Salib! Kenapa orang Katolik ‘demen’ memanggul salib?

2 Jul 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini 2 Juli 2017

Matius 10:37 – 42
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Renungan

Dalam Kabar Baik hari ini, Yesus berkata, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”

Seorang kawan yang kebetulan berkeyakinan lain pernah bertanya kepadaku, “Don, kenapa sih orang Katolik dikit-dikit ngomongin salib? Dikit-dikit bilangnya ‘memanggul salib’?”

Iya ya?! Kenapa salib? Kenapa tidak yang lain?

Seperti apa sih pengertian salib dan kenapa mesti kita memanggul salib?

Kali ini aku tak mau terjebak dalam samudera pengertian karena apalah artinya pengertian kalau tak bisa dimengerti secara mudah dan dipraktekkan?

Lebih baik kupaparkan beberapa contoh tentang salib dan bagaimana kamu menanggungnya seperti di bawah ini:

  1. Pegawaimu jumat bolos kerja ikut demo yang mengkafir-kafirkanmu dan keyakinanmu. Seninnya dia masuk kerja, memohon-mohon diberi pinjaman karena anaknya harus bayar tunggakan SPP dan kamu akhirnya memberikan pinjaman kepadanya tanpa memperhatikan apa yang dilakukannya jumat minggu sebelumnya? Nah! Kamu memanggul salib!
  2. Sedang hendak pergi ke gereja lalu di pinggir trotoar kamu melihat ada seorang nenek tergeletak membutuhkan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit dan kamu akhirnya menunda ke gereja demi si nenek itu? Salib!
  3. Setelah si nenek kau antar ke rumah sakit, perasaan sudah campur aduk dan mood-mu untuk ke gereja hilang tapi kamu memaksakan diri mengejar jadwal misa di gereja paroki lainnya? Salib!
  4. Kamu ingin membuang sisa permen karet tapi tak kunjung menemukan tempat sampah dan kamu memutuskan untuk tetap menyimpannya hingga akhirnya kamu temui tempat sampah di perhentian berikutnya? Salib!
  5. Pacar ngajak ML dan kamu nafsu berat tapi kamu menahan diri dan bilang tidak? Salib!
  6. Pacar ngenalin kamu ke dukun aborsi untuk menggugurkan buah hatimu? Salib!
  7. Memutuskan pacar yang berlainan agama dan kamu tak menemukan jalan keluar untuk tetap menikah selain kamu harus meninggalkan imanmu? Salib!
  8. Menjabat tangan kawan lama yang menikahi mantan pacarmu dan kamu tahu dulu kamu diselingkuhi? Salib!
  9. Memaafkan orang yang menyakiti kerabatmu…Salib!
  10. Tetap stay cool dicemooh dan direndahkan junior yang belagu…Salib!
  11. Istri tetangga menggiurkan sementara istrimu di rumah makin menyebalkan dan kamu menolak ajakan nonton tivi di rumahnya suatu malam saat suaminya sedang pergi, Salib!
  12. Meminta maaf atas salah yang secara logika bisa kamu sanggah demi kepentingan yang lebih besar? Salib!
  13. Melihat ada DVD film terbaru yang sudah kamu tunggu-tunggu tapi kamu membatalkan membelinya karena anakmu perlu bayar kursus berenang dan kamu tak punya uang lebih untuk menggapai keduanya? Salib!
  14. Menerima komuni dari pastor yang kamu tahu dia main gila dengan seorang ibu aktivis gereja? Salib!
  15. Memeluk suami saat bau parfum wanita meruap keras dari kulitnya dan ia lupa mencuci gambaran lipstik di lehernya… Salib!
  16. Mendukung pemerintahan gubernur terpilih padahal ia menang dengan cara licik atas jagoanmu? Salib!
  17. Menolak ajakan makan daging saat kita sudah janji akan berpuasa? Salib!
  18. Tersenyum dan menolak bujukan atasan yang akan memberimu promosi kalau kamu pindah agama dan meninggalkan Yesus? Salib!
  19. Menanggung derita sakit berat? Salib!

Tubuhmu terbujur kaku dan dimasukkan ke dalam peti lalu dikuburkan. Salib? Tidak! Salibmu sudah kau tanggalkan, perjalananmu sudah paripurna! Saatnya bagimu menikmati kebahagiaan yang abadi bersama para alumnus pembawa salib lainnya…

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.