai sekarang kamu masih ngeblog?
Masih. Ini alamat blogku, http://samardi.wordpress.com/

Sam, kamu menyangka nggak kalau blog dan blogger akhirnya ‘pernah’ ngetop dan begitu berarti dalam sejarah sosial media di Tanah Air?
Kalau menyangka bahwa blog pernah ngetop sih enggak. Dulu yang bikin blog masih sangat sedikit itupun tergantung koneksi internet yang tak sebagus sekarang.

‘…ngiklan yang ngiklan tapi tampilkanlah secara beretika, jangan menyusupkan iklan di sela-sela informasi lainnya’

Tanggapanmu tentang ‘perjalanan’ blog di Indonesia sendiri bagaimana?
Awalnya dulu kan orang ngeblog karena ingin menuliskan sesuatu baik yang bersifat pribadi (seperti diary) maupun informasi yang bermanfaat bagi orang lain. Seperti hasil ngoprek kompi, resep masakan, sampai resensi buku. Dengan kata lain, niatnya adalah memang karena ingin berbagi tanpa diselubungi kepentingan sponsor.

Lalu?
Tapi akhir-akhir ini kok aku melihatnya ada perubahan orientasi dalam hal itu. Tapi entah juga, aku yang salah tangkap terhadap fenomena-akhir-akhir ini disbanding awal-awal booming blog dulu. Sebagai contoh, ada yang ingin mencari duit dari blog dan dengan motivasi itu tanpa menyadari bagaimana cara yang apik dan elegan kadang tindakannya menimbulkan ketidaknyamanan, menurutku, secara niat mungkin ngga bisa disalahkan ya namanya juga nyari rejeki, karena niat awalnya emang sudah nyari duit jadinya money oriented. Cara-cara yang ditempuh juga-walaupun ini kasuistis-menurutku nggak begitu “apik”, seperti misalnya dengan jalan membanjiri search engine dengan berbagai keyword gak jelas…atau bahkan mengirimkan spam di kolom komentar blog orang lain.

Tapi kan itu menurutku ‘resiko peradaban’ artinya blog dilahirkan juga awalnya bukan untuk diary semua orang tapi untuk programmer saja, bukankah itu hal yang wajar? Dimana masalahnya?
Wajar, karena seiring dengan perkembangan peradaban, karena perkembangan peradaban bisa saja orientasi konten beralih ke orientasi uang melulu. Peradaban itu kan berkembang dari pola pikir, jadi masalah pergeseran pola piker sebenarnya.

Tapi yang pasti semua ada sopan-santunnya. Dalam hal blog ‘berduit’ (blog berbayar) misalnya, ngiklan yang ngiklan tapi tampilkanlah secara beretika, jangan menyusupkan iklan di sela-sela informasi lainnya. Berita di TV aja kalau mau iklan, presenternya bilang “Kami akan kembali setelah pesan-pesan berikut ini!” Termasuk pada microblogging juga lho ya! Gitu lho!

OK, sabar… sabar… lalu menurutmu blog yang ideal itu seperti apa dan bagaimana?
Blog yang ideal itu ya blog yang sesuai dengan idealisme pemiliknya dan konsisten dengan tujuan awal dia ngeblog.

kapan blog-blog yang lama dianggurkan itu diupdate lagi! Jadi ngeblog itu bukan sekedar booking dan majang link saja tanpa mengupdatenya…

Lalu apa yang kamu harapkan dari blog dan blogger dalam gerakan social media ke depan di tanah air?
Banyak sebenarnya. Misalnya produksi konten yang positif untuk “menutup” atau “menimbun” konten yang jelas-jelas negatif bahkan melanggar perundang-undangan. Memberikan informasi dan pencerahan kepada masyarakat pengguna internet di Indonesia, ketika media mainstream terlalu lelah untuk memberitakannya. Karena terlalu penting untuk memasrahkan informasi kepada media mainstream ?. Tetapi yang sangat-sangat aku harapkan adalah…. kapan blog-blog yang lama dianggurkan itu diupdate lagi! Jadi ngeblog itu bukan sekedar booking dan majang link saja tanpa mengupdatenya,

Sekarang yang menyangkut hukum kan kamu berasal dari ranah itu ya? bagaimana pendapatmu tentang UU ITE terutama pasal 27 terkait dengan kebebasan berpendapat termasuk ngeblog?
Pasal 27 ayat 3 UU ITE maksudnya?

