Salam Indonesia, tonggak eksistensi dan supremasi Endank Soekamti

29 Nov 2017 | Bunyi Yang Kudengar

Endank Soekamti merilis album ke-8 bertajuk Salam Indonesia.

Ini adalah album pertama sejak Ari Hamzah (drum) mundur tahun lalu. Posisinya diganti Tony yang sempat diperkenalkan sebagai Super SAS (Save Ari Sukamti) tapi lantas pada saat peluncuran album Salam indonesia akhirnya dikenalkan sebagai Tony Soekamti (lihat poster di bawah).

Poster Endank Soekamti

Poster Endank Soekamti

Tony bukanlah makhluk asing bagi Endank Soekamti karena ia dummer pertama 2001 silam.

Aku berusaha membuat catatan-catatan terkait dengan album tersebut karena hari-hari ini, tujuh belas lagu yang ada di dalamnya kuputar berulang-ulang di telinga.

#Kemasan aneka rupa

Album ini dijual dalam beberapa jenis kemasan dengan target segmen pasar yang tentu juga berbeda. Boxset premium yang paling mahal, boxset regular, t-shirt dan buku, digipack, digipack – tshirt. Detailnya silakan dilihat di link ini.

Aku sendiri menikmatinya lewat iTunes. Sempat berpikir ingin membeli boxset premium tapi bagaimana dan siapa yang bisa membawakannya kemari?

#Uba rampe

Tak hanya lagu dan CD/digital, Endank Soekamti juga menyertakan uba rampe mulai kaos ?Salam Indonesia?, buku catatan proses rekaman dan perjalanan ke Papua, ?Soekamti Goes to Papua? karya Iwan Pribadi (Iwan Pribadi adalah sahabat dekatku dan aku pernah menuliskan wawancaraku dengannya di sini) serta buku foto ?Di balik layar rekaman Endank Soekamti 8th Album? karya Deka Pramana.

Cover buku 'Soekamti Goes to Papua'. Foto oleh Agib Tanjung

Cover buku ‘Soekamti Goes to Papua’. Foto oleh Agib Tanjung

Nan tak kalah uniknya, pada boxset premium, Endank Soekamti menyertakan kacamata ?molo? yang adalah kacamata selam khas Papua yang terbuat dari kayu serabut kelapa. Oh ya, kacamata ?molo? ini juga yang dijadikan cover album Salam Indonesia.

#Tiga puluh hari berlayar

Materi album ini kebanyakan direkam di atas kapal Kurabesi di atas perairan kepala burung di Papua selama tiga puluh hari pada bulan Ramadhan 2017 silam. Hal ini mengingatkanku pada pembuatan album Soekamti Day (album ketujuh mereka) yang diproduksi di Gili Sudak, Lombok, dua tahun sebelumnya.

Perjalanan ini mempengaruhi banyak pilihan kata dan tema lirik lagu yang disajikan. Oh ya, rangkaian video catatan harian perjalanan bisa kalian simak di Youtube. Klik di sini

 

#Karakter Drum Dewasa

Tak ada yang salah dengan Ari Hamzah tapi karakter permainan Tony menurutku memberi nuansa baru.

Keputusan Endank Soekamti merekrut Tony setelah Ari pergi adalah tepat demi sejarah ke depan yang akan mencatat transformasi perjalanan musik Endank Soekamti yang menunjukkan kemajuan dan kedewasaan dari waktu ke waktu.

#Kekuatan Lirik

Kekuatan memilih dan menyusun kata-kata adalah nilai jual Endank Soekamti. Kata-kata penuh semangat, ajakan untuk maju bersama-sama yang tertuang dalam hampir keseluruhan lagu adalah cerminan energi Erix dan kawan-kawan.

Coba dengarkan lagu ?Mimpi?, lirik mejik-nya begini:

Hidupkan mimpi,
Sudah diberi mimpi boleh mimpikan hidup,
Sudah diberi hidup boleh hidupkan mimpi?

