Saat Robin Hood diadili Anak Manusia, surga atau neraka yang didapatkannya?

11 Agu 2017 | Kabar Baik

…tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?
(Matius 16:25 – 26)

Dari apa yang dikatakan Yesus di atas, jika mau ditarik benang merahnya barangkali demikian,

Kita pasti akan kehilangan nyawa.
Kalau kita kehilangan karenaNya, kita akan memperoleh hidup kekal. Kalau mengejar dan memperoleh dunia, kita mendapatkan kematian abadi.

Tapi mari berpikir, adakah orang yang masih hidup di dunia ini dan tidak mengejar dunia sama sekali? Adakah dunia ini tak diperlukan sama sekali ketika kita datang dan mengenal Tuhan?

Aku tertarik memandang polemik ini dalam paradigma ajaran St Ignasius dari Loyola. Dalam aras dasarnya, santo pendiri Serikat Yesus ini mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini harus dipergunakan sejauh menolong untuk mencapai tujuan kita diciptakan: memuji, menghormati, serta mengabdi Allah Tuhan.

Misalnya kita punya kamera mahal. Jika kita menggunakan kamera itu hanya untuk menunjukkan bahwa kita ini kaya-raya tentu kamera itu jadi tak ada guna dan harganya. Sebaliknya, ketika kita memakai kamera itu untuk memuji, menghormati dan mengabdi Allah Tuhan misalnya untuk membantu memotret sebuah yayasan sosial yang membutuhkan dana atau untuk memotret obyek lantas fotonya dilelang dan hasil pelelangannya kita pakai untuk membantu orang miskin, di situ kita meletakkan dunia yang terwakili kamera sebagai penolong mencapai tujuan penciptaan kita.

Atau misalnya lagi, kita bekerja keras dari pagi hingga siang, sore hingga malam namun gaji besar yang kita terima hanya untuk memperkaya diri dan bersenang-senang. Segala kerja dan hasil itu jadi sia-sia. Tapi ketika kita tahu batas untuk bekerja dan meluangkan waktu bersama keluarga, lalu menyediakan diri untuk membantu mereka yang berkekurangan, di situ segala kerja keras kita jadi lebih bermakna karena kita pakai untuk kemuliaan Tuhan melalui sesama.

Lantas bagaimana dengan Robin Hood?
Kalian tahu siapa dia? Di mata orang-orang kaya, Robin dikenal sebagai penjahat karena dia adalah seorang pencuri dan perampok harta yang kadang juga melukai hingga membunuh korbannya.

Tapi di mata orang-orang miskin, Robin adalah pahlawan karena harta hasil rampokan itu disumbangkannya kepada mereka seluruhnya.

Adakah Robin bisa dibenarkan? Adakah ia sejatinya pahlawan yang menggunakan dunia untuk memuliakan Tuhan? Tapi kalau memang pahlawan, kenapa caranya harus demikian?

Jika Robin Hood benar-benar ada, aku sangat menantikan bagaimana nanti ia akan diadili Tuhan. Seperti kita tahu, dalam Matius 16:27, Yesus berkata, “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”

Nah! Adakah Yesus akan membalas Robin dengan perbuatannya yang merampok serta melukai orang kaya? Adakah Yesus akan membalas Robin dengan perbuatannya yang berderma serta mengasihi orang miskin? Atau kedua-duanya? Kalau iya lantas akankah Robin kehilangan ‘nyawa’ dalam hidup kekal atau mendapatkannya?

Kalau aku ini Tuhan tentu kamu akan jadi orang pertama yang kuberi tahu jawabNya! Tapi karena aku hanya manusia biasa, yuk sama-sama membayangkan saja!

Sydney, 11 Agustus 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.