Yup!
Menurutku Pasal 27 ayat 3 UU ITE, terutama sanksinya pidananya , sangat berlebihan dan tidak harmonis dengan KUHP. Aku jadi bertanya-tanya ini yang menyusun pasal 27 ayat 3 UU ITE mengerti hukum pidana atau tidak atau jangan-jangan orang dengan background hukum perdata malah membuat ketentuan yang seharusnya menjadi wilayah orang yang berlatar belakang hukum pidana. Pasal ini jelas mengandung masalah yuridis, karena di KUHP kalibernya berbeda soal ketentuan pidananya.

Dalam praktik beberapa waktu yang lalu ada masalah penerapan pasal ini, seperti kasus Prita Mulyasari misalnya Bagaimana mungkin orang yang curhat malah dipidana? Curhat itukan termasuk kebebasan seseorang untuk mengeluarkan uneg-unegnya, apalagi prita curhat ke teman-teman pribadinya melalui email yang sifatnya privat! Mungkin muncul perntanyaan bagaimana dengan email yang tersebar atau disebarkan orang lain? Ya yang digrebek yang nyebarin dong!

Tapi dari sisi yang lain, kan ga fair kalau kebebasan berpendapat itu tak dibatasi, Sam?
Kita punya UUD 1945, dan aku rasa disana sudah ada pembatasan Tidak ada yang tidak terbatas, pasti ada batasannya Lalu bagaimana rujukannya? Ya kita merujuk apa yang telah disepakati bersama, yaitu UUD 1945.

Jadi menurutmu orang2 kayak prita, herman saksono yang dulu pernah nampilin foto mirip SBY itu bisa dibenarkan?
Prita jelas bisa dibenarkan, dan soal Herman Saksono dulu kan setahuku, SBY sendiri tidak mempermasalahkan.

Kamu punya blog favorit?
Dulu ada. Paman Tyo dengan blogombal-nya?

Sebarluaskan!

12 Komentar

  1. move on, Sam. move on :)

    Balas
    • Wakakakaka…

      Balas
  2. Yang paling menyebalkan adalah para blogger awal itu sudah “komersil” dan hanya rajin menulis advertorial:)

    Balas
    • Sebenarnya tak masalah seperti yang kawan saya, Sam Ardi, bilang. Yang masalah adalah mereka yang merasuki postingan dengan advertorial tanpa bilang-bilang :)

      Balas
  3. eh betul juga iklan di TV bilang di awal dan akhir acara. Tapi banyak yang menyusupkan iklan di semua posting :D atau bahkan ada yang berpura-pura pakai produk itu dan memuji-muji, padahal punya aja ngga :D

    Balas
    • Dan kita menyebut posting yang kesusupan iklan sebagai posting yang kerasukan iklan :)

      Balas
  4. Wow.. tahun 99 itu saya masih kelas 1 SMA dan jangankan blog, menyentuh komputer saja belum pernah.

    Balas
    • Hehehe, saya waktu itu masih SD *boong* :)

      Balas
      • Jah -_- *merem liat komen di atas*

        Balas
  5. Hehehe…..kalau baca blog seseorang yang banyak sisipan nya males ya….
    Sama seperti nonton TV, pas iklan….sebetulnya kesempatan ke toilet, minum atau melakukan yang lain. Bayangkan kalau tanpa iklan…dua jam film kita nggak kemana-mana apalagi jika film nya bagus.

    Btw teman blog ku nggak nambah-nambah…lha saya nya males BW….banyak mainan di dunia nyata, mengakibatkan jadi jarang bw.

    Balas
    • Sama, Bu! Sama-sama malesnya kalo ada sisipan dan sama-sama malesnya buat BW hehehhe

      Balas
  6. blog ini banyak membahas tentang blogger yang sukses dan konsisten ngeblog , bahkan ada yang bilang ngeblog sampai mati. ajaib banget .

    oh ya bener banget kata bang sam diatas ya.. iklan yang nyempil justru bikin males tamu buat baca.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.