#Perselisihan dan Keindonesiaan

Adanya tunas-tunas perselisihan yang mengemuka di Tanah Air terkait isu politik beberapa tahun belakangan direspon secara trengginas oleh Endank Soekamti.

?Salam Indonesia? yang dirilis duluan pada 17 Agustus silam (simak review-ku di sini) adalah cara jawab yang jitu tentang bagaimana mencintai Indonesia dengan penuh bakti melalui hal-hal yang kita kerjakan setiap hari. Bukan tentang memperebutkan posisi pemerintahan atau menyodorkan secara paksa ?isme-isme?.

Begitu juga dalam lagu ?Podo-podo?, lagu berlirik Bahasa Jawa yang menyadarkan orang-orang untuk tak saling bertengkar karena ?podo-podo? tinggal di Nusantara.

Lagu ?Podo-podo? adalah salah satu yang kusuka di album ini.

#Diet

Masih soal lirik, tapi sepertinya ?diet? cukup menginspirasi Endank Soekamti dalam membangun lirik kali ini. Coba simak lirik yang dinyanyikan.

Tidak mau kalau berat,
tidak berat kalau diet (Rock revolution)

Punya mesin yang bikin kurus (Mimpi)

Ayo diet dab-dab semua biar langsing seperti saya! :))

#Miauw

Lagu Miauw dikolaborasikan dengan Saykoji. Intronya mirip betul dengan Popeye The Sailorman (Face to Face) yang ngetop di era 90an silam.

#Tawuran Pelajar

Suka lagu ini karena nadanya beda dari lagu-lagu lain, dinyanyikan Dory Soekamti yang memiliki karakter suara berbeda dari Erix.

#Tak Terlupakan

Lagu yang dinyanyikan di acara perpisahan kru Endank Soekamti dengan kru kapal Kurabesi ini ?nyawanya? mirip dengan lagu ?Sampai Jumpa? di album Soekamti Day, akustik dan dinyanyikan bersama para kru.

Hal lain yang menarik dari lagu ini adalah, di bagian paling akhir, Ipang Soekamti menutup lagu dengan celotehan ?Tak terlupakan teman-teman?? yang mengingatkanku akan hal yang sama yang ia lakukan di lagu ?Soekamti Day? (Soekamti Day) Ipang bilang, ?Hari yang indah teman-teman??

#Supremasi dan Energi

Album ini secara keseluruhan menurutku makin meletakkan Endank Soekamti sebagai entitas penting tak hanya dalam industri musik tanah air yang masih lesu tapi dalam creative content creator di Indonesia.

Eksistensinya makin mirip Slank dimana lagu dan musikalitas sudah bukan jadi PR utama melainkan pesan sosial dan kemanusiaan yang hendak dilontarkan.

Bahkan lebih daripada itu, Endank Soekamti terhitung peka membaca gelagat jaman. Perhatian warganet tertuju pada DOES (Diary of Erix Soekamti), DOES University dan langkah-langkah lain nan kreatif dan inovatif yang dilakukannya. Hal ini tentu bisa jadi inspirasi bagaimana sekelompok anak muda seharusnya berproses dan berkarya.

#?Konserable?

Lagu-lagu dalam album ini sangat bisa dijadikan amunisi untuk acara manggung-manggung ?Soekamti Day? nantinya. Mendengarkan ?Intro? album Salam Indonesia, aku bisa membayangkan bagaimana set lagu akan digelar.

Dimulai dengan ?Intro? yang memasukkan unsur musik Papua dan galeman Jawa lalu Tony tiba-tiba muncul di balik drum disorot lampu panggung dan mulai membangun ritme seiring munculnya Erix dan Dory dari sisi kanan dan kiri berloncat-loncat ke sana kemari.

Sayangnya, hingga saat ini aku baru bisa membayangkan menonton konser mereka? mungkin suatu waktu nanti ketika mereka main kemari?

Hari yang indah kawan-kawan…

Simak tulisanku yang berisi wawancara dengan Erix Soekamti di sini. Menarik juga untuk membaca/melihat tulisan/video yang berisi wawancara Erix Soekamti denganku di sini.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.