Salam Maria by DV

18 Okt 2017 | Cetusan

Setelah minggu lalu merilis Bapa Kami ?Ceria?, hari ini aku mengeluarkan ?single kedua? berjudul Salam Maria.

Lagu berdurasi 1:20 menit ini adalah caraku ?mengartikulasikan? doa Salam Maria dalam bentuk dan nuansa yang baru.

Bukannya sembarangan aku memilih hari dan bulan ini untuk merilisnya. Bagi umat Katolik, Bulan Oktober adalah bulan yang khusus digunakan untuk memperingati Bunda Maria, ibu Yesus Kristus. Sedangkan hari ini adalah ulang tahun pernikahanku yang ke-9 dengan Joyce Taufan.

Jadi, lagu ini kujadikan sebagai rasa terima kasih sekaligus ujub penghormatanku kepada Bunda yang selalu mendoakanku dan keluarga sejak awal hingga akhir nanti.

Ide lagu ini kudapat ketika jalan kaki pulang dari kantor beberapa hari silam. Saat itu aku berpikir ingin membuat lagu Salam Maria dengan nuansa berbeda. Hal pertama yang kutemukan adalah bagian ?Salam? salam Maria?? berulang-ulang kunyanyikan hingga kemudian aku menemukan part-part yang lain.

Berbeda dengan lagu Bapa Kami Ceria yang kurekam dengan Voice Memo App tanpa ku-utak-atik, lagu Salam Maria ini kubuat menggunakan Garage Band dengan teknologi multi tracknya yang sangat easy-to-use.

Tak ada alat musik lain yang kupergunakan selain perkusi. Vokal ku-take dalam empat tracks yang semuanya kunyanyikan sendiri; tenor, bass, sopran dan? bisik-bisik. Bisik-bisik? Iya! Ide ini kudapat dari lagu Sephia milik Sheila on 7.

Secara teknis, lagu ini kubuat menggunakan alat seadanya. Built-in microphone dari iPhone kupakai untuk bernyanyi jadi kalau dalam beberapa bagian suara desah nafas dan pelafalan ?b? serta ?p? juga ?s? tampak begitu tajam, ya mohon dimaklumi.

Tempo yang tak konsisten juga akan kalian temui sehingga kadang terkesan adu balap. Semua terjadi karena aku memang tak punya kapabilitas tinggi dalam music production.

Awalnya aku berpikir hendak minta tolong kawan untuk membetulkan tapi akhirnya kudiamkan saja karena entah menurut kalian, adanya ketidaksempurnaan dalam sebuah karya justru menarik karena menunjukkan bahwa karya tersebut buatan manusia bukannya robot.

Justru dari kekurangsempurnaan itu aku menantang kalian untuk menyempurnakannya dan menggunakannya baik sebagai doa pribadi maupun kalau hendak dipakai dalam acara-acara di Gereja ataupun lingkungan.

Seperti biasa, lagu ini kubagikan secara cuma-cuma karena Tuhan memberikanku talenta dan ide juga gratisan adanya!

Oh ya, lirik lagunya adalah sebagai berikut:

Salam salam Maria,
Bunda ratu surgawi

Salam salam Maria,
Penuh rahmat terpuji

Salam salam Maria,
Tuhan pun menyertai

Dan terpujilah putramu yang terkasih
Dan terpujilah puteramu yang tertinggi

Salam salam Maria,
Doakanlah kami

Salam salam Maria
Skarang dan waktu mati

Salam salam?
Salam salam?
Salam salam…

So, enjoy video di bawah ini! Sebarkan dan luaskan!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.